Teks Pancasila, Proklamasi, Sumpah Pemuda dan UUD 1945
Teks Pancasila, Proklamasi, Sumpah Pemuda dan UUD – Sejarah Indonesia dapat dilihat dari berbagai macam hal. Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia terdapat Pancasila sebagai ideologi negara dan UUD 1945 yang mengatur segala hukum di Indonesia.

Sejarah Indonesia dapat dilihat dari berbagai macam hal. Dalam  Negara Kesatuan Republik Indonesia terdapat Pancasila sebagai ideologi negara dan UUD 1945 yang mengatur segala hukum di Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah tonggak dasar lepasnya penjajahan Belanda dan Jepang.  Tak hanya itu saja, peristiwa Sumpah Pemuda juga merupakan tonggak semangat pemuda untuk mendirikan negara Indonesia. Berikut dibahas lebih dalam tentang Teks Pancasila, Proklamasi, Sumpah Pemuda dan UUD 1945.

Teks Pancasila, Proklamasi, Sumpah Pemuda dan UUD 1945

Teks Pancasila, Proklamasi, Sumpah Pemuda dan UUD 1945
Teks Pancasila, Proklamasi, Sumpah Pemuda dan UUD 1945

Teks Pancasila

Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia yang berupa rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.  Pancasila terdiri dari dua kata dari bahasa Sansekerta yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas.

Lima sila Pancasila tercantum dalam paragraf keempat Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Pancasila dicetuskan oleh Soekarno lewat pidatonya pada 1 Juni 1945 yang merupakan hasil dari galian nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Kemudian tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.  Berikut isi teks Pancasila.

Pancasila
Teks Pancasila

PANCASILA

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa adalah memiliki makna bahwa kita sebagai umat beragama wajib percaya terhadap adanya Tuhan yang Maha Esa. Selain itu sebagai umat beragama dan warga negara diwajiban untuk hidup rukun saling menghargai dan menghormati antar sesama.

Sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab bermakna bahwa kita sebagai warga negara wajib menjunjung tinggi nilai budi pekerti. Kita diwajibkan mengakui bahwa seluruh bangsa memiliki martabat mulia dan derajat sama serta tidak ada perbedaan dalam hak dan kewajiban.

Sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia bermakna kebersamaan dan tidak tercerai berai antara sesama bangsa. Tugas kita sebagai warga negara adalah membangun rasa kebersamaan, bahu membahu dan bersatu padu dalam kesatuan. nasionalisme.

Sila keempat yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan bermakna pentingnya mengadakan musyawarah untuk mencapai mufakat. Sebagai warga negara kita diajak untuk ambil bagian dalam kehidupan politik atas dasar persamaan dan tanggung jawab sesuai kedudukannya.

Sila kelima yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia bermakna seluruh warga negara dituntut aktif mewujudkan keadilan. Selain itu juga perlu diwujudkan rasa aman, damai, makmur serta sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan kedudukan dan kemampuannya.

Proklamasi

Terdapat beberapa peristiwa penting yang melatar belakangi pembacaan naskah proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dimulai pada 12 Agustus 1945 melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam yang mengatakan pemerintahan Jepang akan memberikan kemerdekaan pada Indonesia. Hal ini disampaikan kepada perwakilan Indonesia yaitu Soekarno, Hatta dan Radjiman. Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.

Setibanya  Soekarno di Indonesia, Sutan Syahrir mendesak segera melakukan proklamasi karena menganggap bahwa pertemuan di Dalat adalah tipu muslihat Jepang. Gejolak tersebut makin memuncak pada 16 Agustus 1945 saat Syahrir bersama 15 pemuda menuntut Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.  Maka terjadilah perdebatan yang mengakibatkan penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok.  Penculikan tersebut bermaksud meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu. Setelah yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu, Soekarno-Hatta dan anggota PPKI pun menyiapkan naskah Proklamasi. Rapat tersebut berlangsung di rumah Laksamana Maeda.

Baca Juga: 15 Pemimpin Besar Revolusi yang Terkenang Sepanjang Sejarah Dunia

Tepat hari Jumat, 17 Agustus 1945 pada pukul 10.00 pagi akhirnya dilaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pembacaan naskah Proklamasi oleh Soekarno dan didampingi Mohammad Hatta. Pembacaan proklamasi ini tepatnya berada di kediaman Soekarno yaitu di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diketik oleh Sayuti Melik dan telah ditandatangani oleh Soekarno-Hatta.

Pembacaan naskah proklamasi dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih hasil jahitan Fatmawati. Pengibaran bendera merah putih pertama ini dilakukan oleh Latif Hendraningrat, S. Suhut dan Tri Murti.

Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda lahir dalam Kongres Pemuda II yang diselenggarakan  pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta.  Atas usulan Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yaitu organisasi pemuda pelajar dari seluruh Indonesia maka dilaksanakan Kongres Pemuda II. Anggota Kongres Pemuda II berasal dari berbagai perwakilan organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatranen Bond dan lain-lainnya.

Kongres Pemuda I diselenggarakan pada 30 April - 2 Mei 1926 di Jakarta. Hasil utama dari Kongres Pemuda I adalah mengakui dan menerima cita-cita persatuan Indonesia. Hasil lainnya yaitu berupaya untuk menghilangkan pandangan adat daerah yang kolot.

Sumpah Pemuda
Bunyi Sumpah Pemuda

Sedangkan Kongres Pemuda II dilaksanakan pada Minggu, 28 Oktober 1928 yang membahas tentang pentingnya pendidikan pada anak-anak baik di sekolah maupun di rumah. Pada Kongres Pemuda II ini, Sugondo Djojopuspito selaku ketua PPPI menyatakan bahwa dengan diadakannya kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan pemuda. Moehammad Yamin pun turut menambahkan tentang arti persatuan dan lima faktor yang dapat digunakan untuk persatuan Indonesia. Faktor tersebut adalah hukum adat, pendidikan, sejarah, bahasa dan kemauan.

Selain itu juga dibahas pentingnya nasionalisme dan demokrasi.  Sebelum Kongres Pemuda II ditutup, diperdengarkan lagu Indonesia Raya karya Wage Wadolf Soepratman. Setelah itu kongres ditutup dengan pengumuman hasil kongres yang kini dikenal dengan Sumpah Pemuda.

UUD 1945

Undang-Undang Negara Republik Indonesia tahun 1945 adalah hukum dasar tertulis yang mengatur pemerintahan negara Republik Indonesia.  Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) memegang peranan penting dalam penyusunan rancangan UUD 1945. Dalam sidang pertamanya pada 28 Mei – 1 Juni 1945 BPUPKI menyampaikan gagasan Pancasila sebagai dasar negara.

UUD 1945 ini disahkan sebagai undang-undang dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Kemudian pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 29 Agustus 1945.

UUD 1945
UUD 1945

UUD 1945 telah mengalami 4 kali amandemen dalam kurun waktu 1999-2002.  Tujuan amandemen UUD 1945 adalah menyempurnakan aturan dasar seperti aturan tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM serta pembagian kekuasaan. Selain itu juga sebagai eksistensi negara demokrasi dan negara hukum serta hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 ini dengan satu kesepakatan yaitu tidak mengubah Pembukaan UUD 1945.

Dengan mengetahui seluk beluk Teks Pancasila, Proklamasi, Sumpah Pemuda dan UUD 1945 tentunya dapat menambah wawasan pengetahuan. Keberadaan Teks Pancasila, Proklamasi, Sumpah Pemuda dan UUD 1945 ini merupakan tonggak sejarah bagi Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. 

Baca Juga