Pengertian Pemilu, Asas, Tujuan, Ketentuan, Sistem dan Tahapan Pemilu
Negara yang demokratis pastinya melaksanakan pemilu dalam memilih para pemimpinnya. Pemilu dilaksanakan selama 5 tahun sekali yang bertujuan untuk meningkatkan aspirasi dan daya ikut serta masyarakat dalam hal dunia politik. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan tentang pengertian, asas, tujuan, ketentuan, sistem dan tahapan dalam pemilu.

Pemilu di indonesia dilaksanakan pertama kali pada tahun 1955 untuk memperebutkan kursi MPR. Pemilu merupakan proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Pemilu tidak hanya dilaksanakan untuk memilih pejabat tingkat pusat namun juga tingkat daerah. 

Untuk lebih jelasnya, simaklah pembahasan tentang pengertian, asas, tujuan, ketentuan, sistem dan tahapan pemilu.

Pengertian Pemilu

Pengertian Pemilu, Asas, Tujuan, Ketentuan, Sistem dan Tahapan Pemilu
Pengertian Pemilu

Pemilu merupakan sarana yang tersedia bagi rakyat untuk menjalankan kedaulatannya sesuai dengan asas yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Selain itu, adapula beberapa pengertian dari para ahli berikut ini :

• Menurut Ramlan

Pemilu adalah mekanisme penyeleksian dan pendelegasian atau pencerahan kedaulatan kepada orang atau partai yang dipercayai.

• Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI )

Pemilu merupakan pemilihan yang dilakukan serentak oleh seluruh rakyat suatu negara.

• Menurut Surya Untoro

Pemilu adalah suatu pemilihan yang dilakukan warga negara indonesia yang memiliki hak pilih, untuk memilih wakil-wakilnya yang duduk dalam badan perwakilan rakyat yakni DPR, DPRD 1 dan DPRD 2.

• Menurut Wikipedia

Pemilu merupakan proses memilih orang untuk memilih jabatan-jabatan politik tertentu.

• Menurut Morissan

Pemilu adalah sarana atau cara untuk mengetahui keinginan rakyat mengenai arah dan kebijakan negara kedepan.

Asas Pemilu

Pengertian Pemilu, Asas, Tujuan, Ketentuan, Sistem dan Tahapan Pemilu
Asas Pemilu

Pemilu harus dilaksanakan berdasarkan asas-asas yang harus diikuti dan ditaati agar pemilu dapat terlaksana secara demokratis. Asas pemilu disingkat dengan istilah luber jurdil yang terdiri dari :

• Langsung

Asas langsung artinya pemilu dilaksanakan secara langsung dan masyarakat berhak untuk memilih secara langsung sesuai dengan kehendak diri sendiri tanpa ada perantara untuk memilih.

• Umum

Umum berarti pemilu berlaku kepada seluruh warga negara yang sudah memenuhi syarat minimal usia 17 tahun dan telah memiliki KTP, tidak membeda-bedakan agama, suku dan ras.

• Bebas

Bebas artinya seluruh warga negara memiliki hak untuk memilih secara bebas siapa yang ia pilih dalam pemilu sesuai dengan hati nurani. 

• Rahasia

Rahasia berarti dalam memberikan suaranya, pemilih dijamin mengenai kerahasiaan yang dipilihnya. Pemilih memberikan surat suara yang tidak dapat diketahui oleh orang lain dan hanya dirinyalah yang mengetahuinya.

• Jujur

Jujur artinya didalam pemilihan semua orang yang behubungan dengan pemilu wajib bersikap jujur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku didalam negara.

• Adil

Adil berarti dalam penyelenggaraan pemilu semua warga negara dan pencalon mendapat perlakuan yang sama, tidak ada pembeda diantara keduanya sehingga dapat bebas dari kecurangan pihak manapun.

Tujuan Pemilu

Pengertian Pemilu, Asas, Tujuan, Ketentuan, Sistem dan Tahapan Pemilu
Tujuan Pemilu
  1. Pemilu merupakan sarana untuk membentuk perwakilan politik.
  2. Mengembangkan demokrasi di indonesia.
  3. Sebagai sarana untuk pergantian pemimpin secara konstitusional.
  4. Sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam membuat kebijakan politik.
  5. Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan pancasila.
  6. Tetap tegaknya pancasila dan UUD 1945.
  7. Pemilu sebagai legitimasi politik.
  8. Pemilu sebagai pendidikan politik yang bersifat langsung.
  9. Memilih wakil rakyat yang dapat memperhatikan kepentingan rakyatnya.

Baca Juga : Sistem Politik - Pengertian, Tujuan, Macam dan Struktur

Ketentuan Pemilu

Pengertian Pemilu, Asas, Tujuan, Ketentuan, Sistem dan Tahapan Pemilu
Ketentuan Pemilu
  1. Tempat pemungutan suara di TPS dan TPSLN.
  2. Pengawas pemilu adalah panitia yang melakukan pengawasan terhadap proses berlangsungnya pemilu.
  3. Penduduk adalah warga negara republik indonesia.
  4. Pemilu diikuti oleh pemilih yang minimal usianya 17 tahun.
  5. Peserta pemilu yaitu partai politik.

Sistem Pemilu

Pengertian Pemilu, Asas, Tujuan, Ketentuan, Sistem dan Tahapan Pemilu
Sistem Pemilu

Sistem pemilu dibagi menjadi 3 yakni :

• Sistem Pemilu Operasional

Sistem pemilu operasional adalah sistem pemilihan yang memperhatikan proporsi antara jumlah penduduk dan kursi di daerah pemilihan. Di dalam sistem ini, maka lembaga perwakilan, daerah yang memiliki penduduk yang lebih banyak akan mendapatkan kursi yang lebih banyak disuatu daerah pemilihan.

Keuntungan dari sistem ini yakni :

  1. Memungkinkan partai-partai yang memperoleh suara atau dukungan yang sedikit tetap akan memiliki wakil di parlemen.
  2. Membuat partai politik melakukan kampanye diluar.
  3. Mewujudkan formasi calon dari partai politik.

Kekurangan dari sistem ini :

  1. Sistem ini cukup rumit.
  2. Cenderung memunculkan multipartai.
  3. Munculnya pemerintahan berdasarkan dengan koalisi.
  4. Munculnya partai-partai politik ekstrim.

• Sistem Distrik

Sistem distrik adalah sistem pemilihan yang berdasarkan kepada lokasi daerah pemilihan bukan berdasarkan dengan jumlah penduduk. 

Keuntungan sistem ini yakni : 

  1. Mendorong partai politik untuk melakukan penyeleksian yang lebih ketat terhadap calon yang akan diajukan menjadi kandidat.
  2. Mendorong munculnya oposisi.
  3. Dapat membatasi jumlah partai politik.
  4. Sistem ini cukup sederhana.

Kekurangan sistem ini yakni :

  1. Orang yang akan terpilih akan cenderung memperhatikan kepentingan rakyat di distriknya dibandingkan distrik lain-lainnya.
  2. Banyak suara yang terbuang.
  3. Membuat dana pemilu membengkak.

• Sistem Campuran

Sistem campuran adalah gabungan dari dua sistem yakni sistem operasional dan distrik. Dalam sistem ini pemilih mempunyai dua suara yakni memilih calon berdasarkan distrik dan sekaligus memilih berdasarkan sistem operasional.

Keuntungan dari sistem ini yakni :

  1. Sistem paralel secara teoretis kurang menciptakan fragmentasi partai. 
  2. Dapat mengurangi penggolongan sistem partai menjadi lebih kecil dibandingkan dengan sistem pemilihan proporsional murni.

Kekurangan sistem ini yakni :

  1. Sistem ini tidak menjamin keproporsionalan.
  2. Sistem ini cukup rumit.
  3. Relatif kompleks dan dapat membingungkan pemilih dalam hal kerja sistemnya.
  4. Menghasilkan kinerja yang mengecewakan karena adanya efek interaksi antara komponen-komponen.

Tahapan Pemilu

Pengertian Pemilu, Asas, Tujuan, Ketentuan, Sistem dan Tahapan Pemilu
Tahapan Pemilu

Pemilu memiliki beberapa tahapan dalam pelaksanaannya berikut ini :

  1. Pendaftaran pemilih, untuk memberikan suara calon pemilih harus terdaftar dan pendaftaran terakhir 6 bulan sebelum pemilihan umum.
  2. Kampanye, menurut UU No. 23 tahun 2003 tentang pemilu bahwa kampanye dilakukan 3 minggu dan berakhir 3 hari sebelum hari pemungutan suara.
  3. Pemungutan suara.
  4. Perhitungan suara, dilakukan di TPS dan akan dikirim hasilnya ke kantor KPU pusat.
  5. Penetapan dan pemungutan hasil pemilu. Selambat lambatnya 30 hari setelah pemungutan suara. 

Baca Juga