Sistem Politik - Pengertian, Tujuan, Macam dan Struktur
Sistem politik merupakan suatu sistem yang terdapat pada sebuah negara yang di dalamnya telah memiliki organisasi. Sistem politik bertujuan untuk mengatur pemerintahan dan mempertahankan kekuasaan agar tetap kokoh. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap pengertian, tujuan, macam dan struktur sistem politik.

Suatu negara pasti memiliki Sistem Politik yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan keadaan politik suatu negara tersebut. Sistem politik sangat penting bagi suatu negara karena berfungsi sebagai pedoman tata cara memerintah dengan baik dan benar.

Politik berasal dari kata " polis " yang artinya negara kota dan sistem berasal dari kata latin " systema " yang artinya kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama. Untuk mengetahui lebih dalam seperti apa penjelasan yang lebih lengkap tentang pengertian, tujuan, macam dan struktur sistem politik, simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Sistem Politik

Sistem Politik - Pengertian, Tujuan, Macam dan Struktur
Pengertian Sistem Politik

Sistem hukum merupakan sebuah hubungan kerjasama yang terjadi antara pemerintah dengan masyarakat pada daerah tertentu agar muncul kebaikan dalam tempat tinggal masyarakat tersebut.

Menurut Samuel P. Huntington

Sistem politik terdiri dari 5 definisi yakni :

1. Sistem politik sebagai kultur yakni nilai-nilai, sikap-sikap, orientasi, kepercayaan yang relevan terhadap politik dan yang berpengaruh dalam masyarakat.

2. Sistem politik sebagai struktur yakni organisasi formal didalam masyarakat digunakan untuk menjalankan keputusan-keputusan yang berwenang seperti partai politik.

3. Sistem politik sebagai kelompok yakni bentuk-bentuk sosial dan ekonomi dan berpartisipasi dalam politik.

4. Sistem politik kepemimpinan yakni individu kelompok politik atau kelompok politik yang menjalankan pengaruh lebih dari lainnya dalam memberikan alokasi nilai-nilai.

5. Sistem politik sebagai kebijakan yakni pola kegiatan pemerintahan yang secara sadar terbentuk.

Menurut David Easton

Sistem hukum merupakan sebuah sistem yang terdiri dari alokasi nilai-nilai dan pengalokasian nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakat keseluruhan.

Menurut Robert A. Dahl

Sistem hukum adalah suatu pola yang tetap dari hubungan manusia yang melibatkan makna yang lebih luas dari kekuasaan dan wewenang.

Menurut Drs. Sukarna

Sistem hukum merupakan sekumpulan pendapat, prinsip yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur dan mengelola pemerintahan.

Menurut Sri Soemantri

Sistem politik adalah kelembagaan dari hubungan antar manusia yang berupa hubungan antara suprastruktur dan infrastruktur politik.

Menurut Rusadi Kantaprawira

Sistem politik adalah cara atau mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dengan hubungan satu sama lain dan menunjukan proses yang langgeng.

Menurut Gabriel Almond

Sistem politik adalah sistem yang meliputi kegiatan interaksi dalam masyarakat yang merdeka yang menjalankan fungsi dari integrasi dan adaptasi sosial.

Menurut Fredrick W. Frey

Sistem politik merupakan interaksi dalam suatu masyarakat melalui alokasi nilai-nilai yang mengikat. 

Tujuan Sistem Politik

Sistem Politik - Pengertian, Tujuan, Macam dan Struktur
Tujuan Sistem Politik
  1. Mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
  2. Menumbuhkembangkan dan menguatkan sikap politik dikalangan masyarakat secara menyeluruh.
  3. Terpilihnya peyelenggara politik dari tingkat pusat hingga daerah yang sesuai dengan persyaratan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Mewujudkan cita-cita suatu bangsa.
  5. Untuk membangun suatu sistem pemerintahan yang tegak dan kokoh diatas dasar untuk melaksanakan hukum.

Baca Juga : Hukum - Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh Lembaga Hukum

Macam-Macam Sistem Politik

Sistem Politik - Pengertian, Tujuan, Macam dan Struktur
Macam-Macam Sistem Politik

Macam-macam sistem hukum yang ada di negara-negara dunia berikut ini :

Sistem politik otokrasi tradisional

Sistem ini merupakan sistem politik yang bersifat pribadi dan konsensus. Sistem politik otokrasi tradisional memiliki beberapa ciri-ciri yakni :

  1. dipilihnya berdasarkan tradisi.
  2. Kekuasaan dalam sistem ini cenderung bersifat pribadi, negatif dan sebagian bersifat konsensus.
  3. Kewenangan otokrat bersumber pada tradisi.
  4. Penguasa dipilih berdasarkan kasta miskin atau kaya.
  5. Pemimpin negara dijadikan sebagai simbol kebersamaan.
  6. Tidak ada persamaan tetapi stratifikasi ekonomi.
  7. Kurangnya kebebasan individu.

Sistem Politik Diktator

Sistem politik diktator adalah suatu sistem yang pemimpinnya memiliki kekuasaan yang tidak ada batasnya dan memerintah secara otoriter dan menindas rakyatnya. Ciri-ciri sistem politik diktator yakni : 

  1. Pemerintah selalu mengawasi seluruh kegiatan yang dilakukan masyarakatnya dan menjalankan sistem teror yang luas.
  2. Adanya kontrol yang kuat melalui militer.
  3. Negara yang hanya memiliki satu partai tunggal yang biasanya dipimpin oleh satu orang.
  4. Negara yang memiliki ideologi resmi.

Sistem Politik Otoriter

Sistem politik otoriter adalah siatem yang mendasarkan pada sistem otoritas yang telah mapan dan matang. Ciri-ciri sistem politik otoriter yakni :

  1. Oposisi tidak diperbolehkan.
  2. Adanya partai tunggal.
  3. Tidak boleh memberikan kritik kepada pemerintahan.
  4. Pada sistem ini hak minoritas akan sering ditindas dan pers sangat dibatasi oleh negara.
  5. Rakyat dijauhkan dari proses-proses politik.

Sistem Politik Demokrasi

Sistem politik demokrasi adalah suatu sistem yang berdasarkan pada nilai-nilai demokrasi dan warga negara dapat berpartisipasi dalam setiap pengambilan keputusan yang akan dibuat oleh pemerintah. Adapun ciri-ciri sistem politik demokrasi yakni :

  1. Sistem peradilan yang bebas.
  2. Adanya kebebasan pers atau media pemberitaaan.
  3. Pemerintahannya bertanggung jawab kepada rakyatnya.
  4. Mengakui persamaan antar warga negara.
  5. Menjamin kebebasan kepada rakyat untuk ikut serta dalam mengambil keputusan.
  6. Kekuasaan berdasarkan asas dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

• Sistem Politik Liberal

Sistem politik liberal adalah suatu sistem yang menghendaki adanya kebebasan individu baik dalam kehidupan politik, ekonomi dan kebudayaan. Ciri-ciri dari sistem politik liberal yaitu :

  1. Kekuasan negara berada ditangan parlemen.
  2. Menjunjung tinggi hak asasi manusia.
  3. Melahirkan kelas ekonomi.
  4. Berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
  5. Menentang sistem politik diktator karena pada sistem diktator meniadakan hak asasi manusia.
  6. Terdapat sistem voting terhadap pengambilan keputusan.

Struktur Sistem Politik

Sistem Politik- Pengertian, Tujuan, Macam dan Struktur
Struktur Sistem Politik

Struktur sistem politik adalah infrastruktur dan suprastruktur politik. Di Indonesia terdapat struktur sistem politik meliputi :

•  Infrastruktur Politik

Infrastruktur politik adalah kelompok yang ada dalam kenyataan kehidupan politik. Infrastruktur terdiri dari :

1. Partai Politik

Partai politik adalah organisasi politik yang terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki cita-cita yang sama dan bertujuan untuk mencapai kepentingan anggota-anggotanya. Contoh partai politik yakni Golkar, PDIP, Demokrat dll.

2. Intens Group

Adalah kelompok yang memiliki kepentingan untuk menyampaikan kepentingannya kepada pemerintah.

3. Media komunikasi politik

Media ini merupakan alat sebagai sarana untuk menyebarluaskan dan memberitahukan tentang perkembangan politik.

• Suprastruktur Politik

Suprastruktur politik adalah struktur politik pemerintahan yang berkaitan dengan lembaga negara yang ada, suprastruktur terdiri dari eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Fungsi Infrastruktur :

  1. Merumuskan dan mengajukan kepentingan kepada pemerintah. Contohnya masyarakat yang mengajukan tuntutan kenaikan harga sembako.
  2. Partai politik menyerap aspirasi masyarakat.

Fungsi Supratruktur :

  1. Membuat kebijakan. Contoh DPR membuat UU.
  2. Melaksanakan keputusan.
  3. Mengawal jalannya kebijakan.

Baca Juga