Pengertian Biologi Menurut Perspektif Islam
Umumnya biologi dikenal sebagai ilmu yang mengkaji tentang hal-hal yang berkaitan dengan makhluk hidup, sama halnya dengan pengertian biologi menurut perspektif Islam, hanya saja ada sedikit perbedaan di dalam penjelasannya.

Tema biologi dan perspektif Islam memiliki perkara-perkara yang penting sekali khusunya dari segi kaitannya dengan akidah atau kepercayaan. Oleh karena itu, terdapat juga serangan-serangan intelek secara besar-besaran dalam bidang ini oleh ahli sains modern barat. Perhatikanlah pembahasan yang penting di dalamnya, ia sangat menarik. Apa itu sains biologi? Sains biologi ialah satu bidang ilmu tentang fenomena-fenomena, dan sangkut-paut lembut atau kecil seperti virus atau bakteri sampai pada Homo Sapiens (manusa) yang telah diciptakan dengan bentuk dan struktur yang paling rumit. 

Falsafah Biologi: Segala kajian mengenai alam benda yang tidak bernyawa dan yang bernyawa mempunyai kaitan dengan al-Qur'an. Perkara yang dikatakan alamiah (nature) atau alam semesta itu dianggap oleh orang Islam sebagai ayat Allah dan mereka diharuskan mengkajinya seperti yang dinyatakan di beberapa tempat dalam al-Qur'an.

Biologi Menurut Perspektif Islam
Al-Qur'an

Sebab umat Islam berminat dalam bidang biologi: Termasuk dalam tema ini ialah bidang botani dan zoologi. Umat Islam pada umumnya berminat dalam bidang botani bukan karena botani itu sendiri tetapi karena pertanian ataupun karena ilmu pengetahuan.

Biologi Menurut Perspektif Islam
Botani

Oleh karena itu, bidang botani dan perobatan, khususnya bidang farmakologi (bidang membuat obat dari pohon kayu atau rempah) telah diklasifikasikan dibawah tema yang sama. Hanya setelah itu, barulah dipisahkan antara botani dan farmakologi. Begitu juga pelajaran-pelajaran ilmu pertanian, tidak dipisahkan dari bidang botani. 

Pertanyaan-pertanyaan penting: Dalam bidang biologi, kita dapat mengkaji dan memahami kebijaksanaan Allah S.W.T. dalam alam semesta dan seterusnya menimbulkan kesadaran bahwa kita adalah hamba Allah. Pertanyaan pertanyaan seperti: 

1. Siapakah yang membuat biji benih itu bercambah dan tumbuh dari bumi? 

2. Siapakah yang menyebabkan turunnya hujan? 

3. Siapakah yang membentuk hukum alam yang tetap terlaksana, misalnya: 

(a) Benih padi tetap menjadi padi. 
(b) Bumi tetap mengelilingi matahari. 

Semuanya memerlukan jawaban yang dapat ditemukan melalui kajian dan penelitian yang teliti dibuat terhadap alam tabi'i. 

Buku rujukan umat Islam: Umat Islam mempelajari botani dengan bermacam-macam cara, ada yang berupa butir-butir yang sangat saintifik, malah ada juga yang mempelajarinya karena sifat-sifat alamnya. Umat Islam telah membuat rujukan dari buku-buku dari zaman sebelumnya, termasuk buku Yunani tentang pertanian, seperti buku yang ditulis oleh Demokritos, Aristole, Theophrastus, juga buku bertajuk De Plantis oleh Aristotle dan buku-buku farmakologi Galen dan Dioscorides.

Sumber lain bagi ilmu botani ialah dari Parsi yang sampai kepada umat Islam melalui nasehat turun temurun atau melalui buku-buku yang mengandung petunjuk-petunjuk tentang membuat obat (pharmacopoeia). 

Sumbangan Kemajuan Purba 

Ilmu pengetahuan itu adalah hak asasi manusia. Segala kemajuan selalu memberi sumbangan sedikit banyak padanya. Yang berbeda ialah kuantitas dan jenisnya. Ilmu pengetahuan bukannya hak kemajuan Barat ataupun Islam Yunani, India dan Cina. Sabda Rasulullah s.a.w. : 

“Hikmah itu suatu kehilangan bagi orang mukmin, ambillah ia di mana saja dijumpai, karena dia (orang yang menjumpainya) adalah lebih berhak kepadanya”. 

Buku-buku dalam berbagai bahasa seperti Yunani, Syria, Sanskrit, Pahlavi, dan Cina telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Jumlah dan mutu bahan-bahan yang diterjemahkan oleh umat Islam adalah jauh melebihi terjemahan dan penyampaian yang dibuat dari bahasa kebangkitannya. Proses penterjemahan dan pengkajian ilmu dari bangsa asing oleh umat Islam itu telah memakan waktu kurang lebih 150 tahun, dalam abad 8M hingga 10M.

Perkembangan Pengkajian Botani 

Umat Islam berminat dalam bidang botani, karena kebanyakan obat-obat yang digunakan untuk pemulihan orang sakit pada masa itu adalah dari herba dan tumbuh-tumbuhan. Mungkin mereka berkiblat kepada sabda Rasulullah s.a.w. yang berbunyi: 

"Tidak ada penyakit yang diturunkan Allah melainkan juga diturunkan obat baginya”. 

Hippokrates, ahli falsafah Yunani (bapak ilmu kedokteran) telah berkata, “Tuhan mengadakan penyakit dan mengadakan obatnya yang didapati dari tumbuh-tumbuhan yang ada di daerah itu”. 

Biologi Menurut Perspektif Islam
Hippokrates

Oleh karena itu, umat Islam sangat berminat untuk mengkaji tumbuhan yang terdapat di satu tempat dan menulis secara terperinci bagi tiap-tiap tumbuhan, berkenaan akarnya, pangkal, daun, bunga, dan buahnya supaya pohon yang berbahaya tidak keliru dengan pohon yang berguna. Mereka juga mencatat ciri-ciri alam sekitar tumbuhan itu apakah tanah pasir, tanah liat atau atas pasir dan sebagainya. Setelah itu mereka mencatat kegunaan tumbuhan itu bagi pengobatan, cara penggunaannya, waktunya dan bagaimana menyajikan obat. Cara membuat obat (pharmacognosy) telah dikuasai oleh ahli sains Muslim dengan sepenuhnya.

Sumbangan Kemajuan Islam 

Biologi Menurut Perspektif Islam

Orang-orang Islam

Apakah sumbangan kemajuan Islam terhadap ilmu pengetahuan? Menurut Briffault, seorang sarjana Inggris dalam bukunya, The Making of Humanity (Hal. 202). 

“Roger Bacon (1214-1294) pada awalnya telah mempelajari bahasa Arab dan sains Arab. Roger Bacon dan Francis Bacon (1561-1629), keduanya tidak bisa dikatakan telah mengenalkan kedua kaedah eksperimen. Roger Bacon ialah orang yang menyebarkan sains Islam dan kaedah sains ke Eropa. Beliau seorang penganut agama Kristian dan tidak jemu-jemunya menjelaskan kepada rekan-rekan di zamannya bahwa bahasa Arab dan sains Arab adalah jalan yang satu tidak ada jalan yang lain menuju ilmu yang benar”. 

Pembicaraan mengenai siapakah yang memulai kaedah percobaan adalah sebagian dari satu usaha raksasa suatu usaha secara besar-besaran atau satu fakta raksasa untuk memutarbalikkan titik permulaan kemajuan Eropa. Cara eksperimen yang di praktikkan oleh orang Arab (Islam) pada masa Roger Bacon telah menjadi suatu teknik atau kaedah yang sangat digemari dan diamalkan. Sains adalah suatu sumbangan kemajuan Arab (Islam) yang teramat agung bagi dunia modern, tetapi hasil atau buahnya terlambat masuk. Sehingga sekian lama, kebudayaan umat Islam di Sepanyol menurun menjadi kegelapan sedangkan generasi yang dilahirkan terus bangkit dengan kuasanya. Bukan Sains saja yang memberi kehidupan kembali bagi Eropa, tetapi pengaruh-pengaruh yang lain dari kemajuan Islam memberikan cahaya yang pertama pada kehidupan Eropa. 

Tidak ada satu aspek pun dalam pembangunan Eropa yang tidak menerima pengaruh Islam. Sangat jelas bahwa permulaan kuasa itu (kuasa generasi itu) yang menjadi satu sifat yang kekal bagi dunia modern. Satu sebab yang manjur bagi kemenangannya ialah sains tabi'i. (hal.190). 

Biologi Menurut Perspektif Islam
Briffault

Di halaman yang sama Briffault berkata bahwa “Sains lebih banyak berhutang kepada kebudayaan Islam sampai pada titik permulaan kehidupannya”. 

Beliau menambahkan, “Sains yang kita katakan bangkit di Eropa adalah hasil dari suatu roh untuk meninjau atau menyelidiki serta dari kaedah baru untuk mengadakan percobaan, melihat, mengukur dan mengembangkan matematika yang tidak diketahui oleh Yunani. Roh atau kaedah itu telah dikenalkan kepada dunia Eropa oleh orang Arab (Islam)". 

Baca juga : Pengertian Ilmu Astronomi Menurut Perspektif Islam

Seorang sarjana Islam sewaktu menemukan pengaruh falsafah Yunani pada intelek umat Islam telah memberi komentar, “Begitu jelas bahwa kelahiran cara atau kaedah penelitian dan eksperimen dalam Islam bukannya karena berkompromi (penyesuaian) dengan pemikiran intelek yang lama dengannya”.

Dan itulah sepenggal pembahasan tentang biologi menurut perspektif islam. Semoga bisa dijadikan sebagai pelengkap materi dari beberapa mata pelajaran di sekolahmu.

Baca Juga