Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis, Sistem dan Jadwal Pemberian Vaksin
Vaksin merupakan bahan antigenik yang digunakan untuk menambah kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah atau mengurangi infeksi yang disebabkan oleh makhluk hidup liar. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian vaksin berikut ini.

Vaksin sebenarnya terbuat dari mikroorganisme, seperti bakteri atau virus tertentu. Vaksin umumnya diberikan kepada anak-anak untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pemberian vaksin diharapkan bisa mencegah timbulnya penyakit atau infeksi. Sekarang ini, ada banyak sekali jenis vaksin yang beredar di kalangan masyarakat. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian vaksin, fungsi vaksin, jenis-jenis vaksin, sistem dan jadwal pemberian vaksin berikut ini.

Pengertian Vaksin

Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis, Sistem dan Jadwal Pemberian Vaksin
Pengertian Vaksin

Secara umum, vaksin diartikan sebagai zat antigenik yang mampu memberikan kekebalan aktif dan khas pada tubuh manusia. Atau dengan kata lain, vaksin merupakan bahan antigenik yang digunakan untuk menambah kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah atau mengurangi infeksi yang disebabkan oleh makhluk hidup liar. Berikut ini adalah pengertian vaksin menurut para ahli:

1. Menurut Muslihatun

Pengertian vaksin menurut Muslihatun adalah bahan yang digunakan untuk menstimulus dan merangsang pembentukan antibodi yang biasanya dimasukkan ke tubuh manusia melalui bagian mulut ataupun suntikan.

2. Menurut Hidayat

Pengertian vaksin menurut Hidayat adalah bahan yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia melalui suntikan. Contohnya seperti vaksin campak, vaksin DPT, dan vaksin BCG yang berguna untuk merangsang zat antibodi.

3. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 42 Tahun 2013

Pengertian vaksin menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 42 tahun 2013 adalah suatu antigen yang berwujud mikroorganisme yang sudah tak bernyawa lagi atau yang masih hidup namun kondisinya sudah lemah, yang beberapa bagiannya masih utuh dan telah mengalami proses pengolahan. Vaksin juga bisa berupa mikroorganisme yang telah diubah menjadi toksoid ataupun protein rekombinan yang bisa memberikan efek kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit infeksi tertentu.

Fungsi Vaksin

Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis, Sistem dan Jadwal Pemberian Vaksin
Fungsi Vaksin

Kata orang, mencegah lebih baik daripada mengobati. Kutipan yang satu ini pasti sangat sering kamu dengar karena tergolong populer di kalangan masyarakat. Kutipan ini sangat tepat dengan fungsi vaksin. Pemberian vaksin atau yang dikenal dengan istilah vaksinasi merupakan salah satu cara jitu untuk mencegah penyakit, terutama penyakit-penyakit infeksi yang menular yang disebabkan oleh bakteri ataupun virus seperti campak, polio, difteri, meningitis, tetanus, hepatitis, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Vaksin

Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis, Sistem dan Jadwal Pemberian Vaksin
Jenis-Jenis Vaksin

Vaksin dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut:

1. Live Attenuated Vaccine

Live Attenuated Vaccine adalah jenis vaksin yang mengandung mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Mikroorganisme yang digunakan telah terlebih dulu dihilangkan sifat virulensinya. Vaksin jenis ini memberikan respon imun yang panjang kepada tubuh manusia. Contoh dari vaksin jenis ini di antaranya campak, vaksin polio (Sabin), TBC, MMR (Measles, mumps dan rubella), demam tifoid, gondongan, dan cacar air (Varicella).

2. Inactivated Vaccine (Killed Vaccine)

Inactivated Vaccine adalah jenis vaksin yang berasal dari mikroorganisme yang telah dimatikan dengan menggunakan zat-zat kimia ataupun pemanasan. Contoh dari vaksin jenis ini adalah vaksin polio, rabies, influenza, pneumonia pneumokokal, kolera, pertusis dan demam tifoid.

3. Toxoid

Toxoid adalah senyawa racun atau toksik yang diinaktifkan agar tidak menyebabkan penyakit. Biasanya, vaksin ini terbuat dari bahan toksin kuman yang bersifat imunogenik. Hasil pengolahan toksoid yang sudah jadi disebut dengan natural fluid plain toxoid yang bisa merangsang pembentukan antibody yang berupa antitoksin. Akan tetapi, vaksin ini hanya bertahan efektif selama satu tahun. Contoh dari vaksin toxoid adalah vaksin difteri dan vaksin tetanus.

4. Subunit Vaccine

Vaksin ini terbuat dari bagian tertentu yang dimiliki virus atau bakteri dengan cara mengkloning gen virus atau bakteri tersebut melalui proses rekombinasi DNA. Contohnya seperti vaksin influenza, vaksin hepatitis B (mengandung protein dari permukaan virus), HPV (Human Papiloma Virus) (mengandung kapsid utama dari virus), dan vaksin Hemofilus Influenza tipe B (HIB).

5. Conjugate vaccine

Vaksin ini menggabungkan polisakarida pada lapisan terluar bakteri dengan protein lainnya dengan tujuan untuk memperkuat sifat imunogenitas yang dimiliki polisakarida. Contohnya seperti vaksin Haemophilus influenza type B.

6. Valence vaccine

Vaksin ini terbagi menjadi dua jenis yaitu vaksin monovalen dan polivalen. Vaksin monovalen dibuat untuk melawan satu mikroorganisme. Sedangkan, vaksin polivalen dibuat untuk melawan dua atau lebih mikroorganisme, baik yang sama ataupun berbeda jenisnya.

7. Experimental

Vaksin experimental merupakan vaksin hasil inovasi yang sedang dikembangkan oleh para ilmuwan. Vaksin ini memiliki beragam jenis, seperti vektor rekombinan, vaksin DNA, T-Cell Receptor (TCR) peptida, dan inhibitor microbial.

Baca Juga: Pengertian Litosfer, Fungsi, Pembagian, Komposisi, dan Macam-Macam Batuan Penyusunnya.

Sistem dan Jadwal Pemberian Vaksin

Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis, Sistem dan Jadwal Pemberian Vaksin
Sistem dan Jadwal Pemberian Vaksin

Tahukah kamu, sistem pemberian vaksin sebenarnya berbeda-beda. Ada yang cukup diberikan 1 kali saja seumur hidup untuk meningkatkan kekebalan tubuh, namun ada juga yang harus diberikan beberapa kali agar bisa memberikan perlindungan yang maksimal. Biasanya, vaksin diberikan pada anak-anak berusia di bawah satu tahun atau anak-anak yang usianya di atas satu tahun. Anak-anak yang berusia di bawah satu tahun mendapat vaksin lebih sering (hampir setiap bulannya). 

Vaksin tersebut ada yang diberikan 1 kali dan ada juga yang lebih dari 1 kali. Vaksin yang diberikan lebih dari 1 kali ini disebabkan karena antibody yang terbentuk belum mampu untuk memberikan perlindungan sehingga memerlukan pemberian vaksin lebih dari sekali.
Jadwal pemberian vaksin juga berbeda-beda untuk setiap jenis vaksin yang diperlukan anak-anak. Berikut ini adalah gambar tabel jadwal pemberian vaksin:

Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis, Sistem dan Jadwal Pemberian Vaksin
Tabel Jadwal Pemberian Vaksin

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian vaksin, fungsi vaksin, jenis-jenis vaksin, sistem dan jadwal pemberian vaksin yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai vaksin.

Baca Juga