Teks Deskripsi - Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Unsur Kebahasaan, Pola Pengembangan dan Jenisnya
Teks deskripsi merupakan jenis teks di mana ide utamanya disampaikan dengan cara menggambarkan objek, tempat, atau peristiwa tertentu secara jelas dan detail kepada para pembaca. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian, ciri, tujuan, struktur, unsur kebahasaan, pola pengembangan dan jenis-jenis teks deskripsi berikut ini.

Teks deskripsi merupakan salah satu jenis teks yang seringkali kita temui dalam kehidupan nyata. Teks ini sangat membantu pembaca dalam memahami objek atau peristiwa tertentu yang terjadi dalam suatu cerita. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian, ciri, tujuan, struktur, unsur kebahasaan, pola pengembangan dan jenis-jenis teks deskripsi berikut ini.

Pengertian Teks Deskripsi

Teks Deskripsi - Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Unsur Kebahasaan, Pola Pengembangan dan Jenisnya
Pengertian Teks Deskripsi

Secara umum, teks deskripsi merupakan jenis teks di mana ide utamanya disampaikan dengan cara menggambarkan objek, tempat, atau peristiwa tertentu secara jelas dan detail kepada para pembaca, sehingga pembaca seperti merasakan secara langsung apa yang dijelaskan dalam teks tersebut.

Sedangkan pengertian teks deskripsi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Menurut Keraf (1995)

Teks deskripsi adalah suatu wacana yang digunakan untuk menyampaikan hal / objek pembicaraan sehingga para pembaca seperti melihat sendiri objek tersebut secara langsung.

2. Menurut Tarigan (1994)

Teks deskripsi adalah jenis tulisan yang menggambarkan sebuah kisah dengan tujuan agar pembaca bisa mengetahui, memahami dan merasakan apa yang terjadi dalam teks tersebut, seperti suasana hati, dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Teks Deskripsi

Teks Deskripsi - Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Unsur Kebahasaan, Pola Pengembangan dan Jenisnya
Ciri-Ciri Teks Deskripsi

Untuk bisa membedakan teks deskripsi dengan jenis teks lainnya, kamu harus memahami terlebih dahulu seperti apa ciri-ciri sebuah teks deskripsi. Berikut ini adalah ciri-cirinya:

1. Terdapat paragraf yang menggambarkan / melukiskan sesuatu, baik itu objek, peristiwa ataupun latar tertentu.

2. Isi paragraf digambarkan / dijelaskan dalam bentuk kalimat yang sangat jelas dan detail, serta melibatkan kesan yang ditangkap oleh panca indera.

3. Saat pembaca membaca teks deskripsi, ia seperti merasakan apa yang terjadi dalam teks tersebut (seolah-olah menyaksikannya secara langsung).

4. Objek yang menjadi topik biasanya akan dijelaskan secara rinci, seperti bagaimana bentuknya, bagaimana warnanya, atau bagaimana kondisi objek secara rinci.

Tujuan Teks Deskripsi

Tujuan dari pembuatan teks deskripsi adalah untuk membuat pembaca seolah-olah berada di lokasi kejadian, ikut melihat, merasakan, mengalami dan mendengar suatu peristiwa / kejadian. Agar pembaca bisa memperoleh kesan yang sempurna, pembuat teks deskripsi harus bisa menggambarkan objek secara rinci, dengan menggunakan kesan, fakta dan citraan.

Struktur Teks Deskripsi

Teks Deskripsi - Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Unsur Kebahasaan, Pola Pengembangan dan Jenisnya
Struktur Teks Deskripsi

Agar sebuah teks bisa disebut sebagai teks deskripsi, teks tersebut harus memenuhi struktur sebagai berikut:

1. Deskripsi Umum

Deskripsi umum merupakan bagian awal dari sebuah teks deskripsi. Bagian ini berusaha mengenalkan identitas seseorang, benda, atau objek tertentu.

2. Deskripsi Bagian

Deskripsi bagian merupakan bagian yang menjelaskan objek secara detail dengan cara memberi gambaran sejelas mungkin.

3. Penutup

Penutup merupakan bagian akhir dari teks deskripsi. Biasanya penutup berisi kesimpulan atau kalimat penegasan seputar hal-hal yang penting.

Unsur Kebahasaan Teks Deskripsi

Teks Deskripsi - Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Unsur Kebahasaan, Pola Pengembangan dan Jenisnya
Unsur Kebahasaan Teks Deskripsi

Berikut ini adalah unsur kebahasaan yang dimiliki oleh suatu teks deskripsi:

1. Rujukan Kata

Rujukan kata adalah satu kata yang merujuk pada kata lain, yang menunjukkan hubungan / keterkaitan. Biasanya rujukan kata ini berkaitan dengan kata ganti, seperti kata ganti orang, kata ganti milik, dan kata ganti penunjuk.

2. Kata Berimbuhan

Kata berimbuhan adalah jenis kata dasar yang mendapat awalan (prefiks), sisipan (infiks), atau akhiran (sufiks).

Contoh: penari (tari), bermain (main), menyanyi (nyanyi), dan lain sebagainya.

3. Kata Penghubung (Konjungsi)

Kata penghubung merupakan jenis kata yang berfungsi sebagai penghubung antar kata, frasa, klausa, atau kalimat. Kata penghubung dibedakan menjadi dua, yaitu konjungsi intrakalimat dan konjungsi antarkalimat.

Konjungsi intrakalimat digunakan dalam satu kalimat. Contoh: Tari Saman merupakan jenis tari yang digunakan untuk menyampaikan dakwah dan biasanya ditarikan oleh laki-laki.

Sedangkan konjungsi antar kalimat digunakan untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain. Contoh: Ki Hajar Dewantara berasal dari keluarga keraton. Akan tetapi, ia sangat dekat dengan masyarakat sekitar.

4. Kelompok Kata (Frasa)

Kelompok kata adalah kumpulan dari dua kata atau lebih yang memiliki arti baru. Contoh: saputangan.

5. Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku merupakan kata yang penulisannya sesuai dengan aturan bahasa indonesia (KBBI). Biasanya kata baku digunakan dalam kalimat resmi, sedangkan kata tidak baku merupakan kebalikannya.

6. Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca

Dalam teks deskripsi, tentu saja terdapat penggunaan huruf kapital dan tanda baca.

Baca Juga: Teks Anekdot - Pengertian, Struktur, Ciri, Kaidah dan Contohnya.

Pola Pengembangan Teks Deskripsi

Pola pengembangan teks deskripsi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Pola pengembangan teks deskripsi subjektif

Pada pola pengembangan ini, suatu objek digambarkan berdasarkan kesan yang dimiliki oleh pembuat teks deskripsi. Dengan kata lain, penulis menyampaikan opini / pendapat pribadinya tentang kondisi yang dimiliki objek tersebut.

2. Pola pengembangan teks deskripsi spatial

Pada pola pengembangan ini, objek yang digambarkan hanya boleh berupa tempat atau ruang.

3. Pola pengembangan teks deskripsi objektif

Pada pola pengembangan ini, objek digambarkan apa adanya berdasarkan kondisi objek yang sebenarnya, tanpa adanya opini / pendapat pribadi dari si pembuat teks.

Jenis-Jenis Teks Deskripsi

Teks Deskripsi - Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Unsur Kebahasaan, Pola Pengembangan dan Jenisnya
Jenis-Jenis Teks Deskripsi

Secara umum, teks deskripsi dibagi menjadi dua jenis yaitu:

1. Teks Deskripsi Imajinatif (Impresionis)

Teks deskripsi imajinatif merupakan jenis teks deskripsi yang menggambarkan tempat atau lokasi berlangsungnya suatu kejadian. Gambaran ini dibuat dari berbagai sudut pandang sehingga pembaca bisa mengetahui gambaran tempat kejadian dengan jelas.

2. Teks Deskripsi Faktual (Ekspositoris)

Teks deskripsi faktual merupakan jenis teks deskripsi yang menggambarkan objek atau orang tertentu secara apa adanya. Agar pembaca bisa mengetahui gambaran objek tersebut dengan jelas, pembuat teks harus bisa melukiskannya dari beberapa sudut pandang.

Semakin rinci pelukisannya, maka akan semakin bagus gambaran ceritanya dalam benak pembaca. Jika objek yang dilukiskan adalah orang, sebaiknya pembuat teks melukiskan aspek fisik dan aspek rohaninya. Aspek rohani merupakan aspek yang tidak bisa dilihat secara fisik, seperti perasaan, watak, bakat, kemampuan, peran, dan lain sebagainya.

Baca Juga