Perilaku - Pengertian, Proses Pembentukan, Jenis, dan Bentuknya
Perilaku adalah semua kegiatan manusia yang bisa diamati secara langsung maupun yang tidak bisa diamati secara langsung oleh orang lain. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian, proses pembentukan, jenis, dan bentuk-bentuk perilaku berikut ini.

Setiap harinya, manusia pasti melakukan perbuatan atau perilaku tertentu. Entah itu perilaku yang dilakukan manusia secara sadar, ataupun perilaku yang dilakukan tubuh secara otomatis. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian, proses pembentukan, jenis, dan bentuk-bentuk perilaku berikut ini.

Pengertian Perilaku

Perilaku - Pengertian, Proses Pembentukan, Jenis, dan Bentuknya
Pengertian Perilaku

Perilaku merupakan tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Ada banyak hal yang dikategorikan sebagai perilaku manusia, seperti berjalan, berbicara, melompat, bekerja, membaca, menulis, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah pengertian perilaku menurut para ahli:

1. Menurut Notoatmodjo

Perilaku adalah semua kegiatan manusia yang bisa diamati secara langsung maupun yang tidak bisa diamati secara langsung oleh orang lain.

2. Menurut Skinner

Perilaku adalah reaksi manusia karena adanya rangsangan dari pihak luar. Dengan kata lain, perilaku bisa terjadi setelah adanya stimulus pada organisme, sehingga organisme tersebut memberi reaksi atau respon.

3. Menurut Widyatun

Perilaku adalah perbuatan yang dilakukan manusia karena adanya kebutuhan dalam diri seseorang yang memicu manusia tersebut untuk melakukan sesuatu demi meraih tujuan tertentu. Perilaku ini terjadi seperti siklus yang berbentuk melingkar. Setelah memenuhi suatu kebutuhan, manusia akan melakukan perbuatan atau perilaku lain untuk memenuhi kebutuhan berikutnya.

Proses Pembentukan Perilaku

Perilaku - Pengertian, Proses Pembentukan, Jenis, dan Bentuknya
Proses Pembentukan Perilaku

Menurut Walgito (2003), perilaku bisa terbantuk jika ada tiga proses berikut ini:

1. Kebiasaan (kondisioning)

Cara pertama untuk membentuk perilaku tertentu dalam diri seseorang adalah dengan kebiasaan (kondisioning). Jika seseorang terbiasa berperilaku seperti yang diharapkan, biasanya akan terbentuk perilaku dalam diri orang tersebut. Hal ini merupakan isi dari teori belajar kondisioning.

2. Pengertian (insight)

Selain kebiasaan, perilaku juga bisa dibentuk dengan cara pengertian. Llebih tepatnya, melakukan kegiatan belajar yang disertai dengan pengertian.

3. Menggunakan model (contoh)

Seorang pemimpin biasanya dijadikan sebagai model dalam bertingkah laku oleh bawahan atau orang yang dipimpinnya. Hal ini merupakan isi dari teori belajar sosial (social learning theory) yang disampaikan oleh Bandura pada tahun 1977.

Sedangkan menurut Rogers, ada beberapa proses yang terjadi ketika seseorang akan mengadopsi perilaku baru dalam dirinya, seperti:

1. Kesadaran (awareness)

Proses pertama, orang tersebut akan menyadari kehadiran objek atau stimulus.

2. Tertarik (interest)

Setelah menyadari kehadirannya, orang mulai tertarik dengan objek tersebut.

3. Evaluasi (evaluation)

Pada proses ini, manusia akan mempertimbangkan apasaja manfaat serta kekurangan yang dimiliki objek tersebut.

4. Mencoba (trial)

Orang tersebut kemudian mencoba untuk melakukan perilaku baru, seperti belajar berkuda untuk pertama kalinya.

5. Menerima (adoption)

Pada proses ini, orang tersebut telah menerima dan terbiasa untuk melakukan perilaku baru.

Baca Juga: Workshop - Pengertian, Ciri, Tata Pelaksanaan, Jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Mempersiapkannya.

Jenis-Jenis Perilaku

Perilaku - Pengertian, Proses Pembentukan, Jenis, dan Bentuknya
Jenis-Jenis Perilaku

Ada banyak sekali jenis perilaku jika dilihat dari berbagai sudut pandang:

1. Perilaku tertutup dan perilaku terbuka

Perilaku tertutup artinya perilaku tersebut tidak bisa dilihat melalui panca indera, dan hanya bisa dilihat dengan memakai alat pengukuran tertentu, misalnya psikotes. Respon yang diberikan manusia meliputi perhatian, pengetahuan, serta sikap yang tidak bisa diamati dengan jelas oleh pihak luar. Contohnya: apa yang dipikirkan seseorang, khayalan seseorang, daya kreativitas seseorang, dsb.

Sedangkan perilaku terbuka merupakan jenis perilaku yang bisa dilihat begitu saja melalui panca indera manusia. Respon yang diberikan manusia atas suatu objek atau stimulus bisa terlihat jelas karena berbentuk tindakan, seperti berjalan, tidur, berbaring, tertawa, menangis, dll.

2. Perilaku reflektif dan non-reflektif

Perilaku reflektif terjadi secara mendadak setelah manusia mendapat rangsangan atau stimulus. Contohnya seperti mata manusia yang secara otomatis menutup ketika terkena sinar matahari. Perilaku seperti ini terjadi di luar kendali manusia karena terjadi secara otomatis, dan bukan perintah dari orang yang bersangkutan.

Sedangkan perilaku non-reflektif merupakan jenis perilaku yang diperintahkan oleh otak. Perilaku ini disebut juga sebagai proses psikologis.

3. Perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik

Perilaku kognitif merupakan perilaku yang melibatkan kemampuan otak, sehingga sifatnya faktual dan juga logis. Contoh perilaku kognitif adalah berpikir dan mengingat.

Perilaku afektif merupakan jenis perilaku yang berhubungan dengan emosi manusia. Biasanya perilaku afektif memiliki sifat yang subjektif.

Sedangkan perilaku motorik merupakan perilaku yang melibatkan gerakan tubuh secara fisik, seperti berjalan, berlari, melompat, memukul, dsb.

Bentuk-Bentuk Perilaku

Perilaku - Pengertian, Proses Pembentukan, Jenis, dan Bentuknya
Bentuk-Bentuk Perilaku

Jika dilihat dari aspek psikologi, bentuk-bentuk perilaku individu antara lain sebagai berikut:

1. Perilaku sadar. Perilaku sadar merupakan perilaku yang terjadi karena diperintahkan oleh otak dan susunan syaraf. Perilaku sadar ini terjadi sekitar 40% dari keseluruhan perilaku yang diperbuat manusia.

2. Perilaku tidak sadar. Perilaku ini terjadi di alam tidak sadar. Biasanya berupa harapan, keinginan, atau sesuatu yang ditakuti manusia.

3. Perilaku tampak dan tidak tampak.

4. Perilaku sederhana dan kompleks.

5. Perilaku kognitif, afektif, konatif, dan psikomotor.

Sedangkan jika dilihat dari segi responnya, ada dua bentuk perilaku:

1. Perilaku pasif (perilaku internal)

Perilaku ini sifatnya tertutup, hanya terjadi dalam diri seseorang dan tidak bisa diamati secara langsung oleh pihak luar. Perilaku ini bentuknya bukan berupa tindakan nyata. Contoh perilaku pasif antara lain berpikir, berkhayal, dan lain-lain.

2. Perilaku aktif (perilaku eksternal)

Perilaku - Pengertian, Proses Pembentukan, Jenis, dan Bentuknya
Perilaku aktif (perilaku eksternal)

Perilaku aktif memiliki sifat yang terbuka, dan dapat diamati secara langsung oleh orang lain karena berbentuk tindakan nyata. Contohnya seperti menulis, mengerjakan tugas, berdoa, membaca, berlari, berjalan, tidur, melompat, dan masih banyak lagi.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian, proses pembentukan, jenis, dan bentuk-bentuk perilaku yang perlu kamu ketahui. Semoga menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai perilaku.

Baca Juga