Biografi Sandiaga Uno, Informasi Umum, Kehidupan Pribadi, Pendidikan, Karir, dan Penghargaan
Umumnya, masyarakat Indonesia mengenal Sandiaga Uno sebagai pengusaha sukses. Sosoknya yang kharismatik dan murah senyum kerapkali mencuri perhatian publik. Tahun 2013 oleh sebuah majalah bisnis, Sandiaga pernah dinobatkan sebagai orang terkaya ke-29 di Indonesia.

Meski sukses sebagai pengusaha, Profil Sandiaga Uno baru dikenal publik Indonesia setelah ia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan. Sosoknya makin populer setelah menang PILKADA DKI 2017 dan dipercaya menjadi Wakil Gubernur Periode 2017 – 2020. Sandiaga tak hanya dikenal sebagai pengusaha sekaligus politikus sukses, sosoknya juga kekinian dan dekat dengan masyarakat. Banyak orang menilai Sandi tampak awet muda karena kegemarannya dalam olahraga. Ia memang rutin main basket dan berlari. Bahkan di Festival Danau Sunter 2018, Sandiaga yang notabene sudah berusia 49 tahun kala itu, masih mampu berenang sejauh 1 km menaklukkan Danau Sunter. 

Sandiaga Uno hobby main basket
Sandiaga Uno hobby main basket

Informasi Umum Sandiaga Uno

Nama LengkapSandiaga Salahuddin Uno
Nama PanggilanSandi
Tempat / Tanggal LahirRumbai - Riau, 8 Juni 1969
AgamaIslam

Baca juga : Biografi Anies Baswedan, Informasi Umum, Kehidupan Pribadi, Pendidikan, Karir, dan Penghargaan

Kehidupan Pribadi Sandiaga Uno

Nama AyahRazif Halik Uno
Nama IbuRachmini Rachman
Nama Kakak Indra Cahya Uno
Nama IstriNur Asia
Nama AnakAnneesha Atheera Uno
 Amyra Atheefa Uno
 Sulaiman Saladdin Uno

Sandiaga Uno lahir di Riau karena saat itu sang ayah bekerja di perusahaan caltex. Sandi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Kakaknya bernama Indra Cahya Uno yang merupakan seorang komisaris di sejumlah perusahaan ternama dan ketua yayasan milik keluarga Uno. Setelah pindah ke Jakarta, Sandi banyak menghabiskan masa kecilnya bersama orang tua. 

Sang ibu dikenal sangat disiplin dalam mendidik Sandi dan kakaknya. Kedisiplinan ini bahkan terbilang keras. Bagaimana tidak, Ibu Mien (sapaan akrab Ibu Sandi) selalu memberi jadwal kepada kedua anaknya dalam menjalankan aktivitas sehari- hari. Sang anak bahkan diberi hukuman jika tidak memenuhi jadwal yang sudah ditetapkan. Semuanya diatur dari bangun pagi hingga kembali tidur di malam hari. Namun berkat didikan ini pula, Sandiaga bersama kakaknya ditempa jadi manusia yang disiplin dan pekerja keras. Hal itu kian terasa kala Sandi menempuh pendidikan jauh dari orang tuanya. Saat kuliah di Amerika Serikat, Sandi menerapkan kedisiplinan yang pernah didapatkan dari kedua orang tuanya dalam menjalani hidupnya sebagai mahasiswa. Hasilnya memang luar biasa, Sandi menyelesaikan study-nya dengan predikat Summa Cum Laude IPK 4.0. Kerja keras dan disiplin adalah kunci dari kesuksesan seorang Sandiaga Uno. 

Sandiaga bersama Bapak, Ibu, dan Kakaknya
Sandiaga bersama Bapak, Ibu, dan Kakaknya

Sandiaga mempersunting istrinya “Nur Asia” pada 28 Juli 1996 setelah menjalani masa pacaran selama 13 tahun. Pernikahan yang berlangsung di Singapura itu hanya digelar sederhana. Dari pernikahan ini, mereka kini dikaruniai 3 orang anak. Sandiaga sendiri mengenal Nur Asia sejak SMP. Nur Asia yang kala itu sekolah di SMP Al Azhar bertemu dengan Sandiaga yang sekolah di SMP 12 Wijaya, Kebayoran Baru. Keduanya pun menjalin hubungan hingga SMA lalu berlanjut sampai kuliah dan akhirnya menikah pada tahun 1996. Selama 13 tahun menjalin hubungan belum resmi dengan Nur Asia, Sandiaga sempat beberapa kali mengalami putus nyambung. Bahkan keduanya sempat LDR saat Sandiaga menempuh pendidikan masternya di Amerika Serikat sedangkan Nur Asia tengah di Jakarta. Istri Sandiaga sendiri merupakan orang asli Betawi dan kerap disapa Mpok Nur. Mpok Nur merupakan lulusan Stillwater Oklahoma. Lucunya setelah menikah, keduanya sepakat memilih panggilan kesayangan masing- masing. Nur Asia dengan nama Non sedangkan Sandiaga ingin dipanggil Bang Sandi oleh sang istri.

Sandiaga bersama istri dan anak- anaknya
Sandiaga bersama istri dan anak- anaknya

Anak sulung Sandiaga kini tengah menempuh pendidikan S1 di Boston, Amerika Serikat. Anneesha Atheera Uno yang lahir 1997 itu sempat pulang ke Indonesia dan mengikuti PILKADA DKI 2017 putaran pertama sebagai bentuk dukungan kepada Ayahnya. Sedangkan anak kedua Sandiaga, kelahiran 2001 masih mengenyam pendidikan SMA. Adapun anak bungsu yang bernama Sulaiman masih berumur 6 tahun. Sulaiman lahir secara prematur pada tahun 2011 saat Nur Asia sudah menganjak usia 42 tahun.

Sandiaga bersama istri, Nur Asia
Sandiaga bersama istri, Nur Asia

Pendidikan Sandiaga Uno

SDSD PSKD
SMPSMP N Jakarta
SMASMA Katolik
S 1Wichita State University, Amerika Serikat
(Business Administration)
S 2George Washington University, Amerika Serikat
(Business Administration)


Meski lahir di Riau, Sandiaga justru menempuh pendidikan dasar di Jakarta. Sejak umur satu tahun, ia dan keluarganya memilih pindah ke Jakarta. SD dan SMA pun ditempuh Sandiaga di Kota Jakarta. Karakter Sandiaga dan sang kakak terbentuk berkat didikan sang ibu yang dikenal sebagai pakar kepribadian yang disiplin dan keras. 

Setelah tamat SMA, Sandiaga melanjutkan sekolahnya di Amerika Serikat. Di sana ia lulus dengan predikat summa cumlaude dengan IPK 4.00. Setahun usai menyelesaikan S1, Sandi mendapat tawaran beasiswa dari George Washington University, Amerika Serikat. Di kampus ini pun Sandi lulus dengan predikat summa cumlaude. Tak heran jika prestasi akademik Sandiaga Uno ini pun membawanya bisa bekerja di perusahaan ternama. Ini juga yang menjadi cita- citanya sejak kecil. Memperoleh predikat terbaik di sekolah dan bisa berkarir di perusahaan besar.

Karir Sandiaga Uno

Setelah lulus dari Wichita State University, Sandiaga memulai karirnya dengan bergabung pada Summa Bank di tahun 1990. Setahun setelah itu, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magisternaya. Setelah lulus S2, Sandiaga kemudian bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited Singapura pada tahun 1993. Diawal karirnya ia didapuk sebagai manajer investasi lalu pindah ke MP Holding Limited Grup pada tahun 1994. Tahun 1995, Sandi pindah ke NTI Resources di Kanada. Di sana ia didapuk sebagai Executive Vice President dengan gaji yang fantastis yakni USD 8.000 setiap bulannya. Sayangnya ia justru di PHK dari perusahaan tersebut saat krisis melanda pada tahun 1997. Sandi akhirnya pulang ke Indonesia dan sempat menganggur. Di sinilah perjuangannya bersama sang istri betul- betul diuji manakala ia berstatus menganggur sedangkan anak dan istrinya butuh penghidupan.

Sandiaga terus berusaha mendapatkan pekerjaan selama pulang ke Indonesia namun lamarannya tak ditanggapi satu pun. Bukan perkara mudah memang, sebab saat itu ekonomi Indonesia tengah memburuk. Banyak perusahaan gulung tikar dan memberhentikan sebagian pekerjanya. Di tengah kesulitan ekonomi keluarga, Sandi kemudian mulai membuka bisnis bersama teman SMA-nya yang bernama Rosan Perkasa Roeslani. Tahun 1997, ia dan kawannya itu mendirikan sebuah perusahaan konsultan keuangan, PT. Recapital Advisors. Mentornya saat itu adalah William Soeryadjaya. Tahun 1998, Sandiaga bersama Putera William mendirikan perusahaan baru berupa investasi dengan nama PT. Saratoga Investama Sedaya. Perusahaan ini meliput bidang pertambangan, kehutanan, dan telekomunikasi.

Sandiaga Uno kerap diundang sebagai pembicara untuk memberikan motivasi kepada para pelaku usaha
Sandiaga Uno kerap diundang sebagai pembicara untuk memberikan motivasi kepada para pelaku usaha

Berbekal jaringan pertemanan sejak sekolah hingga di luar negeri, Sandiaga sukses menjalankan bisnisnya. Ia juga pernah didapuk sebagai Ketua HIMPI (Perhimpunan Pengusaha Muda Indonesia) untuk periode 2005 – 2008. Sejak 2004, Sandiaga juga menjadi Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Sandi mulai karir politik setelah dipinang Partai Gerindra untuk mendampingi Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2016. Ia pun kini menjadi kader tetap dari partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Sandiaga bersama Anies Baswedan saat hari pertama menjabat Pemprov DKI Jakarta, Oktober 2017
Sandiaga bersama Anies Baswedan saat hari pertama menjabat Pemprov DKI Jakarta, Oktober 2017

Penghargaan Sandiaga Uno

1. Mendapat predikat summa cummalaude di Wichita State University, Amerika Serikat pada tahun 1990.

2. Kembali meraih summa cummalaude di George Washington University, Amerika Serikat.

3. Penghargaan REKOR MURI. Dengan titik blusukan terbanyak sebanyak 1.000 titik, selama kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017

4. Masuk dalam jajaran orang terkaya Indonesia pada tahun 2011 dari Majalah Forbes dengan total kekayaan sekitar USD 795 juta. 

5. Menyabet gelar “Indonesian Entrepreneur of the Year” pada tahun 2008 dalam ajang Anterprise Asia.

6. Tahun 2016 dianugerahi gelar "Distinguished Research Professor in Residence" dari George Washington University
(Konsistensi Pada Pengembangan Kewirausahaan)

Sandiaga Uno saat menerima penghargaan dari George Washington University
Sandiaga Uno saat menerima penghargaan dari George Washington University
Loading...

Baca Juga