Pengertian Warna, Jenis, Istilah-Istilah, dan Psikologi Warna
Warna merupakan elemen seni rupa yang paling mencolok dalam suatu karya seni rupa. Warna bisa menunjukkan gelap terang, suasana perasaan, jarak dekat, perspektif, serta sifat dan watak yang dimiliki objek tertentu. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian warna berikut ini.

Warna bukanlah kata yang asing lagi dalam kehidupan kita. Pasalnya, semua objek, baik itu benda, manusia, hewan, ataupun tumbuhan, pasti memiliki warna. Ada yang berwarna cerah dan ada juga yang berwarna gelap. Lantas, apa itu pengertian warna yang sebenarnya? Langsung saja simak pembahasan lengkap tentang pengertian warna, jenis-jenis warna, istilah-istilah warna, dan psikologi warna berikut ini.

Pengertian Warna

Pengertian Warna, Jenis, Istilah-Istilah, dan Psikologi Warna
Pengertian Warna

Warna merupakan elemen seni rupa yang paling mencolok dalam suatu karya seni rupa. Warna bisa menunjukkan gelap terang, suasana perasaan, jarak dekat, perspektif, serta sifat dan watak yang dimiliki objek tertentu. Berikut ini adalah pengertian warna menurut para ahli:

1. Menurut Wikipedia

Pengertian warna menurut Wikipedia adalah spektrum tertentu yang ada di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih).

2. Menurut Aminuddin

Pengertian warna menurut Aminuddin adalah unsur rupa yang terbuat dari pigmen atau zat warna.

3. Menurut Sanyoto

Pengertian warna menurut Sanyoto adalah pantulan cahaya dari pigmen yang ada pada objek tertentu.

Jenis-Jenis Warna

Pengertian Warna, Jenis, Istilah-Istilah, dan Psikologi Warna
Jenis-Jenis Warna

Secara umum, warna dikelompokkan menjadi tiga jenis, antara lain sebagai berikut:

1. Warna Primer (Warna Pokok)

Warna primer merupakan warna dasar yang belum dicampur dengan warna lain. Contoh warna primer yaitu warna merah, warna kuning, dan warna biru.

2. Warna Sekunder (Warna Kedua)

Warna sekunder merupakan campuran antara warna primer yang satu dengan warna primer lainnya. Contoh warna sekunder adalah warna hijau yang dihasilkan oleh campuran warna biru dan kuning, warna jingga yang dihasilkan oleh campuran warna merah dan kuning, serta warna ungu yang dihasilkan oleh campuran warna merah dan biru.

3. Warna Tersier

Warna tersier meruapakn campuran dari salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Ada banyak sekali warna tersier, seperti warna coklat yang dihasilkan oleh campuran warna ungu dan merah, warna ungu kebiruan yang dihasilkan oleh campuran warna ungu dan biru, warna hijau kebiruan yang dihasilkan oleh campuran warna hijau dan biru, dan lain sebagainya.

Istilah-Istilah Warna

Pengertian Warna, Jenis, Istilah-Istilah, dan Psikologi Warna
Istilah-Istilah Warna

Tahukah kamu, ada beberapa istilah yang seringkali digunakan dalam teori warna, yakni:

1. Warna netral. Warna netral adalah warna hitam dan warna putih. Warna netral digunakan untuk memudakan warna (membuat warna lebih terang) ataupun menuakan warna (membuat warna menjadi lebih gelap).

2. Hue. Hue merupakan macam-macam warna dalam satu jenis warna. Seperti merah darah, merah muda, merah terang, merah rose, merah hati, merah jingga, dan lain-lain.

3. Value (gelap terang). Value merupakan tingkat gelap terangnya suatu warna. Warna yang paling terang adalah warna putih dan warna yang paling gelap adalah warna hitam. Semakin terang warnanya, maka semakin tinggi valuenya.

4. Intensity (intensitas warna), merupakan tingkat kecerahan atau tingkat kemuraman suatu warna. Warna cerah merupakan warna yang cerah bersinar, sedangkan warna muram merupakan warna yang kusam atau tak bersinar.

5. Contrast (kontras), merupakan perbedaan yang dimiliki dua jenis warna atau lebih, yang masing-masing warna berbeda hue-nya.

6. Complement (komplementer), merupakan dua jenis warna yang posisinya saling berhadapan dalam lingkaran warna. Contohnya seperti warna merah dan warna hijau, warna biru dan warna jingga, warna kuning dan warna ungu.

7. Monochrome (monokrom), merupakan warna yang memiliki hue yang sama atau warna sejenis. Contoh warna yang memiliki kesamaan hue adalah warna merah yang terdiri dari warna merah hitam, merah coklat, merah muda, merah jambu, dan lain sebagainya.

8. Monotone (monoton), merupakan warna yang memiliki nuansa yang sama (senada). Contohnya seperti warna coklat, warna hijau tua, dan biru tua yang dikatakan sebagai warna senada karena sama-sama berwarna gelap.

9. Analog (bertetangga atau berdekatan), merupakan warna yang tidak kontras dan tidak komplementer. Seperti warna biru yang berdekatan dengan warna merah atau ungu.

Baca Juga: Pengertian Modernisasi, Ciri, Syarat, Dampak, dan Contohnya.

Psikologi Warna

Pengertian Warna, Jenis, Istilah-Istilah, dan Psikologi Warna
Psikologi Warna

Berikut ini adalah pengaruh atau arti dari warna yang ada baiknya kamu ketahui:

1. Warna merah. Warna merah sering menjadi lambang kekuatan, pemicu adrenalin, kekuatan, kegembiraan, cinta, kemewahan, dan lain sebagainya. Selain itu, warna merah juga bisa dikait-kaitkan dengan kekerasan, kecemahan, dan agresivitas. Sedangkan warna merah muda atau pink melambangkan kasih sayang, cinta, dan romantisme. Itulah sebabnya, warna merah muda banyak disukai perempuan karena identik dengan warna cinta dan memberikan kesan yang feminim.

2. Warna hijau. Warna hijau menjadi lambang dari warna alam yang sarat akan harmoni, kesuburan, kedamaian, relaksasi, dan lain sebagainya. Namun di sisi lain, warna hijau juga memiliki pengaruh negatif seperti kebosanan, kelemahan, terlalu ambisius, dan lain-lain. Dalam psikologi warna, warna ini sering digunakan untuk membantu orang-orang yang berada dalam kondisi tertekan sehingga mereka bisa menyeimbangkan dan menenangkan emosinya.

3. Warna orange. Warna orange dianggap mampu merangsang emosi. Warna ini melambangkan kehangatan, keceriaan, dan optimisme. Akan tetapi, warna ini bisa memberikan kesan murahan dalam dunia desain. Selain itu, warna orange yang terlalu berlebihan bisa menimbulkan kesan gaduh dan memicu perilaku hiperaktif.

4. Warna kuning. Warna kuning memberi kesan yang ceria dan energik. Penyuka warna kuning dianggap lebih bijaksana, kreatif, dan pandai dalam berinovasi. Akan tetapi, warna kuning memberikan resiko berupa rasa cemas, gelisah, inkonsisten, dan bahkan tekanan (stres).

5. Warna biru. Warna biru seringkali digunakan dalam dunia desain untuk memberi kesan luas, dingin, dan relaks. Warna ini melambangkan kecerdasan, kepercayaan diri, dan profesionalitas. Sayangnya, warna biru memberi dampak negatif seperti keras kepala, tidak ramah, dan kurangnya rasa empati.

6. Warna ungu

Pengertian Warna, Jenis, Istilah-Istilah, dan Psikologi Warna
Warma ungu

Warna ungu sering dikatikan dengan sisi misterius dan kegiatan spiritual. Warna ini dianggap mampu menarik perhatian dan memancarkan rasa ambisus, kebijaksanaan, dan kemewahan. Akan tetapi, warna biru yang terlalu dominan akan memberikan sisi negatif berupa kurang teliti dan kesendirian.

7. Warna hitam. Warna misterius ini banyak disukai orang karena melambangkan kekuatan, rasa percaya diri, dan sisi misterius. Akan tetapi, warna hitam bisa menimbulkan kesan gelap dan menakutkan.

8. Warna putih. Warna putih berkaitan dengan kesan bersih, suci, ringan, dan terang. Warna ini seringkali dijumpai dalam dunia kesehatan, seperti rumah sakit. Akan tetapi, penggunaan warna putih yang terlalu berlebihan bisa menimbulkan mata lelah dan nyeri kepala.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian warna, jenis-jenis warna, istilah-istilah warna, dan psikologi warna yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai warna.

Baca Juga