Storyboard - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Manfaat, Tujuan dan Cara Membuatnya
Storyboard merupakan sketsa gambar yang sengaja disusun secara berurutan berdasarkan isi sebuah naskah cerita. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian, sejarah, fungsi, manfaat, tujuan dan cara membuat storyboard berikut ini.

Apa kamu tahu apa yang dimaksud dengan storyboard? Istilah ini biasanya dikenal oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia multimedia / desain grafis. Karena storyboard berkaitan dengan gambar-menggambar. Bentuknya berupa sketsa gambar rangkaian peristiwa yang ada dalam suatu film / video pendek. 

Pembuatan storyboard ini sangat penting, terutama jika yang dibuat adalah film animasi. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian, sejarah, fungsi, manfaat, tujuan dan cara membuat storyboard berikut ini.

Pengertian Storyboard

Storyboard - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Manfaat, Tujuan dan Cara Membuatnya
Pengertian Storyboard

Storyboard atau yang sering disebut dengan papan cerita, merupakan sketsa gambar yang sengaja disusun secara berurutan berdasarkan isi sebuah naskah cerita. Dengan adanya storyboard, pengarang cerita akan lebih mudah untuk menyampaikan ide cerita kepada orang lain. Sebab, pengarang cerita bisa memberikan bayangan sebuah jalan cerita dengan menyajikan beberapa gambar dalam bentuk storyboard.

Storyboard juga bisa diartikan sebagai naskah cerita yang disajikan dalam bentuk sketsa gambar, yang disusun secara berurutan dan bermanfaat untuk menjelaskan alur cerita ataupun mempermudah dalam pengambilan gambar. 

Sedangkan pengertian storyboard menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Menurut Halas

Storyboard merupakan rangkaian gambar yang dibuat secara manual untuk menggambarkan / menjelaskan suatu jalan cerita.

2. Menurut Luther

Storyboard diartikan sebagai deskripsi yang terdapat pada setiap scene yang bertujuan untuk menggambarkan objek multimedia dan perilakunya secara jelas.

Sejarah Storyboard

Storyboard - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Manfaat, Tujuan dan Cara Membuatnya
Sejarah Storyboard

Storyboard pertama kali dibuat pada tahun 1933 oleh seorang animator bernama Webb Smith. Saat itu, ia memiliki gagasan untuk membuat storyboard setelah melihat beberapa gambar terpisah yang tersusun rapi di sebuah papan buletin untuk membentuk suatu alur cerita.

Saat ini, storyboard sering dimanfaatkan dalam dunia multimedia seperti pembuatan film atau desain grafis. Sebab dengan adanya storyboard, seseorang bisa dengan mudah membuat sketsa gambar rangkaian peristiwa untuk sebuah film atau video pendek.

Fungsi Storyboard

Storyboard - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Manfaat, Tujuan dan Cara Membuatnya
Fungsi Storyboard

Secara umum, storyboard berfungsi sebagai media yang berguna dalam hal penyampaian ide atau gagasan. Pada storyboard, kita bisa memberikan sejumlah informasi tambahan seperti arahan audio, penjelasan gambar, dan lain sebagainya. Sedangkan fungsi lain dari storyboard adalah sebagai berikut:

1. Storyboard berfungsi untuk menggambarkan jalan cerita yang ada dalam sebuah film / video pendek secara garis besar, mulai dari bagian awal, bagian tengah, hingga bagian akhir.

2. Storyboard juga berfungsi sebagai media untuk membuat perencanaan di suatu film / video pendek.

3. Secara keseluruhan, storyboard berfungsi untuk mempermudah dalam proses pembuatan dan pemahaman alur cerita. Saat ini, storyboard bahkan juga dimanfaatkan dalam pembuatan game. Storyboard digunakan untuk membuat sketsa alur game mulai dari tahap awal hingga akhir.

Manfaat Storyboard

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan storyboard:

1. Mempermudah dan mempercepat dalam pembuatan suatu film (baik itu film pendek atau film animasi), video pendek, dan lain sebagainya.

2. Bisa dipakai untuk mempermudah orang lain dalam memahami jalan cerita.

3. Bisa dipakai untuk mengingatkan animator tentang alur yang terdapat dalam suatu cerita.

4. Menunjukkan segi artistik dari suatu film / video pendek.

5. Memperlihatkan tata letak visual dari sebuah adegan, misalnya bagaimana tata letak adegan utama dari sudut pandang lensa kamera.

Tujuan Storyboard

Sebuah storyboard pasti dibuat karena memiliki tujuan tertentu. Simak beberapa tujuan pembuatan storyboard berikut ini:

1. Sebagai alat untuk memandu beberapa orang yang terlibat dalam produksi film / video pendek, seperti sutradara, aktor / aktris, kameramen, bagian lighting, dan lain sebagainya.

2. Membantu seorang pembuat film dalam memvisualisasikan ide / gagasan yang ia miliki.

3. Sebagai alat untuk menyampaikan / menceritakan ide film kepada orang lain.

4. Menjelaskan alur kejadian yang terdapat dalam suatu cerita.

5. Membantu pembuat cerita dalam penentuan timing yang tepat. Pembuat cerita jadi bisa membayangkan bagaimana frame yang akan terbentuk, bagaimana sudut pandang kamera, serta bagaimana kesinambungan antara elemen-elemen yang ada pada suatu frame.

Baca Juga: Buku Digital - Pengertian, Fungsi, Kelebihan, Kekurangan dan Jenis Formatnya.

Cara Membuat Storyboard

Storyboard - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Manfaat, Tujuan dan Cara Membuatnya
Cara Membuat Storyboard

Sebenarnya cara membuat storyboard ini tidaklah susah. Kamu hanya perlu mengikuti beberapa langkah pembuatan storyboard berikut ini:

1. Sebelum membuat storyboard, sebaiknya pembuat cerita terlebih dahulu membuat rincian naskah, serta memikirkan grafik dan visual secara detail (terperinci).

2. Catat poin-poin penting, baik itu ide ataupun konsep yang akan ditampilkan dalam bentuk storyboard.

3. Pilih media yang akan digunakan untuk membuat storyboard. Kamu bisa membuatnya secara manual dengan tulisan dan gambar coretan di media kertas ataupun menggunakan aplikasi komputer seperti Microsoft Word atau aplikasi multimedia lainnya.

4. Buatlah gambar sketsa kasar, dilengkapi dengan penjelasan mengenai langkah-langkah dan keterangan yang akan dibutuhkan dalam proses pembuatan suatu film / video pendek.

5. Untuk adegan utama, ada baiknya dilakukan visualisasi secara nyata.

6. Pastikan kalau yang ditampilkan dalam storyboard memuat informasi sebagai berikut:

  • Sketsa / gambaran tentang layar, halaman, ataupun frame.
  • Warna, bentuk, dan juga ukuran grafik jika memang diperlukan.
  • Teks asli. Hal ini berlaku jika ditampilkan dalam bentuk halaman atau layar.
  • Jika menggunakan teks, sebaiknya cantumkan informasi warna, ukuran, dan tipe tulisan.
  • Narasi (jika diperlukan).
  • Animasi (jika diperlukan).
  • Video (jika diperlukan).
  • Audio (jika diperlukan).
  • Interaksi dengan penonton (jika diperlukan).
  • Serta hal-hal lain yang sekiranya harus diketahui oleh pihak produksi.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian, sejarah, fungsi, manfaat, tujuan dan cara membuat storyboard yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai storyboard.

Baca Juga