Variabel Penelitian - Pengertian, Ciri, Kegunaan, dan Jenisnya
Variabel penelitian merupakan atribut, objek atau kegiatan yang memiliki pola tertentu, yang sengaja dipilih oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian, ciri, kegunaan dan jenis variabel penelitian berikut ini.

Jika kamu pernah melakukan penelitian, kamu pasti tidak asing lagi dengan istilah "variabel penelitian". Pasalnya sebelum melakukan penelitian, kamu harus menentukan variabel penelitian terlebih dahulu. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian variabel penelitian, ciri variabel penelitian, kegunaan variabel penelitian dan jenis variabel penelitian berikut ini.

Pengertian Variabel Penelitian

Variabel Penelitian - Pengertian, Ciri, Kegunaan, dan Jenisnya
Pengertian Variabel Penelitian

Secara umum, variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang dipilih dan ditetapkan oleh si peneliti, dengan tujuan untuk dipelajari sehingga memperoleh informasi yang berguna dan juga kesimpulan. Variabel ini termasuk hal yang sangat penting dalam suatu penelitian. Mustahil seorang peneliti bisa melakukan penelitian jika tidak ada variabel yang akan dipelajari.

Sedangkan menurut Sugiyono, variabel penelitian merupakan atribut, objek atau kegiatan yang memiliki pola tertentu, yang sengaja dipilih oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Berbeda dengan Kerlingger yang mengatakan kalau variabel adalah segala sesuatu yang memiliki nilai tidak sama (bervariasi).

Ciri-Ciri Variabel Penelitian

Variabel Penelitian - Pengertian, Ciri, Kegunaan, dan Jenisnya
Ciri-Ciri Variabel Penelitian

Berikut ini adalah tiga ciri khusus yang dimiliki oleh suatu variabel penelitian:

1. Membedakan objek yang satu dengan objek lainnya

Sebenarnya menentukan variabel penelitian itu tidak susah. Kamu hanya perlu mencari perbedaan antara satu objek dengan objek lainnya. Contohnya kalangan mahasiswa di Universitas A. Mahasiswa di sana memiliki banyak perbedaan dari segi usia, agama, jenis kelamin, indeks prestasi, dan lain sebagainya. Perbedaan ini bisa dijadikan sebagai variabel.

2. Memiliki nilai yang bervariasi

Karena variabel membedakan objek yang satu dengan objek yang lain, maka tentu saja nilainya pasti berbeda-beda. Misalnya indeks prestasi (IP) di kalangan mahasiswa Universitas A. Indeks prestasi ini bisa menjadi variabel jika nilainya bervariasi (berbeda-beda) antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa lainnya.

3. Variabel harus bisa diukur

Terkadang kita sulit membedakan variabel dengan konsep karena keduanya sedikit mirip. Bedanya konsep tidak bisa diukur, sedangkan variabel bisa diukur (diketahui nilainya). Sebagai contoh adalah belajar. Belajar merupakan konsep karena tidak bisa diukur. Sedangkan hasil belajar merupakan variabel karena bisa diukur dan diketahui hasilnya seperti apa.

Kegunaan Variabel Penelitian

Variabel Penelitian - Pengertian, Ciri, Kegunaan, dan Jenisnya
Kegunaan Variabel Penelitian

Kegunaan variabel penelitian sebenarnya sulit untuk dijabarkan. Karena kegunaan variabel penelitian biasanya berbeda-beda sesuai jenisnya. Sebagai contoh, variabel bebas berguna untuk mengetahui apasaja pengaruhnya terhadap variabel lain. 

Variabel terikat berguna untuk mengetahui apasaja yang dipengaruhi variabel bebas. Variabel kontrol berguna untuk menetralkan pengaruhnya terhadap variabel terikat, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Variabel Penelitian

Variabel Penelitian - Pengertian, Ciri, Kegunaan, dan Jenisnya
Jenis-Jenis Variabel Penelitian

Ada banyak sekali jenis variabel penelitian jika dilihat dari berbagai sudut pandang.

1. Jenis-Jenis Variabel Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, variabel dibedakan menjadi dua jenis:

  • Variabel Dinamis

Variabel dinamis bisa mengalami perubahan dalam hal keadaan ataupun karakteristik. Dengan kata lain, jenis variabel ini memungkinkan peneliti untuk melakukan manipulasi demi meraih tujuan tertentu. Contoh variabel dinamis seperti prestasi belajar, kinerja pegawai, motivasi belajar, dan lain sebagainya.

  • Variabel Statis

Variabel statis memiliki sifat yang tetap. Variabel ini tidak bisa diubah dari segi keberadaan hingga karakteristik yang dimilikinya. Adapun contoh dari variabel statis adalah status sosial, tempat tinggal, jenis kelamin dan lain sebagainya.

2. Jenis-Jenis Variabel Penelitian Berdasarkan Hubungan Antar Variabel

Variabel Penelitian - Pengertian, Ciri, Kegunaan, dan Jenisnya
Jenis-Jenis Variabel Penelitian Berdasarkan Hubungan Antar Variabel

Berdasarkan hubungan antar variabel, variabel penelitian dibagi menjadi tiga jenis:

  • Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas, atau yang sering disebut sebagai variabel stimulus ini memiliki pengaruh yang bisa mengakibatkan perubahan pada variabel lain. Dengan kata lain, jika variabel bebas mengalami perubahan, variabel lain juga terpengaruh dan ikut berubah.

Sebagai contoh, misal dilakukan sebuah penelitian berjudul "pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa". Variabel penelitiannya ada dua, yaitu motivasi belajar dan prestasi siswa. Dalam kasus ini, yang menjadi variabel bebas adalah "motivasi belajar" karena variabel ini tidak terpengaruh oleh perubahan variabel lain.

  • Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel terikat memiliki ciri khas yaitu dipengaruhi oleh perubahan variabel lain. Karena itulah, variabel ini disebut juga dengan istilah "variabel tergantung". Sebagai contoh: dilakukan sebuah penelitian berjudul "pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa", maka yang termasuk variabel terikat adalah "prestasi siswa". Alasannya karena tinggi rendahnya prestasi siswa sangat dipengaruhi oleh variabel lain, yaitu variabel "motivasi belajar".

  • Variabel Kontrol (Control Variable)

Variabel kontrol merupakan jenis variabel yang sengaja dibatasi dan dikontrol pengaruhnya, sehingga tidak mempengaruhi objek yang sedang diteliti. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kompleksitas dari masalah yang sedang diteliti. Biasanya variabel ini digunakan peneliti untuk melakukan penelitian yang sifatnya membandingkan sejumlah objek.

Sebagai contoh: dilakukan sebuah penelitian berjudul "pengaruh metode belajar terhadap prestasi siswa". Peneliti kemudian menetapkan sebuah variabel kontrol berupa mata pelajaran kimia. Dengan melakukan hal ini, peneliti akan lebih mudah untuk mengetahui besarnya pengaruh metode belajar terhadap prestasi siswa.

Baca Juga: Demonstrasi - Pengertian, Penyebab, Faktor Pendukung, Cara Melakukan, Contoh dan Dampaknya.

3. Jenis-Jenis Variabel Berdasarkan Urgensi Faktual

Berdasarkan penting atau tidaknya alat untuk mengumpulkan data, variabel dibagi menjadi dua yaitu variabel konseptual dan variabel faktual.

  • Variabel Konseptual

Cariabel konseptual tidak bisa dilihat secara fakta karena tersembunyi dalam suatu konsep. Variabel ini hanya bisa dilihat dari segi indikatornya saja. Contoh variabel konseptual yaitu bakat, kinerja, motivasi belajar, minat, dan lain sebagainya.

  • Variabel Faktual

Berbeda dengan variabel konseptual, variabel ini sifatnya faktual (nilainya pasti). Contoh: usia, asal sekolah, agama, pendidikan, jenis kelamin dan lain sebagainya. Karena memiliki sifat pasti, data variabel faktual ini seharusnya akurat. Jika terjadi kesalahan, maka itu adalah salah respondennya karena tidak jujur saat memberikan data.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian variabel penelitian, ciri variabel penelitian, kegunaan variabel penelitian dan jenis variabel penelitian yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai variabel penelitian.

Baca Juga