Sudut Pandang - Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Sudut pandang merupakan cara pandang penulis ketika menyampaikan suatu jalan cerita agar ceritanya lebih hidup dan bisa dipahami dengan baik oleh pembaca atau para pendengarnya. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap mengenai pengertian, jenis, dan contoh sudut pandang berikut ini.

Sudut pandang seringkali kita temukan saat membaca karya fiksi, seperti novel, cerpen, dan lain sebagainya. Sayangnya, masih banyak orang yang bingung tentang sudut pandang yang ada dalam suatu cerita. Simak pembahasan lengkap mengenai pengertian, jenis, dan contoh sudut pandang berikut ini.

Pengertian Sudut Pandang

Sudut Pandang - Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Pengertian Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan cara pandang penulis ketika menyampaikan suatu jalan cerita agar ceritanya lebih hidup dan bisa dipahami dengan baik oleh pembaca atau para pendengarnya. Dengan kata lain, sudut pandang adalah cara penulis menempatkan dirinya dalam cerita yang ia rancang.

Sudut pandang atau yang dikenal dengan istilah point of view ini bisa dibilang termasuk sebuah teknik bercerita yang membuat alur dan cara penyampaian suatu cerita menjadi berbeda dengan cerita lain. Dengan adanya sudut pandang, penulis bisa memilih, apakah mau menyampaikan cerita dari posisi tokoh utama, atau mau menjadi orang lain dalam cerita tersebut.

Berikut ini adalah pengertian sudut pandang menurut para ahli:

1. Pengertian Sudut Pandang Menurut Aminudin (1995)

Sudut pandang merupakan cara penulis untuk menampilkan tokoh dalam cerita yang ia buat. Ada berbagai cara penulis untuk menempatkan dirinya dalam sebuah cerita, seperti sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang ketiga, sudut pandang narator, dan juga sudut pandang serba tahu.

2. Pengertian Sudut Pandang Menurut Heri Jauhari

Sudut pandang, atau yang disebut juga sebagai pusat narasi, merupakan faktor yang menentukan gaya dan corak suatu cerita. Pengarang bebas menentukan sudut pandang atau siapa tokoh yang akan menceritakan kisah tersebut. Tentunya detail cerita yang akan disampaikan bergantung pada sudut pandang dari tokoh yang dipilih pengarang.

3. Pengertian Sudut Pandang Menurut Atar Semi (1988)

Sudut Pandang - Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Pengertian Sudut Pandang Menurut Atar Semi (1998)

Sudut pandang atau pusat pengisahan adalah posisi yang dimiliki seorang penulis dalam cerita. Sudut pandang juga bisa diartikan sebagai cara pandang penulis dalam melihat berbagai peristiwa yang terjadi dalam suatu cerita. Menurutnya, sudut pandang ini dibagi menjadi empat jenis, antara lain penulis sebagai tokoh, penulis sebagai tokoh sampingan, penulis sebagai orang ketiga, dan penulis sebagai narator.

4. Pengertian Sudut Pandang Menurut Montaqua dan Henshaw

Sudut pandang merupakan hal yang sangat penting dalam suatu cerita. Sebab, sudut pandang akan menentukan bagaimana suatu cerita akan disampaikan kepada para pembaca. Tokoh yang berbeda tentunya akan menyampaikan jalan cerita dengan cara yang berbeda.

Jenis dan Contoh Sudut Pandang

Sudut Pandang - Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Jenis dan Contoh Sudut Pandang

Menurut teori sastra, sudut pandang sebenarnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya dilengkapi dengan contoh sudut pandang berikut ini.

1. Sudut pandang orang pertama

Sudut Pandang - Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Sudut pandang orang pertama

Biasanya sudut pandang orang pertama menggunakan kata ganti berupa "aku", "saya", atau "kami". Jika pengarang menggunakan sudut pandang orang pertama, ceritanya akan terasa lebih hidup di mata pembaca. Sebab, pembaca seolah-olah menjadi salah satu tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut dan merasakan setiap peristiwa yang terjadi / menimpa tokoh tersebut.

Sudut pandang orang pertama dibagi lagi menjadi beberapa jenis:

  • Sudut pandang orang pertama (tokoh utama)

Pada sudut pandang ini, penulis akan 'masuk' ke dalam cerita sebagai tokoh utama atau tokoh sentral. Semua hal yang berhubungan dengan pikiran, perasaan, tingkah laku, atau kejadian yang menimpa tokoh utama akan digambarkan oleh tokoh "aku". Dengan kata lain, tokoh "aku" akan menjadi pusat atau inti dari cerita. Jika ada kejadian yang menimpa tokoh lain, peristiwa tersebut akan diceritakan sesuai hubungannya dengan tokoh "aku".

Contoh:

Aku sedang mengamati lemari jam yang berdiri kaku di ruangan tersebut. Ukiran kayu jati yang bertuliskan huruf Jawa kuno menjadi saksi bisu kelahiranku. 15 tahun lalu, aku dilahirkan di tempat ini.....dst

  • Sudut pandang orang pertama (tokoh sampingan)

Pada sudut pandang ini, tokoh "aku" bukanlah tokoh utama. Melainkan tokoh pendukung atau tokoh tambahan dalam suatu cerita. Kehadirannya penting karena memberi penjelasan seputar cerita kepada pihak pembaca. Dengan kata lain, tokoh "aku" di sini menjadi saksi dari sejumlah peristiwa yang dialami (dilakukan) oleh tokoh utama.

Contoh:

Brak!!!! Aku dibuat kaget dengan bunyi pintu dari kamar sebelahku. Leony buru-buru pergi sambil lari tunggang langgang. Sepertinya ia terlambat bangun. Leony merupakan gadis yang manis dan ramah pada semua orang. Tak heran jika ada banyak orang yang menyukainya.

Baca Juga: Pengetahuan - Pengetahuan, Faktor Yang Mempengaruhi, Jenis, dan Sumbernya.

2. Sudut pandang orang ketiga

Pada sudut pandang ini, kata ganti yang digunakan adalah "dia", "ia", nama tokoh, atau "mereka". Nantinya tokoh utama akan diceritakan penulis berdasarkan sudut pandang orang lain (sudut pandang orang ketiga). Sudut pandang orang ketiga dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Sudut pandang orang ketiga (serba tahu)
Sudut Pandang - Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Sudut pandang orang ketiga (serba tahu)

Pada sudut pandang ini, penulis sepertinya serba tahu dan menceritakan hal apapun yang berkaitan dengan tokoh utama. Ia bisa mengetahui sifat, kepribadian, pikiran, perasaan tokoh utama, bahkan latar belakang penyebab terjadinya suatu peristiwa.

Contoh:

Sudah tiga bulan ini, Lala terjun di dunia tarik suara. Akan tetapi, kedua orangnya tidak merestui jalur karier yang ia pilih. Ia sampai beradu pendapat dengan sang ayah yang dikenal berwatak keras. Keduanya sempat bersitegang sebelum akhirnya dilerai oleh sang ibu dengan derai air mata.

  • Sudut pandang orang ketiga (pengamat)

Sebenarnya sudut pandang ini hampir sama dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Hanya saja pada sudut pandang ini, penulis menyampaikan cerita sebatas pengetahuan yang ia miliki. Pengetahuan ini ia dapat setelah berpikir, melihat, mendengar, mengalami, atau merasakan kejadian yang terjadi dalam suatu cerita.

Contoh:

Entah apa yang sebenarnya terjadi dengannya seminggu belakangan ini. Setelah pulang dari kantor, wajahnya langsung masam. Ia juga belum berbicara selama seminggu belakangan ini. Apa mungkin ini karena hubungan dia dan sang kekasih yang tidak direstui oleh keluarga?

Selain sudut pandang di atas, masih ada beberapa sudut pandang lain, seperti sudut pandang campuran, dan sudut pandang orang kedua. Namun yang paling sering digunakan adalah sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

Baca Juga