Dani Pedrosa - Informasi Umum, Kehidupan Pribadi, Perjalanan Karir, Prestasi dan Penghargaan
Dani Pedrosa adalah seorang atlet balapan yang berasal dari Sabadell, Spanyol. Ia memulai karirnya sejak usia empat tahun dan saat ini ia membela tim Repsol Honda.

Kata.co.id - Pecinta MotoGP pasti mengenal sosok pembalap berparas rupawan berdarah Spanyo yang satu ini. Dani Pedrosa adalah salah satu pembalap bertalenta yang saat ini membela Tim Repsol Honda. Selain mempunyai skill yang tinggi, Dani Pedrosa juga dikenal sebagai rider pengembang dan sangat mengenal seluk beluk Repsol Honda. Jika anda ingin tahu lebih dalam mengenai Dani Pedrosa silahkan simak profil lengkap tentang Dani Pedrosa berikut, mulai dari kehidupan pribadi, perjalanan karir hingga prestasi dan penghargaan yang telah ia peroleh.

Informasi Umum

Dani Pedrosa
Informasi Umum
 Nama Asli Daniel Pedrosa Ramal
Nama PanggilanDani
Tanggal Lahir29 September 1985
Tempat LahirSabadell, Spanyol
Nama AyahAntonio Pedrosa
Nama IbuBasilia Branch Ramal
Tinggi Badan159 cm
Berat Badan51kg 
KewarganegaraanSpanyol
Warna MataCokelat
Warna RambutCokelat
HobiMusik, internet
ZodiacLibra
KarirPembalap Repsol Honda
Nomor Motor26


Kehidupan Pribadi

Biodata Dani Pedrosa
Kehidupan Pribadi

Dani Pedrosa terlahir dari keluarga sederhana sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Eric Pedrosa. Dalam kesehariannya, jika tidak sedang membalap, Pedrosa menghabiskan waktu untuk bersepeda. Saat bersepeda, Pedrosa pernah tertabrak di pegunungan sekitar Kota Barcelona. Saat kecil, ia sangat menyukai buku biografi dari Lance Armstrong, saking sukanya buku tersebut selalu ia baca selama bertahun-tahun sebagai buku pengantar tidur. Selain bersepeda, Pedrosa sangat suka mendengarkan musik dan berinternet. Sedangkan makanan favoritnya adalah pasta buatan ibunya.

Sosok Dani Pedrosa sebagai Pembalap bertalenta di Repsol Honda tidak terlepas dari Alberto Puig yang mendampinginya sebagai manager. Bisa dibilang Alberto Puig adalah orang dibalik suksesnya karir Dani Pedrosa. Berkat dukungan darinya, Dani Pedrosa berhasil menjadi juara dunia kelas 125 cc dan 250 cc. Dalam kurun waktu 2003-2005, Dani Pedrosa telah menjadi juara dunia sebanyak 3 kali. Namun, setelah bekerja sama selama bertahun-tahun, Alberto Puig tak lagi menjadi Manager Pedrosa, ia ditunjuk menjadi Direktur Program Asia Talent Cup pada tahun 2013. Pada MotoGP musim 2018 Alberto Puig kembali bergabung dengan MotoGp dengan menggantikan jabatan Livio Suppo sebagai Pimpinan Team Principal Honda. 

Perjalanan Karier Dani Pedrosa

Biodata Dani Pedrosa
Perjalanan Karir

Balapan junior

Dani Pedrosa memulai perjalanan di dunia balap dari usia empat tahun. Sepeda motor pertama yang dikendarainya adalah  taljet 50. Sedangkan motor balap pertamanya merupakan sepeda mini dari Kawasaki yang ia gunakan untuk balapan bersama teman-temannya. Namun, balapan resmi baru ia jajaki saat berusia 9 tahun, yaitu Kejuaraan Motor Mini di Spanyol. Dalam perlombaan tersebut, ia berhasil keluar sebagai Runner UP sekaligus mencicipi ppdium pertamanya sebagai pembalap junior. Tak berhenti sampai disitu, ia melanjutkan perlombaan pada musim berikutnya, namun karena masalah kesehatan yang cukup mengganggu, ia harus puas dengan juara tiga.

Kejuaraan Dunia GP 125 cc

Setelah Balap junior, ia mengikuti Movistar Activa Cup dan terpilih untuk mengikuti kejuaraan di kelas 125cc pada tahun 2001. Dani mulai melebarkan sayap dengan bertarung di kelas 125cc pada tahun 2001. Pada awal musim kelas 125 cc, Dani Pedrosa mampu naik podium sebanyak dua kali. Pada tahun 2002 skillnya semakin terasah dan berhasil memenangkan balapan untuk pertama kalinya di kelas 125 cc dan mengakkhiri musim dengan menjadi juara 3. Di akhir musim 2003, Pedrosa memenangkan balapan sebanyak lima kali dan mencetak podium sebanyak enam kali, ia pun berhasil meraih juara dunia pertamanya dengan total 223 poin. 

Kejuaraan Dunia GP 250 cc

Setelah keluar sebagai juara dunia pada kejuaraan 125 cc, Tahun 2004 Dani Pedrosa langsung naik ke kelas 250cc. Menghadapi awal musim dengan minimnya persiapan karena sempat mengalami patah tulang kaki, Pedrosa justru mampu memenangkan balapan pertamanya di kelas 250 cc di Afrika Selatan. Pada kelas 250 cc, Pedrosa berhasil mencetak kemenangan sebanyak 7 kali dan naik podium 13 kali. Dengan perolehan tersebut menjadikannya meraih gelar Rookie of The Year sekaligus World Champion kelas 250 cc. Setelah berhasil menjadi World Champion, tahun berikutnya Pedrosa tidak langsung berlanjut ke kelas utama MotoGP, Ia memutuskan untuk tetap di kelas 250 cc satu musim lagi. Pada akhir musim 2005, Dani Pedrosa kembali menjadi World Champion dengan 8 kemenangan dan 14 podium walaupun sempat mengalami cedera bahu saat free practice di Jepang.

BACA JUGA: Biodata Zayn Malik , Kehidupan, Perjalanan Karir, Kisah Percintaan, Prestasi dan Penghargaan



Kejuaraan Dunia MotoGP

Dani Pedrosa
Kejuaraan Dunia MotoGP

Setelah 2 kali menjadi juara di kelas 250 cc, pada tahun 2006 Dani Pedrosa akhirnya naik ke kelas utama MotoGP dan bergabung bersama Repsol Honda. Diawal karirnya di kelas utama, ia banyak mendapat kritik, tubuhnya yang terlalu mungil dianggap tidak akan mampu menunggangi motor yang berat. Namun Pedrosa tidak berkecil hati, ia membuktikan prestasinya dengan berhasil menempati posisi runner up pada Grand Prix pertama di Sirkuit Jerez. Ia juga berhasil memenangi balapan pertamanya di kelas utama pada Grand Prix keempat di Circuit Shanghai.

Kemenangan tersebut menjadikannya sebagai pemenang termuda di Kelas Premier setalah Freddie Spencer. Tidak hanya di Circuit Shanghai saja, Ia kembali memenangkan balapan di Circuit Donington Park sekaligus menjadi kandidat kuat perebutan untuk World Championship MotoGP. Di tahun pertamanya di kelas utama, ia juga berhasil mengamankan pole posisition sebanyak 2 kali. Hasil akhir musim, Pedrosa mampu meraih juara 2 di belakang Nicky Hayden yang merupakan rekan setim dan lebih berpengalaman di Repsol Honda. 

Sejak diberi kepercayaan menjadi pembalap pada tim Repsol Honda pada tahun 2006, sampai sekarang Dani Pedrosa masih tetap dipertahankan oleh Repsol Honda walaupun ia belum berhasil meraih gelar juara dunia. Dalam perjalanannya di kelas utama MotoGP, Dani Pedros memang sangat sering mengalami berbagi kendala yang menjauhkannya dari gelar juara dunia. Salah satu faktor penyebabnya adalah postur tubuhnya yang paling kecil dari semua pembalap membuatnya agak kesulitan mengendalikan motor saat di tikungan. 

Selain itu, Pedrosa juga sangat rentan mengalami cedera parah yang membuatnya harus absen beberapa seri. Selama berada di kelas utama MotoGP tercatat ada 22 cedera yang telah dialami Pedrosa. Dalam 3 musim kesempatan Pedrosa untuk menjadi Juara Dunia, selalu terhalang dengan cedera atau crash pada beberapa balapan. Pada tahun 2007, dalam perebutan gelar juara, Pedrosa Pedrosa harus puas menjadi runner up karena tiga kali mengalami crash dan gagal finis. Stoner yang menjadi Juara Dunia saat itu, tidak pernah sekalipun gagal finis. 

Dani Pedrosa
Dani Pedrosa

Kemudian pada tahun 2010, ia juga menjadi runner up dan harus rela gelar juara dunia jatuh ke tangan Jorge Lorenzo. Pada saat itu Pedrosa mengalami satu kali gagal finis dan tiga kali absen karena  cedera. Sedangkan Lorenzo saat itu selalu finish dan tidak terkendala oleh cedera. 

Cedera paling parah yang dialami oleh Pedrosa terjadi pada tahun 2011, saat itu motornya bersinggungan dengan Marco Simoncelli dan membuatnya menderita cedera bahu dan absen sampai 4 seri sehingga harapan untuk menjadi juara dunia pun pupus seketika.

Selain postur tubuhnya yang mungil dan cedera, ada satu lagi faktor pengganggu, yaitu faktor keberuntungan. Jika berbicara tentang peluang terbaik Dani Pedrosa untuk mendapat gelar World Champion adalah pada musim 2012. Sepanjang musim, pembalap berwajah tampan ini mampu memenangkan balapan sebanyak tujuh kali dengan total poin 332 yang hanya selisih 18 poin dari Lorenzo. Uniknya saat itu Lorenzo hanya berhasil memenangi 6 balapan saja namun ia berhasil keluar sebagai juara dunia 2012. 

Dari segi jumlah kemenangan pada tahun 2012, tentu Dani Pedrosa lebih unggul dari Jorge Lorenzo, tapi yang meraih gelar justru Jorge Lorenzo, sungguh ironis. Pada Grand Prix yang didedikasikan untuk Almarhum Marco Simoncelli, ada kejadian misterius yang menimpa Pedrosa, dimana saat itu berhasil mendapat pole position, akan tetapi saat race akan berlangsung, ban motor Pedrosa entah kenapa terkunci dan membuatnya start dari posisi paling belakang.

Prestasi dan Penghargaan

Dani Pedrosa
Prestasi dan Penghargaan

Tahun 1997: Juara 3 pada Kejuaraan Minibike di Spanyol

Tahun 1998: Juara 1 pada Minibike di Spanyol

Tahun 2000: Juara 4 pada Kejuaraan Dunia GP 125 cc 

Tahun 2002: Juara 3 pada Kejuaraan Dunia GP 125 cc 

Tahun 2003: Juara Dunia pada Kejuaraan Dunia GP 125 cc

Tahun 2004: Juara Dunia pada Kejuaraan Dunia GP 250 cc

Tahun 2005: Juara Dunia pada Kejuaraan Dunia GP 250 cc

Tahun 2007: Juara 2 pada Kejuaraan Dunia MotoGP 

Tahun 2008: Juara 3 pada Kejuaraan Dunia MotoGP

Tahun 2009: Juara 3 pada Kejuaraan Dunia MotoGP 

Tahun 2010: Juara 2 pada Kejuaraan Dunia MotoGP

Tahun 2011: Juara 4 pada Kejuaraan Dunia MotoGP

Tahun 2012: Juara 2 pada Kejuaraan Dunia MotoGP

Baca Juga