Psikologi Pendidikan, Pengertian, Peran, Teori dan Manfaat
Psikologi pendidikan merupakan salah satu cabang dari ilmu psikologi yang fokus mengkaji tentang masalah yang terjadi dalam lingkup pendidikan. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian, ruang lingkup, peran, teori, dan manfaat psikologi pendidikan berikut ini!

Psikologi pendidikan memegang peranan penting dalam perumusan sistem pendidikan, pembuatan konsep pembelajaran, dan juga menghasilkan sebuah perangkat penilaian yang lebih efektif. Keberadaan psikologi dalam dunia pendidikan yang fokus mengkaji masalah-masalah yang ada dalam lingkungan pendidikan membuat arah tujuan pendidikan semakin terarah dengan jelas. 

Psikologi pendidikan sebagai cabang psikologi sangat membantu dalam membuat sistem pendidikan berbasis kebutuhan siswa. Pembahasan lengkap tentang pengertian, ruang lingkup, peran, teori dan manfaat psikologi pendidikan adalah sebagai berikut.

Pengertian Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan, Pengertian, Peran, Teori dan Manfaat
Pengertian Psikologi Pendidikan

Psikologi dan pendidikan merupakan dua disiplin ilmu yang memiliki fokus kajian tersendiri. Oleh karena itu untuk merumuskan pengertian psikologi pendidikan harus merujuk pada pengertian masing-masing disiplin ilmu tersebut.

Menurut Jiwandono, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan pengalaman manusia. Sementara pengertian pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) adalah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia dalam suatu pembelajaran atau pelatihan.

Secara singkat Muhibin Syah mengatakan bahwa psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang membahas masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dalam upaya perubahan sikap melalui proses pembelajaran dan pelatihan dalam sebuah sistem pendidikan.

Baca Juga: Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli.

Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan, Pengertian, Peran, Teori dan Manfaat
Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Sebagai cabang dari disiplin ilmu psikologi yang fokus pada kajian pendidikan. Psikologi pendidikan memiliki ruang lingkup tersendiri yang menjadi dasar dan batasan yang membedakan dengan cabang psikologi lainnya. Adapun ruang lingkupnya adalah sebagai berikut:

  1. Pengetahuan
  2. Pembawaan
  3. Proses tingkah laku
  4. Hakikat dan ruang lingkup belajar
  5. Perkembangan siswa
  6. Faktor yang mempengaruhi proses belajar
  7. Pengukuran pendidikan
  8. Aspek praktis pengukuran
  9. Transfer belajar
  10. Kesehatan mental
  11. Pendidikan karakter
  12. kurikulum pendek

Peran Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan, Pengertian, Peran, Teori dan Manfaat
Peran Psikologi Pendidikan

Psikologi memegang peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Kontribusi psikologi dalam membuat sistem pembelajaran telah dirasakan manfaatnya. Berikut ini beberapa peran psikologi terhadap dunia pendidikan.

Peran Terhadap Pembentukan Kurikulum

Kurikulum merupakan sebuah rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu jenjang pendidikan. Jadi, kurikulum menjadi dasar dalam menentukan target keberhasilan pencapaian dari suatu proses pendidikan. Untuk menerapkan sebuah target tentunya dibutuhkan sebuah alat ukur yang memiliki simulasi standar yang ilmiah.

Maka peran psikologi dalam hal ini sangat penting agar target yang diberikan benar-benar sesuai dengan tingkatan pendidikan (Usia) peserta didik. Secara umum ada tiga bentuk kecerdasan yang ingin dicapai yaitu kecerdasan kognitif , afektif, dan psikomotorik

Peran Terhadap Pembuatan Sistem Pembelajaran

Pada dasarnya sistem pembelajaran masih tetap mengacu pada kurikulum. Nama pada sistem pembelajaran yang diterapkan pada proses belajar mengajar menjadi hak dan tanggung jawab tenaga pendidik. Seorang guru bertanggung jawab merumuskan kurikulum menjadi sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

RPP memuat tentang metode pembelajaran yang akan diterapkan, target pencapaian penguasaan materi, ukuran keberhasilan belajar, dan lain sebainya. Dengan adanya rancangan sistem pembelajaran yang tepat. Seorang tenaga pendidik akan mampu berinteraksi dengan peserta didik lebih baik lagi. Fokus pembelajaran tidak lagi terpusat pada nilai yang dapat diukur secara matematis, tetapi lebih pada cara agar peserta didik mampu belajar dengan nyaman dan memahami materi lebih baik lagi.

Peran Terhadap Sistem Penilaian

Sistem penilaian diberikan berdasarkan tiga aspek kecerdasan yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Melalui ketiga aspek tersebut seorang tenaga pendidik berusaha mengenal siswa dan memberikan penilaian terhadap kecerdasan peserta didik yang paling menonjol.

Hasil penilaian inilah yang kemudian diarahkan untuk mengembangkan kecerdasan tersebut. Memberikan ruang belajar kepada peserta didik untuk mendapatkan keinginan, meningkatkan, skill dan menyalurkan bakatnya.

Teori Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan, Pengertian, Peran, Teori dan Manfaat
Teori Psikologi Pendidikan

Pelaksanaan konsep psikologi dalam dunia pendidikan didasarkan pada teori-teori belajar. Ada empat teori belajar yang dijadikan dasar penerapan psikologi pendidikan yaitu teori behaviorisme, teori kognitif, teori gestalt, dan teori koneksionisme.

Teori Behavioristik

Teori belajar behavioristik dianut oleh Gage dan berliner. Teori behaviorisme mengatakan bahwa belajar merupakan perubahan tingkat lagi. Artinya bahwa ukuran keberhasilan belajar ditentukan dengan ada atau tidaknya perubahan tingkah laku pada peserta didik setelah melewati proses belajar. 

Pengukuran keberhasilan belajar menurut teori behaviorisme sangat mudah. Ada dua faktor yang perlu dipahami yaitu stimulus (Ransangan) dan respon tanggapan. Tenaga pendidik memberikan stimulus sebagai input dan peserta memberikan respon sebagai output. Respon peserta didik inilah yang kemudian diberikan penilaian sebagai standar keberhasilan proses belajar.

Teori Kognitif

Teori kognitif dikembangkan oleh Jean Piaget. Teori kognitif mengukur hasil belajar dengan melihat perubahan proses mental pada peserta didik. Kemampuan diukur dengan mencari tahu bagaimana peserta didik mampu memahami lingkungan sekitar. Jadi, menurut teori ini belajar tidak hanya sekedar melibatkan stimulus dan respon saja tetapi lebih luas lagi pada persepsi tentang sesuatu yang berhubungan dengan tujuan belajarnya.

Teori koginitif memiliki empat prinsip dasar sebagai berikut:

  1. Peserta didik aktif untuk mendapatkan pemahaman tentang pengetahuan yang diberikan.
  2. Pengembangan pengetahuan tergantung terhadap apa yang sudah mereka pelajari.
  3. Belajar membangun pengalaman.
  4. Belajar merupakan perubahan struktur mental seseorang.

Teori Gestalt

Teori Gestalt dikembangkan oleh Frederick Perls. Teori gestalt fokus pada kemampuan imajinasi dalam membentuk persepsi terhadap komponen yang memiliki kesesuaian bentuk. Jadi, pada dasarnya manusia memiliki kemampuan melihat keadaan sekitar sebagai suatu kesatuan yang utuh. Teori ini menjelaskan tentang bagaimana sebuah proses visual bisa terbentuk.

Sebagai contoh seseorang yang melihat awan mampu membentuk objek lain secara utuh, seperti wajah manusia, kendaraan dan lain sebagainya.

Teori Koneksionisme

Teori Koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike. Teori koneksionisme menekankan bahwa proses belajar didasarkan pada stimulus dan respon. Teori ini sejalan dengan teori behaviorisme dimana stimulus diberikan kepada panca indera dan melahirkan respon tertentu.

Artinya bahwa ketika sebuah ransangan dan melahirkan respon tertentu, maka ada koneksi yang terjadi. Pengukuran keberhasilan belajar ini didasarkan pada tingkat konektivitas antara stimulus dan respon.

Manfaat Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan, Pengertian, Peran, Teori dan Manfaat
Manfaat Psikologi Pendidikan

Keberadaan psikologi dalam pendidikan memberikan manfaat yang sangat kompleks untuk mencapai tujuan pendidikan. Manfaat psikologi pendidikan sangat terasa pada tiga elemen penting pendidikan yaitu peserta didik, tenaga pendidik dan sistem pendidikan.

Manfaat Untuk Peserta Didik

Dengan adanya psikologi pendidikan maka peserta didik akan menjadi lebih semangat belajar. Proses belajar akan menjadi sangat menyenangkan buat mereka karena sistem pembelajaran yang diterapkan lebih mengarah pada keinginan mereka. Memberikan ruang kepada para peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, bakat dan minatnya.

Manfaat Untuk Tenaga Pendidik

Psikologi pendidikan membantu guru dalam menerapkan sistem pembelajaran yang disenangi oleh peserta didik. Guru menjadi lebih mudah berinteraksi dengan peserta didik, memahami kebutuhan peserta didik dengan lebih baik lagi. Sehingga target pencapaian, kemampuan, dan keinginan peserta didik menjadi lebih sejalan.

Manfaat Untuk Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan menjadi lebih fleksibel dan tidak kaku. Orientasi pendidikan diarahkan pada peserta didik. Melihat lebih dalam bahwa pada dasarnya peserta didik memiliki keunikan masing-masing yang harus diapresiasi dan diberikan ruang untuk berkembang. Pengukuran tingkat keberhasilan tidak lagi diarahkan pada hasil pengukuran secara matematis tetapi melihatnya dalam bentuk yang lebih kompleks.

Demikian pembahasan tentang Pengertian Psikologi pendidikan, peran dan manfaatnya. Semoga bermnafaat dalam belajar psikologi dan pendidikan.

Baca Juga