Pengertian Tata Surya, Teori Terbentuknya Tata Surya, dan Susunan Tata Surya
Tata surya merupakan kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar yang dikenal dengan sebutan matahari, dan seluruh objek-objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian tata surya berikut ini.

Tata surya bukanlah istilah yang asing lagi dalam kehidupan manusia. Pasalnya, istilah ini seringkali ditemukan dalam pelajaran IPA. Lantas, apa itu pengertian tata surya yang sebenarnya? Simak pembahasan lengkap tentang pengertian tata surya, teori terbentuknya tata surya, dan susunan tata surya berikut ini.

Pengertian Tata Surya

Pengertian Tata Surya, Teori Terbentuknya Tata Surya, dan Susunan Tata Surya
Pengertian Tata Surya

Tata surya merupakan kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar yang dikenal dengan sebutan matahari, dan seluruh objek-objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut meliputi delapan buah planet, lima buah planet kerdil, 173 satelit alami, serta jutaan benda langit lainnya (seperti meteor, komet, asteroid, dan lain sebagainya). Berikut ini adalah pengertian tata surya menurut para ahli:

1. Menurut Dian Sinaga

Pengertian tata surya menurut Dian Sinaga adalah sistem antariksa yang saling terikat gravitasi, di mana ada matahari dan benda langit yang mengitarinya secara langsung ataupun tidak langsung.

2. Menurut Cahyani Eka Romadhoni

Pengertian tata surya menurut Cahyani Eka Romadhoni adalah kumpulan benda langit di mana matahari sebagai pusatnya.

3. Menurut Abdul Hadi

Pengertian tata surya menurut Abdul Hadi adalah sistem yang terdiri dari matahari sebagai pusatnya, serta dikelilingi oleh planet, komet, meteor, satelit, dan asteroid.

Teori Terbentuknya Tata Surya

Pengertian Tata Surya, Teori Terbentuknya Tata Surya, dan Susunan Tata Surya
Teori Terbentuknya Tata Surya

Ada beberapa teori yang dicetuskan para ahli tentang proses terbentuknya tata surya:

1. Teori Nebula (Teori Kabut)

Teori ini dicetuskan oleh Immanuel Kant dan Pierre Simon de Laplace. Menurut mereka, matahari dan planet terbentuk dari suatu kabut pijar yang berputar di dalam jagat raya. Putaran tersebut membuat kabut berbentuk lingkaran seperti sebuah bola yang besar. Semakin kecil bola tersebut, maka semakin cepat putarannya. Hal ini membuat bola tersebut memepet pada kutubnya dan melebar pada bagian equatornya. Akibatnya beberapa massa dari kabut tersebut membentuk gumpalan padat yang disebut dengan planet dan satelitnya. Sedangkan bagian tengah kabut yang berpijar tetap berbentuk gas pijar yang kita namakan dengan sebutan matahari.

2. Teori Planetesimal

Teori planetesimal dicetuskan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton. Menurut mereka, tata surya terbentuk karena adanya bintang lain yang posisinya berdekatan dengan matahari sehingga terjadi tarik-menarik gas dan materi ringan yang terdapat di bagian tepi. Akibat pengaruh gaya gravitasi, sebagian materi terlempar keluar dari permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi tersebut kemudian menyusut dan membentuk gumpalan yang dinamakan planetesimal. Planetesimal ini akhirnya mendingin dan menjadi planet yang mengelilingi matahari.

3. Teori Pasang Surut

Teori pasang surut dikemukakan oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys. Menurut mereka, planet bisa terbentuk karena adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari. Hal ini mengakibatkan tertariknya sejumlah materi dari matahari dan bintang. Setelah bintang tersebut pergi, terjadi proses pasang surut karena gaya tarik bulan. Massa matahari kemudian membentuk gumpalan gas di sekeliling matahari dengan ukuran yang beragam. Gumpalan itu membeku dan kemudian membentuk sejumlah planet yang ukurannya berbeda-beda.

Baca Juga: Pengertian Jurnalistik, Sejarah, Produk Utama, Aktivitas, dan Jenisnya.

Susunan Tata Surya

Pengertian Tata Surya, Teori Terbentuknya Tata Surya, dan Susunan Tata Surya
Susunan Tata Surya

Susunan anggota tata surya adalah sebagai berikut:

1. Matahari

Matahari adalah pusat atau komponen utama dari sistem tata surya. Matahari berukuran sekitar 332.830 lebih besar dari massa bumi. Massa yang begitu besar membuat kepadatan intinya cukup besar untuk mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Berikut ini adalah ciri yang dimiliki matahari:

a. Memancarkan sumber energinya ke segala arah.

b. Merupakan sebuah bintang yang menjadi pusat dari tata surya.

c. Di mata manusia, matahari terlihat sangat besar. Tapi pada jagat raya, matahari sebenarnya termasuk bintang berukuran kecil.

d. Energi yang dipancarkan oleh matahari menjadi sumber kehidupan manusia di muka bumi.

e. Ukuran garis tengah matahari 100 kali lebih besar dari bumi. Apabila matahari kita anggap sebagai tempat kosong, matahari bisa menampung lebih dari satu juta bumi.

2. Planet

a. Merkurius

Merkurius merupakan planet dalam yang posisinya paling dekat dengan matahari. Jaraknya ke matahari sekitar 58 juta km, dan diameternya sekitar 4880 km. Merkurius tidak mengandung atmosfer dan suhu di sekitar planet berkisar antara 200 hingga 400 derajat celcius. Gravitasi Merkurius hanya sepertiga kali dari gravitasi yang dimiliki bumi.

b. Venus

Venus merupakan planet yang paling dekat dengan planet bumi. Diameternya sekitar 12.04 km dan jaraknya ke matahari sekitar 106 juta km. Waktu yang dibutuhkan untuk revolusi sekitar 224 hari dan permukaan Venus ditutupi oleh awan tebal. Yang menarik dari Venus adalah terdapat formasi batuan muda dan pegunungan tua. Selain itu, atmosfernya berbentuk debu kering yang terdiri dari unsur CO2, N, dan O2.

c. Bumi

Bumi merupakan satu-satunya planet yang dihuni makhluk hidup dengan baik. Planet ini memiliki satu buah satelit alami, berupa bulan. Di dalam bumi, terdapat lapisan biosfer dan lapisan litosfer. Lapisan biosfer terdiri atas unsur nikel dan ferum, dengan ketebalan mencapai 3470 km. Sedangkan lapisan litosfer terdiri dari lapisan sial dan sima.

d. Mars

Planet Mars dikenal dengan sebutan planet merah. Jaraknya ke matahari sekitar 228 juta km. Waktu rotasinya 24 jam, sedangkan waktu revolusinya 687 hari. Planet ini mempunyai dua buah satelit yaitu Delmos dan Phobos. Satelit Delmos terbit dan terbenam seperti halnya bulan pada bumi.

e. Yupiter

Pengertian Tata Surya, Teori Terbentuknya Tata Surya, dan Susunan Tata Surya
Yupiter

Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya. Diameternya sekitar 130.000 km dan jaraknya ke matahari sekitar 778 juta km. Struktur planet ini hampir sama dengan struktur matahari, sebagian besar disusun oleh hidrogen dan juga campuran dari helium, NH3, amoniak, dan metan.

f. Saturnus

Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Yupiter. Jarak rata-rata ke matahari sekitar 1426 juta km. Waktu yang dibutuhkan untuk rotasi 10 jam, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk revolusi adalah 29,5 tahun. Saturnus mempunyai 17 satelit dan juga tiga buah cincin.

g. Uranus

Uranus memiliki jarak yang cukup jauh dengan matahari, yakni sekitar 2869 juta km. Di dalam planet Uranus, ditemukan zat helium, hidrogen, dan metan. Keistimewaan planet ini adalah letak sumbu rotasinya yang sebidang dengan bidang revolusinya. Di Uranus, matahari bergerak dari arah utara ke selatan dalam periode revolusinya.

h. Neptunus

Pengertian Tata Surya, Teori Terbentuknya Tata Surya, dan Susunan Tata Surya
Neptunus

Neptunus merupakan planet yang jaraknya paling jauh dari matahari, yakni sekitar 4495 juta km. Planet ini mempunyai dua buah satelit, yaitu Triton dan Nereid. Triton berdiameter 4000 km dan bentuknya mirip dengan Pluto. Sedangkan Nereid berdiameter 2000 km dan posisinya berjarak lebih jauh dari planet Bumi.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian tata surya, teori terbentuknya tata surya, dan susunan tata surya yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai tata surya.

Baca Juga