Alat Musik Kolintang - Bentuk, Asal Usul, Fungsi, Cara Memainkan, Daerah Persebaran dan Bahan Pembuatan
Anda ingin mengetahui seluk beluk dari Alat Musik Kolintang? Tidak ada salahnya Anda menyimak informasi menarik lainnya mengenai Kolintang dalam ulasan berikut ini.

Alat Musik Kolintang merupakan alat musik pukul tradisional dari wilayah Sulawesi Utara. Alat musik ini dimainkan dengan cara yang unik, yakni dengan tiga buah tongkat pemukul, seorang pemain musik kolintang akan mengenggam sebuah tongkat ditangan kiri dan dua buah lainnya ditangan kanan. Bilah bilah nada yang digunakan Kolintang juga terbuat dari kayu kayu lokal yang kuat dan ringan. Yuk simak informasi menarik lainnya mengenai Kolintang dalam ulasan berikut ini.

Bentuk Alat Musik Kolintang

Alat Musik Kolintang- Bentuk, Asal Usul, Fungsi, Cara Memainkan, Daerah Persebaran dan Bahan Pembuatan
Bentuk Alat Musik Kolintang

Alat Musik Kolintang dapat dikenali dari bentuknya yang unik, yakni serangkaian bilah kayu yang disusun di atas sebuah rak dengan ukuran bilah yang semakin menyusut (mengecil). Panjang pendeknya bilah ini menyesuaikan dengan nada yang ingin dihasilkan. Pemain musik kolintang diharuskan mempelajari bagaimana cara memegang tongkat pemukul dengan baik dan benar, hal ini terkait dengan cara menghasilkan nada pada alat musik ini, dimana terkadang, pemain musik kolintang diharuskan menggunakan tiga buah nada( chord) dalam sebuah lagu. Untuk dapat menghasilkan chord, pemain musik kolintang mau tidak mau menggunakan tiga buah tongkat pemukul. Dalam sebuah rak bilah Kolintang, terdiri dari dua baris bilan nada kayu, dimana tiap nada baik dirak atas maupun rak bawah memiliki tinggi nada yang berbeda. Semakin banyak bilah nada yang digunakan maka semakin lebar jangkauan nada yang dapat dihasilkan oleh seorang pemain musik.

Asal Usul Alat Musik Kolintang

Alat Musik Kolintang- Bentuk, Asal Usul, Fungsi, Cara Memainkan, Daerah Persebaran dan Bahan Pembuatan
Asal Usul Alat Musik Kolintang

Nama alat musik Kolintang sendiri berasal dari suara yang dihasilkan alat musik tersebut ketika dipukul yakni Tong, Ting dan Tang, suara Tong muncul ketika nada rendah dibunyika, suara Ting muncul ketika nada tinggi dimainkan dan suara Tang muncul ketika nada tengah dimainkan. Pelafalan Kolintang berasal dari bahasa minahasa Kumolintang (TongTingTang), dari pelafalan itu, lambat laun “Kumolintang” berubah menjadi Kolintang, dan nama Kolintang tersebut digunakan hingga saat ini. Dewasa ini Kolintang mulai kembali digemari oleh generasi muda, terutama di Minahasa. Mereka mengkolaborasikan Kolintang dengan alat musik lainnya dalam mengiringi lagu lagu pop, jazz atau rock.

Fungsi Alat Musik Kolintang

Alat Musik Kolintang- Bentuk, Asal Usul, Fungsi, Cara Memainkan, Daerah Persebaran dan Bahan Pembuatan
Fungsi Alat Musik Kolintang

Kolintang memiliki fungsi sebagai alat musik penghibur diri, pengiring musik, seni tari tradisional di dalam upacara adat serta digunakan dalam upacara upacara ritual tertentu. Dahulu, keberadaan kolintang sempat digunakan sebagai pengiring musik dalam upacara ritual pemujaan arwah nenek moyang, namun seiring waktu hal tersebut mulai ditinggalkan. Kolintang juga dimainkan ketika ada tamu undangan dari daerah lain, penyambutan tamu kenegaraan di daerah sulawesi utara atau tamu pejabat negara yang datang berkunjung melakukan kunjungan kedaerahan. Dewasa ini kolintang digunakan sebagai alat musik penghibur dan kerap ditampilkan dalam panggung panggung besar memainkan lagu lagu pop dan sejenisnya. Dalam acara acara adat dan acara musik tradisional, grup grup musik kolintang pun tak sedikit yang mengambil bagian.

Cara Memainkan Alat Musik Kolintang

Alat Musik Kolintang- Bentuk, Asal Usul, Fungsi, Cara Memainkan, Daerah Persebaran dan Bahan Pembuatan
Cara Memainkan Alat Musik Kolintang

Cara memainkan Kolintang adalah dengan memukul bilah bilah kayu yang ada di hadapan pemain musik. Tiap bilah memiliki nada yang berbeda satu sama lainnya. Seorang pemain kolintang membunyikan bilah bilah kayu dihadapannya dengan menggunakan tiga buah alat pukul. Satu buah pemukul di tangan sebelah kiri dan dua buah tongkat lainnya di tangan kanan. Tongkat pemukul tersebut memiliki nomer urut dari 1, 2 hingga 3 dengan urutan posisi dan penempatan tertentu. Tongkat nomor satu berada di tangan kiri. Tongkat nomor dua ada di tangan kanan, berada diantara telunjuk dan ibu jari. Dan tongkat nomor tiga berada di jari tengah dan jari manis. Cara memukul kolintang menyesuaikan dengan ketukan dan irama dalam lagu. Cara memainkan yang unik dengan tiga buah tongkat inilah yang membuat Kolintang menarik dimata banyak orang. Namun penggunaan tiga buah tongkat pemukul tersebut tidak selalu diterapkan, untuk kolintang yang khusus menghasilkan nada rendah seperti bass, pemain kolintang hanya menggunakan dua buah tongkat pemukul.

Baca Juga : Alat Musik Kecapi- Jenis, Fungsi, Bentuk, Cara Memainkan, Bahan Pembuatan, Notasi dan Daerah Persebaran

Daerah Persebaran Alat Musik Kolintang

Alat Musik Kolintang- Bentuk, Asal Usul, Fungsi, Cara Memainkan, Daerah Persebaran dan Bahan Pembuatan
Daerah Persebaran Alat Musik Kolintang

Alat musik ini berkembang pesat dan tersebar di daerah kepulauan melayu timur, Filipina, Indonesia bagian Timur terutama di sekitar wilayah Minahasa, Sulawesi Utara. Alat musik ini merupakan pengembangan dari bentuk komunikasi isyarat sederhana yang dilakukan masyarakat jaman dahulu, dan seiring berjalannya waktu alat tersebut berkembang menjadi alat musik bernada. Komunikasi isyarat yang dimaksud adalah alat ini dahulu digunakan untuk mengirimkan tanda bahaya atau untuk mengumpulkan orang jika terjadi sesuatu yang penting. Dahulu jumlah bilah kayu pada Kolintang tidaklah sebanyak seperti saat ini. Seiring berjalannya waktu, bilah bilah nada yang digunakan semakin bertambah hingga menghasilkan bilah nada sebanyak seperti saat ini.

Bahan Pembuatan Alat Musik Kolintang

Alat Musik Kolintang- Bentuk, Asal Usul, Fungsi, Cara Memainkan, Daerah Persebaran dan Bahan Pembuatan
Bahan Pembuatan Alat Musik Kolintang

Pada umumnya kolintang dibuat dari kayu pohon, pohon yang digunakan adalah pohon pohon lokal seperti Kayu Pohon Wenuang, Kayu Pohon Waru, Kayu Pohon cempaka atau Kayu Pohon Telur. Pohon pohon dipilih sebagai bahan pembuatan utama kolintang karena kayu dari pohon tersebut memiliki tekstur yang kuat namun ringan. Kayu dari pohon terpilih tersebut dikeringkan,kemudian jika sudah benar benar kering maka kayu akan diproses menjadi bilah bilah kecil. Bilah bilah inilah yang kemudian akan dikurangi ukuran panjangnya hingga menghasilkan nada yang sesuai. Dibagian bawah dari kotak rak terdapat kotak resonansi nada yang memperkuat suara nada yang dihasilkan ketika bilah bilah kayu dipukul oleh alat pemukul.

Demikianlah ulasan mengenai bentuk, asal usul, fungsi, cara memainkan, daerah persebaran dan bahan pembuatan dari alat musik kolintang.

Baca Juga