Pengertian Pekerjaan Sosial, Unsur, Tujuan, Fungsi, Prinsip, dan Metodenya Lengkap
Pekerjaan sosial sebagai sebuah profesi dikembangkan sebagai komponen praktis dari kesejahteraan sosial, yang menerapkan hasil-hasil kajian kesejahteraan sosial tentang kehidupan sosial manusia. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca pembahasannya di sini!

Pekerjaan Sosial - Setiap bidang kehidupan pasti memiliki para ahli tersendiri, misalnya kesehatan dengan dokter; teknologi dengan insinyur; ekonomi dengan ekonom, psikologi dengan psikolog dan psikiater; maka bidang kesejahteraan sosial dengan pekerjaan sosial sebagai profesi yang memiliki kewenangan keahliannya.

Pekerjaan sosial sebagai profesi tidak sama dengan pekerjaan sosial secara awam. Menurut pengertian awam, semua perbuatan baik untuk orang lain sudah dikatakan pekerjaan sosial. Sebagai contoh memerikan uang kepada pengemis, memberikan sumbangan untuk korban bencana alam, dsb. Sedangkan pekerjaan sosial sebagai profesi memiliki cakupan yang lebih luas.

Pengertian Pekerjaan Sosial

Pekerjaan Sosial
Pengertian Pekerjaan Sosial

Menurut Asosiasi Nasional Pekerja Sosial Amerika Serikat (NAWS), pekerjaan sosial adalah kegiatan profesional membantu individu, kelompok, atau masyarakat untuk meningkatkan atau memulihkan kemampuan mereka berfungsi sosial dan untuk menciptakan kondisi sosial yang mendukung tujuan-tujuan ini.

Sedangkan menurut Skidmore dan Thackeray, pengertian pekerjaan sosial adalah bidang keahlian yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan berbagai upaya guna meningkatkan kemampuan orang dalam melaksanakan fungsi-fungsi sosialnya melalui proses interaksi; agar orang dapat menyesuaikan diri dengan situasi kehidupannya secara memuaskan.

Unsur Kesejahteraan Sosial

Pekerjaan Sosial
Unsur Kesejahteraan Sosial

Pekerjaan sosial sebagai profesi mempunyai tiga unsur utama, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Menurut Hepworth, Rooney, dan Larsen, seseorang yang memasuki lembaga pendidikan pekerjaan sosial akan mempelajari pengetahuam, nilai-nilai dan etika, serta metode dan teknik pekerjaan sosial. Setelah semua itu dipelajari dan dikuasai, maka akan terbentuk kemampuan melakukan analisis (dilandasi pengetahuan), sikap (dilandasi nilai-nilai yang dianut), dan keterampilan (dilandasi metode dan teknik yang dikuasai).

Tujuan Pekerjaan Sosial

Pekerjaan Sosial
Tujuan Pekerjaan Sosial

Menurut NASW, misi utama pekerjaan sosial adalah untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar manusia.

Misi pekerjaan sosial tersebut kemudian diterjemahkan menjadi tujuan pekerjaan sosial, yaitu:

  • Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, mengatasi, dan perkembangan.
  • Menghubungkan orang dengan sistem-sistem yang memberikan sumber-sumber, pelayanan-pelayanan, dan kesempatan-kesempatan.
  • Memeperbaiki keefektifan dan bekerjannya secara manusiawi sistem-sistem yang menyediakan orang sumber-sumber dan pelayanan-pelayanan.
  • Mengembangkan dan memperbaiki kebijakan sosial.

Baca Juga: Pengertian Interaksi Sosial - Bentuk, Ciri-ciri dan Faktor

Fungsi Pekerjaan Sosial

Pekerjaan Sosial
Fungsi Pekerjaan Sosial

Dalam garis besar, ada empat peran profesi pekerjaan sosial dalam hal ini, yaitu:

  • Meningkatkan kapasitas orang dalam mengatasi masalah yang dihadapinya: dalam menjalankan peran ini, pekerja sosial mengidentifikasi hambatan-hambatan klien dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya. Pekerja sosial juga menggali kekuatan-kekuatan yang ada pada diri klien guna mengembangkan solusi dan rencana pertolongan.
  • Menggali dan menghubungkan sumber-sumber yang tersedia di sekitar klien: beberapa tugas pekerja sosial yang terkait dengan peran ini antara lain: (a) membantu klien menjangkau sumber-sumber yang diperlukannya; (b) mengembangkan program pelayanan sosial yang mempu memberikan manfaat optimal bagi klien; (c) meningkatkan komunikasi diantara para petugas kemanusiaan; dan (d) mengatasi hambatan-hambatan dalam proses pelayanan sosial bagi klien.
  • Meningkatkan jaringan pelayanan sosial: tujuan utama dari peran ini adalah untuk menjamin bahwa sistem kesejahteraan sosial berjalan secara manusiawi, sensitif terhadap kebutuhan warga setempat dan efektif dalam memberikan pelayanan sosial terhadap masyarakat.
  • Mengoptimalkan keadilan sosial melalui pengembangan kebijakan sosial: dalam menjalankan peran ini, pekerja sosial mengidentifikasi isu-isu sosial dan implikasinya bagi kehidupanmasyarakat. Kemudian, pekerja sosial membuat naskah kebijakan (policy paper) yang memuat rekomendasirekomendasi bagi pengembangan kebijakan-kebijakan baru maupun perbaikan atau pergantian kebijakan-kebijakan lama yang tidak berjalan efektif. Selain itu, dalam melaksanakan peran ini, pekerja sosial juga dapat menterjemahkan kebijakankebijakan publik ke dalam program dan pelayanan sosial yang dibutuhkan klien.

Prinsip Pekerjaan Sosial

Pekerjaan Sosial
Prinsip Pekerjaan Sosial

Prinsip-prinsip praktik pekerjaan sosial dan etika praktik merupakan landasan bagi seorang pekerja sosial dalam melakukan hubungan pertolongan dengan klien. Sikap yang harus dikembangkan oleh pekerja sosial saat melakukan hubungan dengan klien diantaranya adalah:

  • Acceptance, merupakan prinsip pekerjaan sosial yang fundamental, yaitu dengan menunjukan sikap toleran terhadap keseluruhan dimensi klien.
  • Nonjudgemental, berarti pekerja sosial menerima klien dengan apa adanya tanpa disertai prasangka atau penilaian.
  • Individualisasi, berarti memandang dan mengapresiasi sifat unik dari klien.
  • Self Determination, berarti memberikan kebebasan mengambil keputusan oleh klien.
  • Genuine/congruence, berarti pekerja sosial sebagai seorang manusia yang berperan apa adanya, alami, tidak memakai topeng, pribadi yang asli dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
  • Mengontrol keterlibatan emosional, berarti pekerja sosial mampu bersikap objektif dan netral.
  • Kerahasiaan (confidentiality), berarti pekerja sosial harus menjaga kerahasiaan informasi seputar identitas, isi pembicaraan dengan klien, pendapat professional lain atau catatan-catatan kasus mengenai diri klien.

Metode Pekerjaan Sosial

Pekerjaan Sosial
Metode Pekerjaan Sosial

Secara tradisional, pekerjaan sosial mempunyai tiga metode pokok dan tiga metode pembantu. Metode pokok antara lain: social case work, social group work, dan community organiztion/community development. Sedangkan metode pembantu yaitu: social work administration, social action, dan social work research. Tetapi pandangan semacam ini telah lama ditinggalkan, kira-kira sekitar dua atau tiga dekade yang lalu.

Oleh karena itu, digunakan dua pendekatan: praktik langsung dan praktik tidak langsung. Dalam kaitan dengan masyarakat, pekerjaan sosial pada umumnya menggunakan praktik tidak langsung. Namun ada aspek yang bersifat praktik atau pelayanan langsung. Misalnya pekerja sosial memberikan pelayanan kepada kelompok atau organisasi masyarakat yang memerlukan pelayanan langsung. Dalam hal ini, keberfungsian sosial merupakan fokus utama pekerjaan sosial. Pun, keberfungsian sosial adalah kemampuan mengatasi tuntutan lingkungan yang merupakan tugas-tugas kehidupan. Pekerjaan sosial membantu menyeimbangkan tuntutan lingkungan dengan kemampuan mengatasinya oleh individu.

Baca Juga