Pengertian Uang - Sejarah, Jenis dan Fungsi
Uang merupakan kebutuhan setiap untuk melakukan berbagai macam transaksi. Selain itu seseorang setiap hari bekerja untuk mendapatkan uang. Namun tahukah kamu apa itu uang? Silahkan simak pembahasan tentang pengertian uang, sejarah, jenis dan fungsi uang berikut ini!

Uang telah menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Setiap hari manusia bekerja untuk mencari dan mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Karena uang inilah yang bisa digunakan untuk mendapatkan berbagai jenis barang yang diinginkan. Maka tidak heran ketika banyak orang yang berpikir bahwa uang adalah segala, meskipun tentu pendapat tersebut sedikit keliru.

Berikut ini pembahasan tentang pengertian uang, sejarah uang, jenis uang, dan fungsinya. Silahkan disimak!

Pengertian Uang

Pengertian Uang - Sejarah, Jenis dan Fungsi
Pengertian Uang

Secara sederhana Roberston mengutarakan pengertian uang sebagai segala sesuatu yang dapat diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang. Dari pengertian tersebut maka uang dapat dikatakan sebagai alat tukar yang sah dan disepakati secara umum dari segi nominal dan juga bahannya. Uang juga dapat dijadikan sebagai alat tukar yang berlaku untuk lingkup wilayah tertentu (negara). Pembuatan dan penggunaan uang sebagai alat tukar sepenuhnya diatur oleh pemerintah sebagai penentu kebijakan yang melakukan kontrol sosial ekonomi.

Baca juga: Pengertian Bank, Jenis dan Fungsinya.

Sejarah Uang

Pengertian Uang - Sejarah, Jenis dan Fungsi
Sejarah Uang

Uang berasal dari perkembangan kebutuhan manusia yang juga diikuti oleh tuntutan perkembangan pemikiran. Pada awalnya manusia memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Namun seiring perkembangan waktu, kebutuhan manusia terus meningkat. Maka untuk mendapatkan kebutuhannya yang diproduksi atau dihasilkan oleh orang lain dilakukan dengan cara menukarkan barang.

Kegiatan saling bertukar barang ini ternyata mengalami kelemahan karena nilai barang kadang dianggap tidak seimbang. Kelemahan inilah yang membuat manusia memikirkan sebuah alat tukar yang mampu mengukur nilai barang dengan alat tukar. Alat tukar tersebutlah yang kemudian dikenal dengan uang.

Dari waktu ke waktu uang terus mengalami perubahan, baik itu bahan yang digunakan maupun nominalnya.

Jenis Uang

Pengertian Uang - Sejarah, Jenis dan Fungsi
Jenis Uang

Secara umum uang terbagi menjadi dua jenis yaitu uang kartal dan uang giral.

1. Uang Kartal

Uang Kartal adalah alat tukar yang sah dan sudah diakui oleh badan keuangan yang digunakan masyarakat sebagai transaksi jual beli. Uang kartal memiliki bentuk fisik, dapat dibawa kemana-mana dan bisa digunakan untuk bertransaksi kapan saja dan dimana saja.

2. Uang Giral

Uang Giral adala uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan dan bisa diambil  kapan pun ketika mereka membutuhkan. Uang giral secara fisik memang tidak dimiliki namun ketika dibutuhkan dalam bentuk fisik bisa langsung dicairkan melalui bank tempat penyimpanan uang.

Bentuk Uang

Pengertian Uang - Sejarah, Jenis dan Fungsi
Bentuk Uang

Bentuk uang dilihat dari bahan pembuatannya dan juga keterlihatan bentuk fisiknya terbagi menjadi tiga yaitu uang kertas, uang logam, dan uang elektronik.

1. Uang kertas

Uang kertas adalah uang bahan dasar pembuatannya berupa kertas. Kertas yang digunakan sebagai bahan pembuat uang merupakan kertas khusus yang tidak mudah rusak dan tidak mudah dipalsukan.

2. Uang Logam

Uang logam adalah uang terbuat dari bahan logam. Uang jenis biasanya memiliki nominal yang lebih kecil dibandingkan uang kertas. 

3. Uang Elektronik

Uang elektronik merupakan jenis bentuk uang yang baru. Uang elektronik diluncurkan pemerintah sebagai jawaban atas kebutuhan transaksi masyarakat secara online. Bentuk uang ini memudahkan masyarakat dalam penggunaannya karena berbentuk virtual yang dapat diakses secara online.

Syarat Uang

Pengertian Uang - Sejarah, Jenis dan Fungsi
Syarat Uang

Dalam pembuatan uang sebagai alat tukar dan untuk keperluan berbaga jenis transaksi. Uang harus memenuhi syarat berikut.

1. Diterima Umum

Uang harus diterima oleh umum, artinya bahwa uang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan transaksi jual beli dengan nilai tukar yang telah dipahami oleh masyarakat secara umum. Penggunaan uang biasanya disesuaikan dengan negara masing-masing. Untuk Indonesia sendiri mata uangnya menggunakan Rupiah (Rp).

2. Mudah Disimpan

Uang mudah disimpan maksudnya adalah alat tukar tersebut tidak membutuhkan medium yang besar dalam penyimpanan. Untuk penyimpanan uang yang selama ini dipakai adalah dompet. Ukuran penyimpanan berupa dompet ini bentuknya tidak terlalu besar dan muat disaku atau disimpan di tas. Media penyimpanan tidak terlalu mencolok.

3. Mudah Dibawa

Uang sebagai alat transaksi harus mudah dibawa kemana-mana. Tentunya hal ini berhubungan dengan media penyimpanan dan ukuran uang. Oleh sebab itu uang dibuat dalam bentuk ukuran yang kecil dan berupa kertas atau logam. Uang kertas dengan nominal lebih besar lebih mudah dibawa kemana-mana dalam jumlah yang banyak.

4. Tidak Mudah Rusak

Uang dibuat dari bahan yang tidak mudah rusak. Uang kertas yang dipilih dari bahan kertas khusus mampu bertahan meskipun terendam oleh air. Uang ini tidak mudah robek meskipun basah.

5. Mudah Dibagi-bagi

Mudah dibagi-bagi maksudnya adalah nominal dari uang dapat ditukarkan dengan nominal lain. Misalnya nominal uang Rp. 100.000 bisa ditukar (dibagi) dengan uang dengan nominal Rp. 50.000 sebanyak 2 lembar, nominal 20.000 sebanyak 5 lembar dan seterusnya.

6. Mempunyai Kestabilan Nilai

Uang memiliki kestabilan nilai artinya nominal uang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Hal yang berpengaruh tentunya adalah kurs terhadap valuta asing. Namun sebuah uang dengan nominal tertentu biasanya memiliki nilai yang stabil dan digunakan untuk melakukan pertukaran (transaksi jual beli) dengan barang tertentu dengan nilai yang sama.

7. Jumlah Terbatas

Produksi uang hanya dilakukan terbatas agar menjaga kestabilan ekonomi. Sehingga dalam pembuatan uang dilakukan terbatas. 

8. Tidak Mudah Ditiru/Dipalsukan

Uang dibuat dengan bahan khusus dan teknologi khusus sehingga tidak mudah dipalsukan. Setiap uang memiliki penanda masing-masing yang dapat ditemukan secara kasat mata sehingga perbedaan antara uang palsu dan uang asli bisa diketahui.

Fungsi Uang

Pengertian Uang - Sejarah, Jenis dan Fungsi
Fungsi Uang

Uang pada dasarnya dikenal sebagai alat tukar yang sah disepakai secara umum oleh masyarakat. Namun selain itu masih terdapat fungsi lain dari uang dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Berikut ini penjelasannya.

1. Sebagai Alat Tukar

Uang merupakan alat tukar yang sah dan berlaku dalam negara tertentu. Uang dari satu negara dapat ditukarkan dengan uang dari negara lain dengan mengikuti nilai tukar mata uang yang berlaku. Pertukaran uang bisa dilakukan di money changer yang ada di setiap negara. Uang sebagi alat tukar dapat ditukarkan dengan barang yang diinginkan sesuai dengan nilai (harga) dari barang tersebut.

2. Sebagai Satuan Hitung

Uang merupakan sebagai satuan hitung dimana yang harus diperhatikan adalah nilai barang. Uang mempermudah masyarakat untuk mengetahui harga barang. Selain itu uang mempermudah masyarakat dalam pertukaran barang misalnya barang yan akan ditukar harus ada nilai nominalnya.

3. Sebagai Alat penyimpanan

Uang digunakan sebagai alat penyimpanan kekayaan. Seseorang bekerja setiap harinya untuk mengumpulkan uang sebagai aset yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Dengan adanya uang sebagai alat penyimpan kekayaan maka uang tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang mendesak seperti kebutuhan akan makanan, pakaian, dan kesehatan.

4. Sebagai Alat Pendorong Kegatan Ekonomi

Sebagai alat tukar yang sah dan berlaku secara umum. Uang memiliki peran penting dalam kegiatan perekonomian. Uang memiliki peran yang sangat vital dalam berbagai bentuk kegiatan perekonomian mulai dari perijinan sampai transaksi dan pembayaran pajak dari barang atau jasa yang menjadi produk bisnis.

Baca juga: Pengertian Pajak - Jenis, Fungsi dan Manfaat.

Demikian pembahasan tentang pengertian uang, sejarah, jenis dan fungsi uang. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan.

Baca Juga