Pengertian Seni Tari - Unsur, Fungsi dan Jenisnya
Tari merupakan desakan perasaan yang berasal dari dalam diri manusia, sehingga dirinya terdorong untuk mengungkapkannya dalam bentuk gerakan yang berirama. Simak pembahasan lengkap mengenai pengertian, unsur, fungsi dan jenis seni tari berikut ini.

Setiap orang pasti sudah pernah melihat seni tari. Biasanya tari dilakukan lewat gerakan tubuh yang berirama dan diikuti dengan alunan musik yang menawan. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap mengenai pengertian, unsur, fungsi dan jenis seni tari berikut ini.

Pengertian Seni Tari

Pengertian Seni Tari - Unsur, Fungsi dan Jenisnya
Pengertian Seni Tari

1. Pengertian seni tari menurut Corrie Hartong

Tari merupakan desakan perasaan yang berasal dari dalam diri manusia, sehingga dirinya terdorong untuk mengungkapkannya dalam bentuk gerakan yang berirama.

2. Pengertian seni tari menurut Dr. Soedarsono

Tari merupakan cara manusia mengekspresikan jiwa mereka melalui gerakan ritmis yang indah. Ekspresi jiwa di sini maksudnya adalah ekspresi rasa dan emosional yang ada dalam diri manusia. Sedangkan gerakan ritmis yang indah merupakan gerakan tubuh yang sesuai dengan irama musik pengiringnya, yang menimbulkan keindahan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya.

Unsur-Unsur Dalam Seni Tari

Pengertian Seni Tari - Unsur, Fungsi dan Jenisnya
Unsur-Unsur Dalam Seni Tari

Agar tercipta seni tari yang indah, maka perlu beberapa unsur yang menunjang. Adapun unsur-unsur dalam seni tari dapat dibedakan menjadi dua jenis:

1. Unsur utama seni tari

Sebuah gerakan ritmis bisa disebut sebagai gerakan tari bila memenuhi tiga unsur utama berikut ini:

  • Wiraga (naga)
    Sebuah tarian harus menonjolkan gerakan badan, baik itu dalam posisi berdiri ataupun duduk.

  • Wirama (irama)
    Sebuah tarian harus memiliki gerakan yang sesuai dengan irama musik pengiringnya. Jika tak sesuai dengan tempo dari musik pengiringnya, itu bukanlah seni tari.

  • Wirasa (rasa)
    Sebuah tarian harus bisa menyampaikan pesan tertentu, entah itu melalui gerakan tubuh ataupun ekspresi penarinya.

2. Unsur pendukung seni tari

Unsur pendukung ini tidak wajib ada dalam sebuah tarian. Kendati demikian, ada baiknya unsur pendukung seni tari ini juga dipenuhi agar sebuah tarian terlihat lebih bagus dan mempesona. Adapun unsur-unsur pendukung seni tari antara lain:

  • Ragam gerak
    Sebuah tarian akan terlihat lebih indah bila terdapat kombinasi gerakan pada beberapa anggota tubuh. Tak hanya tangan dan kaki saja yang bergerak, ada baiknya juga si penari memperhatikan ekspresi, lirikan mata dan gerakan kepalanya saat menari.

  • Ragam iringan

Sebuah tarian juga akan terasa lebih indah jika diiringi dengan suara yang berasal dari tubuh penarinya. Misalnya dengan bertepuk tangan, berteriak, menghentakkan kaki, dan lain sebagainya.

  • Rias dan Kostum

Seorang penari juga akan terlihat lebih memukau bila memakai riasan dan kostum yang tepat. Artinya sesuai dengan tema dari tarian yang ia bawakan.

  • Pola lantai (blocking)

Sebaiknya seorang penari tidak hanya melakukan gerakan tarinya di satu titik saja. Ia harus bisa menyesuaikan tariannya dengan tempat dan posisi tempat duduk penonton. Bila tarian dibawakan secara berkelompok, pergerakan antar penari juga sebaiknya diatur agar tidak kacau dan tetap terlihat kompak sebagai satu kesatuan.

Baca Juga: Pengertian Website - Sejarah, Manfaat dan Jenisnya.

Fungsi Seni Tari

Pengertian Seni Tari - Unsur, Fungsi dan Jenisnya
Fungsi Seni Tari

Adapun fungsi dari seni tari adalah sebagai berikut:

1. Sarana bergaul

Kebanyakan seni tari dilakukan secara berkelompok (melibatkan banyak orang). Tanpa sadar, seni tari telah menjadi salah satu sarana manusia untuk bergaul.

2. Sarana upacara

Sejak zaman dahulu, tari telah menjadi sarana upacara di kalangan masyarakat. Baik itu upacara keagamaan, ataupun upacara lain yang sifatnya penting dalam kehidupan masyarakat sekitar. Contoh tari yang digunakan untuk upacara keagamaan adalah tari Kecak dari Bali. Tari ini biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan Dewa dan juga para leluhur.

3. Sarana hiburan

Tari juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk menghibur para penonton. Biasanya tari untuk sarana hiburan akan mengangkat tema yang menarik dan juga ringan. Kostum dan tata panggungnya dibuat semenarik mungkin. Gerakan tarinya juga lebih menghibur dan tidak membosankan.

4. Media pendidikan

Tarian juga bisa menambah pengetahuan dan pendidikan karena biasanya tari menyisipkan pesan lewat gerakan yang dibawakan oleh sang penari. Menonton seni tari juga bisa membuat sikap seseorang menjadi lebih sopan dan lembut.

Jenis-Jenis Seni Tari

Pengertian Seni Tari - Unsur, Fungsi dan Jenisnya
Jenis-Jenis Seni Tari

Berdasarkan jumlah penarinya, seni tari dibedakan menjadi tiga kategori:

1. Tari tunggal (solo)

Artinya seni tari ini dibawakan oleh satu orang penari, bisa perempuan ataupun laki-laki. Contoh dari tari tunggal adalah Tari Gatotkaca Gandrung yang berasal dari Jawa Tengah.

2. Tari berpasangan (duet)

Seni tari ini dibawakan oleh dua orang penari. Bisa laki-laki semua, perempuan semua, maupun seorang laki-laki dan seorang perempuan. Contoh dari tari berpasangan adalah Tari Topeng yang berasal dari Jawa Barat.

3. Tari berkelompok (grup)

Pengertian Seni Tari - Unsur, Fungsi dan Jenisnya
Tari berkelompok (grup)

Seni tari ini dibawakan oleh banyak orang (setidaknya ada tiga orang). Contohnya yaitu Tari Saman dari daerah Aceh.

Sedangkan menurut genre / alirannya, seni tari dibedakan menjadi lima kategori:

1. Tari tradisional

Tari tradisional diwariskan secara turun temurun dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Di dalam tari tradisional, biasanya terdapat banyak filosofi serta nilai-nilai religius. Ada dua jenis tari tradisional, yaitu tari tradisional klasik dan tradisional kerakyatan.

  • Tari tradisional klasik

Jenis tarian ini dikembangkan oleh kaum bangsawan. Cirinya adalah si penari terlihat anggun dan memakai kostum mewah. Biasanya tari tradisional klasik digunakan saat upacara adat atau saat menyambut tamu kehormatan. Contohnya Tari Bedhaya Srimpi dari Jawa Tengah dan Tari Sang Hyang dari daerah Bali.

  • Tari tradisional kerakyatan

Tari tradisional ini dikembangkan oleh rakyat jelata. Gerakan maupun kostum yang digunakan termasuk golongan sederhana. Biasanya tari ini digunakan saat upacara perayaan. Contohnya Tari Jaipong dari Jawa Barat, Tari Lilin dari Sumatera Barat, dan masih banyak lagi.

2. Tari Kreasi Baru

Tari kreasi baru ini dikembangkan oleh seorang koreografer atau penata tari. Gerakannya cenderung lebih bebas dan tidak baku seperti gerakan tari tradisional. Jenis tarian yang satu ini dibagi menjadi dua jenis:

  • Tari kreasi baru pola tradisi
    Tarian ini mengutamakan unsur tradisional dalam kreasinya. Tak heran bila gerakan, musik, tata rias serta kostum yang digunakan memiliki sentuhan tradisional.

  • Tari kreasi baru pola non-tradisi
    Tarian ini tidak menggunakan sentuhan tradisional dalam kreasinya. Karena itulah, tarian kreasi baru pola non-tradisi sering juga disebut sebagai tari modern.

3. Tari Kontemporer

Tarian ini tergolong unik karena menggunakan gerakan simbolik dalam menyampaikan pesan. Musiknya juga tergolong unik, ada irama musik yang sederhana, orkestra, hingga flutyloops yang dihasilkan dari teknologi musik digital. Biasanya jenis tarian ini dilakukan untuk mengenang tokoh penting, hari penting atau kejadian penting.

Baca Juga