Pengertian Perjanjian Internasional, Proses Terbentuknya, Asas, Pembatalan dan Berakhirnya Perjanjian Internasional
Perjanjian internasional merupakan perjanjian yang dilakukan antar anggota masyarakat bangsa-bangsa dengan tujuan untuk membuat hukum tertentu berdasarkan perjanjian yang disepakati oleh pihak-pihak terkait. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian perjanjian internasional berikut ini.

Karena kepentingan tertentu, tak jarang suatu negara melakukan perjanjian internasional dengan negara lain. Kendati demikian, proses pembuatan perjanjian internasional ternyata tak begitu mudah karena harus melalui sejumlah tahapan atau proses. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian perjanjian internasional, fungsi perjanjian internasional, proses terbentuknya perjanjian internasional, asas perjanjian internasional, pembatalan dan berakhirnya perjanjian internasional berikut ini.

Pengertian Perjanjian Internasional

Pengertian Perjanjian Internasional, Proses Terbentuknya, Asas, Pembatalan dan Berakhirnya Perjanjian Internasional
Pengertian Perjanjian Internasional

Berikut ini adalah pengertian perjanjian internasional menurut para ahli:

1. Menurut Mochtar Kusumaatmadja

Pengertian perjanjian internasional menurut Mochtar Kusumaatmadja adalah perjanjian yang dilakukan antar anggota masyarakat bangsa-bangsa dengan tujuan untuk membuat hukum tertentu berdasarkan perjanjian yang disepakati oleh pihak-pihak terkait. Dari definisi tersebut, maka dikatakan subjek-subjek hukum internasional yang melakukan perjanjian internasional adalah anggota masyarakat bangsa-bangsa, termasuk juga lembaga-lembaga internasional dan negara-negara.

2. Menurut G. Schwarzenberger

Pengertian perjanjian internasional menurut G. Schwarzenberger adalah persetujuan antara subjek-subjek hukum internasional yang menciptakan kewajiban-kewajiban yang sifatnya mengikat dalam hukum internasional. Perjanjian internasional ini bisa berbentuk perjanjian bilateral ataupun multilateral. Dalam hal ini, subjek-subjek hukumnya adalah lembaga-lembaga internasional dan juga negara-negara.

3. Menurut Oppenheim

Pengertian perjanjian internasional menurut Oppenheim adalah suatu persetujuan antarnegara, yang menciptakan hak dan kewajiban di antara para pihak yang terkait.

4. Menurut Michel Virally

Pengertian perjanjian internasional menurut Michel Virally adalah perjanjian yang melibatkan dua atau lebih negara serta diatur oleh hukum internasional.

Fungsi Perjanjian Internasional

Pengertian Perjanjian Internasional, Proses Terbentuknya, Asas, Pembatalan dan Berakhirnya Perjanjian Internasional
Fungsi Perjanjian Internasional

Perjanjian internasional mempunyai sejumlah fungsi, antara lain sebagai berikut:
1. Untuk memperoleh pengakuan secara umum dari anggota masyarakat.
3. Bisa menjadi sumber hukum internasional.
3. Bisa digunakan sebagai alat untuk melakukan pengembangan kerjasama internasional secara damai.
4. Mempermudah terjadinya transaksi dan komunikasi antaranegara.

Proses Terbentuknya Perjanjian Internasional

Pengertian Perjanjian Internasional, Proses Terbentuknya, Asas, Pembatalan dan Berakhirnya Perjanjian Internasional
Proses Terbentuknya Perjanjian Internasional

Berikut ini adalah proses terbentuknya perjanjian internasional menurut Hukum Positif Indonesia:

a. Penjajakan

Tahap penjajakan adalah tahap awal dari perjanjian internasional . Pada tahap ini, sejumlah pihak yang terkait melakukan perundingan tentang kemungkinan akan dibuatnya suatu perjanjian internasional.

b. Perundingan (negotiation)

Pada tahap perundingan, dilakukan pembahasan tentang isi perjanjian dan juga masalah-masalah teknis yang nantinya akan disepakati. Perundingan dilakukan dengan tujuan untuk bertukar pandangan tentang masalah politik, penyelesaian konflik, dan hal lain yang menjadi keprihatinan bersama.Dalam perjanjian bilateral, perundingan hanya dilakukan oleh dua negara. Sedangkan dalam perjanjian multirateral, perundingan dilakukan dalam sebuah konferensi khusus atau melalui sidang organisasi internasional.
Dalam melakukan perundingan, setiap negara biasanya mengutus wakil-wakil resmi yang dianggap kompeten. Pemilihan wakil tentu saja ditentukan oleh negara yang bersangkutan. Hukum internasional membuat ketentuan tentang surat kuasa penuh yang harus dimiliki setiap perwakilan negara saat menghadiri perundingan perjanjian internasional. Nantinya setiap perwakilan negara harus menunjukkan surat kuasa penuh ini. Namun, keharusan ini tak berlaku untuk presiden atau menteri luar negeri. Mereka dianggap sah mewakili negaranya karena jabatan yang mereka sandang.

c. Merumuskan naskah perjanjian

Pada tahap ini, dilakukan perumusan naskah perjanjian internasional.

d. Penerimaan naskah perjanjian (adoption of the text)

Pada tahap ini, dilakukan persetujuan atas garis-garis besar dari isi perjanjian, contohnya seperti persetujuan atas topik-topik atau bab-bab yang akan diatur dalam perjanjian. Penerimaan perjanjian akan menghasilkan kerangka perjanjian. Akan tetapi, penerimaan perjanjian belum menghasilkan isi perjanjian yang detail. Para peserta perundingan sudah memiliki keterikatan dan diperbolehkan untuk mengubah isi perjanjian yang telah ditetapkan. Penerimaan naskah perjanjian biasanya dilakukan dengan memberikan paraf pada naskah perjanjian internasional. Hal ini dilakukan oleh ketua delegasi masing-masing negara.

e. Penandatanganan (signature)

Pengertian Perjanjian Internasional, Proses Terbentuknya, Asas, Pembatalan dan Berakhirnya Perjanjian Internasional
Penandatanganan (signature)

Setelah diterima, naskah perjanjian tersebut tentu saja harus ditandatangani. Penandatanganan menandakan adanya legalisasi naskah perjanjian internasional yang telah disepakati. Akan tetapi, sifat perjanjian tersebut masih belum mengikat. Pengikatan diri negara peserta pada perjanjian internasional baru terjadi setelah dilakukannya tahap pengesahan.

f. Pengesahan naskah perjanjian (authentication of the text)

Pengesahan naskah perjanjian adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan tujuan untuk mengikatkan diri pada sebuah perjanjian internasional dalam bentuk ratifikasi (ratification), aksesi (accession), penerimaan (acceptance), dan persetujuan (approval). Ratifikasi adalah pengesahan perjanjian internasional oleh negara yang menandatangani perjanjian tersebut menurut konstitusi negara masing-masing. Dengan adanya ratifikasi, suatu negara setuju untuk mengikatkan diri atau tunduk terhadap isi dari perjanjian tersebut. Ratifikasi diperlukan untuk mempertimbangkan apakah perjanjian internasional benar-benar diperlukan negara atau tidak.
Bentuk pengesahan kedua adalah aksesi. Aksesi artinya negara yang akan mengesahkan suatu perjanjian internasional tidak ikut serta dalam menandatangani naskah perjanjian. Sedangkan bentuk pengesahan ketiga adalah penerimaan dan persetujuan, yaitu pernyataan menerima atau menyetujui yang dilakukan negara-negara peserta perjanjian terhadap perjanjian internasional. Perlu diketahui, kalau ada juga perjanjian-perjanjian internasional yang tak memerlukan pengesahan dan berlaku secara otomatis sesudah tahap penandatanganan.
Di Indonesia sendiri, pengesahan perjanjian internasional dilakukan melalui undang-undang atau keputusan presiden. Pengesahan akan dilakukan melalui undang-undang apabila perjanjian internasional berkaitan dengan hak asasi manusia, kedaulatan negara, masalah politik, perdamaian, pertahanan, keamanan negara, perubahan wilayah atau penetapan batas wilayah negara, lingkungan hidup, pembentukan kaidah hukum baru, pinjaman dan/atau hibah luar negeri. Selain hal tersebut, pengesahan perjanjian internasional dilakukan melalui keputusan presiden.

Asas Perjanjian Internasional

Pengertian Perjanjian Internasional, Proses Terbentuknya, Asas, Pembatalan dan Berakhirnya Perjanjian Internasional
Asas Perjanjian Internasional

Ada sejumlah asas yang harus diperhatikan dan dipatuhi oleh pihak-pihak yang mengadakan perjanjian internasional. Asas-asas tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Pacta Sunt Servanda, artinya etiap perjanjian internasional yang sudah dibuat harus ditaati.
2. Egality Rights, artinya semua pihak yang mengadakan perjanjian internasional mempunyai kedudukan yang setara.
3. Reciprositas, artinya perbuatan yang dilakukan oleh suatu negara terhadap negara lain dapat dibalas setimpal.
4. Bonafides, artinya perjanjian internasional yang dibuat harus berlandaskan niat baik.
5. Courtesy. Courtesy merupakan asas saling menghormati dan saling menjaga kehormatan negara.
6. Rebus sic Stantibus, artinya bisa digunakan terhadap perubahan yang mendasar dalam keadaan yang berkaitan dengan perjanjian tersebut.

Baca Juga: Pengertian Litosfer, Fungsi, Pembagian, Komposisi, dan Macam-Macam Batuan Penyusunnya.

Pembatalan dan Berakhirnya Perjanjian Internasional

Menurut Konvensi Wina pada tahun 1969, suatu perjanjian internasional akan dinyatakan batal jika:
1. Terdapat pelanggaran atas ketentuan-ketentuan hukum nasional yang dilakukan oleh salah satu negara peserta.
2. Ada unsur kesalahan pada saat perjanjian tersebut dibuat.
3. Adanya unsur penipuan dari suatu negara peserta terhadap negara peserta yang lain pada saat proses pembuatan perjanjian.
4. Terdapat penyalahgunaan atau kecurangan (corruption), yang dilakukan dengan cara licik ataupun penyuapan.
5. Ada unsur paksaan terhadap wakil suatu negara peserta. Paksaan tersebut dilakukan dengan cara mengancam atau menggunakan kekuatan.
6. Bertentangan dengan aturan dasar hukum internasional.
Sedangkan menurut Mochtar Kusumatmadja, suatu perjanjian internasional akan berakhir karena hal-hal berikut:
1. Telah tercapai tujuan dari perjanjian internasional.
2. Masa berlaku perjanjian internasional telah habis.
3. Salah satu pihak peserta perjanjian menghilang atau objek perjanjian internasional telah punah.
4. Adanya persetujuan dari peserta untuk mengakhiri perjanjian.
5. Adanya perjanjian baru di antara para peserta yang kemudian menghilangkan perjanjian sebelumnya.
6. Telah dipenuhinya syarat-syarat mengenai pengakhiran perjanjian yang sesuai dengan ketentuan perjanjian.
7. Perjanjian yang secara sepihak diakhiri oleh salah satu peserta dan pengakhiran tersebut diterima oleh pihak lain.
Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian perjanjian internasional, fungsi perjanjian internasional, proses terbentuknya perjanjian internasional, asas perjanjian internasional, pembatalan dan berakhirnya perjanjian internasional yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai perjanjian internasional.

Baca Juga