15 Cara Budidaya Sukun Agar Cepat Berhasil
Cara Budidaya sukun banyak dilakukan oleh para petani kebun yang ternyata mendapatkan penghasilan yang sangat banyak serta mudah untuk dijadikan sebagai pekerjaan yang bagus. Agar mendapatkan penghasilan dari budidaya sukun maka simaklah cara-cara berikut ini.

Kata.co.id - Sukun adalah jenis tumbuhan yang menghasilkan buah, ciri dari buah sukun berbentuk bulat dan memiliki bentuk kulit bertotol-totol berduri lunak, singkatnya buah sukun hampir mirip buah nangka, namun buah nangka berbentuk bulat lonjong serta berbiji sedangkan buah sukun bulat dan tidak berbiji.

Syarat Tumbuh Tanaman sukun

  • Tanaman sukun dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut.
  • Beriklim basah dengan curah hujan antara 2000-3000 mm/tahun,
  • Tanah alivial yang memiliki banyak bahan organik sangat disukai tumbuhan jenis ini.

Buah sukun sangatlah banyak diminati masyarakat untuk dijadikan bahan makanan seperti tepung, keripik, sayur dan tape. Selain itu juga dapat di jadikan sebagai obat untuk penyakit kuning,  untuk itu buah sukun sangatlah cocok untuk dibudidayakan.

Berikut 15 cara budidaya buah sukun yang baik dan benar:

1. Pembibitan

Pembibitan
Pembibitan

Untuk proses pembibian tanaman buah sukun hanya dapat dilakukan dengan cara vegetatif yang dapat dilakukan antara lain dengan cara stek pucuk. stek akar, pemindahan tunas alami dan pencangkokan dari indukan yang memiliki produktifitas tinggi dan memiliki rasa buah yang enak. Proses pembibitan untuk tanaman sukun lebih bagus menggunakan stek akar, pada akar yang tampak di permukaan tanah sering tumbuh tunas maka potonglah beserta akar induk nya untuk di semaikan sampai tinggi bibit mencapai 70 cm.

2. Mempersiapkan lahan

Mempersiapkan Lahan
Mempersiapkan Lahan

Dalam proses pemilihan lahan dilakukan dengan memilih lahan terbuka dan membersihkan lahan terlebih dahulu dari semak, bebatuan serta rerumputan agar dapat mempermudah proses pengolahan lahan

3. Pengolahan lahan

Pengolahan Lahan
Pengolahan Lahan

Untuk proses pengolahan lahan dianjurkan untuk membajak seluruh lahan yang akan ditanami yang bertujuan untuk meningkatkan kadar pH tanah. pH tanah yang dibutuhkan untuk menanam tanaman sukun yaitu 7-8, jika setelah di cangkul kadar pH dalam tanah masih kurang dari jumlah pH yang ditentukan maka dapat meningkatkan pH tanah dengan menaburkan kapur domolit pada seluruh lahan.

4. Pemagaran lahan

Setelah pengolahan lahan selesai dilakukan maka langkah selanjutnya yaitu membuat pemagaran pada sekeliling lahan dengan menggunakan bambu atau kawat pagar dengan tinggi 2 meter, supaya berbagai jenis hewan tidak dapat masuk ke dalam area tanaman yang dapat merusak tanaman.

5. Pembuatan bedengan

Pembuatan Bedengan
Pembuatan Bedengan

Proses pembuatan bedengan dilakukan dengan membuat saluran air pada lahan yang bertujuan agar air tidak menggenangi lahan ketika hujan datang, pembuatan bedengan juga bertujuan untuk menyuburkan tanah supaya bibit tanaman yang akan di tanam di lahan dapat mudah tumbuh.

6. Pembuatan lobangan

Pembuatan Lobang
Pembuatan Lobangan

Setelah dilakukan pembuatan bedengan maka langkah berikut nya adalah membuat lobangan, pembuatan lobangan harus berukuran besar dikarenakan pertumbuhannya yang cepat dan besar maka ukuran lobangan yang dibutuhkan 60x60x50 cm dan jarak antar lobang 12-15 meter, kemudian masukanlah pupuk kandang pada setiap lobangan dengan jumlah 5 kg .

7. Waktu tunggu

Proses waktu tunggu atau biasa disebut pengistirahatan lahan dapat dilakukan dengan cara membiarkan lahan atau jangan dulu ditanam lahan yang sudah di olah yang bertujuan agar menghilangkan gas racun dan  bibit hama atau penyakit pada tanah yang bisa berdampak negatif pada tanaman. Untuk proses pengistirahatan lahan di butuhkan waktu selama 1 minggu.

8. Penanaman bibit

Penanaman Bibit
Penanaman Bibit

Baca Juga : 16 Cara Budidaya Jeruk Bali Yang Benar

Setelah lahan di istirahatkan selama 1 minggu maka langkah selanjutnya adalah proses penanaman bibit. Cara penanaman bibit yaitu dengan mencopot wadah semaian terlebih dahulu kemudian masukan pada lobang tanam yang sudah di persiapkan kemudian posisikan bibit supaya tegak lurus, selanjutnya tutuplah lobang tanam yang sudah dimasuki bibit sukun dengan menggunakan tanah kemudian padatkanlah.

9. Penyiraman

Penyiraman
Penyiraman

Proses penyiraman harus di lakukan secara rutin agar kadar air yang terkandung dalam tanah tetap stabil, penyiraman dapat dilakukan 2x sehari yaitu pada waktu pagi dan sore hari. Proses penyiraman harus dilakukan secara merata dengan bantuan alat berupa gembor yang bertujuan agar tanaman cepat tumbuh besar karena semua akar dapat menyerap air dan makanan pada tanah.

10. Pemupukan

Pemupukan
Pemupukan

Untuk mempercepat proses pertumbuhan tanaman maka lakukanlah proses pemupukan dengan menggunakan pupuk jenis NPK, pemupukan harus dilakukan secara berkala agar tanaman tidak kehabisan makanan dalam proses pertumbuhannya. Cara pemupukannya dilakukan dengan menimbun pupuk di sekeliling tanaman sukun, proses penimbunan pupuk bertujuan agar pupuk tidak hanyut ketika hujan turun.

11. Pemasangan turus

Pemasangan turus dapat dilakukan ketika tanaman memiliki tinggi sekitar 1 meter agar tanaman tidak mudah roboh ketika tertiup angin besar. Cara pemasangan turus pada tanaman sukun di lakukan dengan cara menancapkan turus terlebih dahulu di samping tanaman kemudian ikatlah tanaman pada turus, ukuran turus bisa dibuat dari bambu atau dari ranting pohon dengan ukuran panjangnya 150 cm dan lebar 3-4 cm.

12. Penyiangan

Penyiangan
Penyiangan

Proses pemeliharaan tanaman diantaranya yaitu dengan melakukan proses penyiangan, proses penyiangan harus di lakukan secara berkala agar proses pertumbuhan tanaman serta kesehatannya dapat terjaga. Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman sukun, agar tanaman sukun tidak tertular hama atau penyakit dari gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.

13. Penggemburan tanah

Proses penggemburan tanah dilakukan dengan cara menimbun akar tanaman yang keluar dari permukaan tanah dengan menggunakan tanah yang ada di sekeliling tanaman, proses ini bertujuan agar memperbanyak pertumbuhan akar dan dapat mempercepat proses pertumbuhan tanaman sukun, selain itu proses penggemburan juga bertujuan untuk menyuburkan tanah di sekeliling tanaman.

14. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian Hama dan Penyakit

Jenis hama yang biasa menyerang tanaman sukun yaitu lalat buah dan penggerek batang, cara pengendaliannya yaitu dengan menyemprotkan larutan insektisida atau dengan cara menyumbat lobang pengerek batang dengan menggunakan aspal. Kerusakan tanaman yang di sebabkan oleh hama penggerek batang akan berujung kematian, oleh karena itu ketika tanaman mulai terserang hama jenis ini maka segeralah lakukan pengendalian nya.

15. Pemanenan

Pemanenan
Pemanenan

Tanaman sukun mulai berbuah setelah berumur 3-4 tahun, tanaman sukun juga dapat berbuah sepanjang tahun. Proses panen buah sukun terbesar biasanya pada bulan januari sampai maret, ciri dari buah sukun yang sudah bisa di penen yaitu buahnya yang sudah tua dengan ciri-ciri warna buah kuning kusam dan penonjolan pada kulit nya merata. Cara memanen buah sukun yaitu menggunakan galah yang ujungnya sudah di pasang pisau, cara pengambilan nya yaitu posisikan pisau yang sudah dipakaikan galah pada tangkai buah, kemudian tarik hingga buahnya jatuh, usahakan buah tidak jatuh ke tanah agar buah tidak cacat dan tidak mengalami kebusukan.

Itulah 15 cara budiidaya buah sukun dengan mudah yang bisa di lakukan siapa saja dengan menghasilkan buah yang melimpah dan berkualitas.

Baca Juga