Pegadaian - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, Ciri, Manfaat dan Jenisnya
Pegadaian merupakan badan usaha di Indonesia yang resmi dalam menjalankan kegiatan lembaga keuangan seperti menerima barang berharga dan menyalurkan dana ke masyarakat sesuai aturan hukum gadai. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian pegadaian, sejarah pegadaian, fungsi pegadaian, tujuan pegadaian, ciri, manfaat dan jenis-jenis pegadaian berikut ini.

Ada banyak cara untuk memperoleh pinjaman uang. Jika tidak mau ke bank, kamu bisa mengunjungi pengadaian sebagai salah satu alternatif terbaik. Prosesnya sederhana dan gampang, kamu hanya perlu membawa barang berharga sebagai syaratnya. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian pegadaian, sejarah pegadaian, fungsi pegadaian, tujuan pegadaian, ciri, manfaat dan jenis-jenis pegadaian berikut ini.

Pengertian Pegadaian

Pegadaian - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, Ciri, Manfaat dan Jenisnya
Pengertian Pegadaian

1. Pengertian pegadaian menurut Sigit Triandaru

Pegadaian merupakan satu-satunya badan usaha di Indonesia yang resmi dalam menjalankan kegiatan lembaga keuangan seperti menerima barang berharga dan menyalurkan dana ke masyarakat sesuai aturan hukum gadai.

2. Pengertian pegadaian menurut Susilo

Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan non-bank yang bertujuan untuk menyediakan dana bagi masyarakat untuk kebutuhan konsumsi, produksi, dan lain sebagainya.

3. Pengertian pegadaian menurut Subagyo

Pegadaian merupakan lembaga keuangan yang memberikan pinjaman ke masyarakat dengan ciri khusus, yaitu berdasarkan aturan gadai.

4. Pengertian pegadaian menurut Siamat

Pegadaian adalah lembaga yang menyediakan sejumlah layanan untuk masyarakat umum dan mendapat keuntungan dari layanan tersebut berdasarkan prinsip pengelolaan.

Sejarah Pegadaian

Pegadaian - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, Ciri, Manfaat dan Jenisnya
Sejarah Pegadaian

Pegadaian pertama kali berdiri di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Saat itu, Belanda mendirikan suatu lembaga keuangan yang bekerja dengan sistem gadai. Lembaga ini disebut Bank Leening, dan didirikan di kota Batavia. Ketika negara Inggris datang dan menjajah Indonesia, lembaga tersebut dibubarkan.

Masyarakat kemudian diberi kebebasan untuk mendirikan usaha pegadaian sendiri, asalkan mendapat lisensi dari pemerintah setempat. Sayangnya, banyak pemilik lisensi yang bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan usaha pegadaian. Oleh karena itu, sistemnya mengalami perubahan. Pemilik usaha pegadaian dituntut untuk membayar pajak tinggi kepada pemerintah.

Tak lama kemudian, Belanda menang melawan Inggris dan kembali menjajah Indonesia. Awalnya, Belanda mempertahankan sistem pegadaian tersebut. Tapi Belanda akhirnya menyadari kalau banyak pemilik usaha pegadaian yang bertindak sewenang-wenang. Sistem kembali mengalami perubahan. Usaha pegadaian hanya boleh dijalankan oleh pemerintah.

Mulailah Belanda mendirikan pegadaian negara pertama di kota Sukabumi pada tanggal 1 April 1901. Sejak saat itu, tanggal 1 April diperingati sebagai hari ulang tahun Pegadaian. Setelah Belanda kalah oleh Jepang, sistem pegadaian masih tetap sama dan tak banyak mengalami perubahan.

Lalu setelah Indonesia merdeka, kantor pusat pegadaian dipindahkan ke Jakarta. Pegadaian sendiri sempat mengalami beberapa kali perubahan status, mulai dari Perusahaan Negara, Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum) dan terakhir menjadi Perseroan pada tahun 2011 silam.

Fungsi Pegadaian

Pegadaian - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, Ciri, Manfaat dan Jenisnya
Fungsi Pegadaian

Pegadaian memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Berikut adalah beberapa fungsi yang dimiliki oleh pegadaian:

1. Mengelola penyaluran uang pinjaman berdasarkan hukum pegadaian yang berlaku.

2. Membuka dan menjalankan usaha yang bermanfaat bagi pemerintah dan orang banyak.

3. Mengelola keuangan, kepegawaian, perlengkapan, pelatihan, pendidikan dan pelaksanaan lembaga pegadaian.

4. Melakukan penelitian, pengembangan dan juga pengawasan terhadap sistem gadai yang terdapat di kalangan masyarakat.

5. Mencegah kehadiran sistem pegadaian gelap dan praktek riba.

6. Mengatur pola kredit masyarakat sehingga terarah dan bermanfaat.

Tujuan Pegadaian

1. Membantu masyarakat yang membutuhkan pinjaman dana dengan syarat memberikan barang berharga sebagai jaminannya.

2. Menyediakan jasa bagi masyarakat yang ingin menyimpan barang berharganya.

3. Mencegah adanya praktek pegadaian gelap, mencegah ijon ataupun pinjaman dengan harga yang tidak wajar.

4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyalurkan dana berdasarkan aturan hukum gadai.

Baca Juga: Pengertian Integritas - Fungsi, Tujuan, Manfaat, dan Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Integritas.

Ciri-Ciri Pegadaian

Pegadaian - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, Ciri, Manfaat dan Jenisnya
Ciri-Ciri Pegadaian

Pegadaian memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan lembaga lain. Berikut adalah ciri-ciri pegadaian:

1. Nasabah mendapatkan sejumlah dana dengan cara menggadaikan barang berharga yang ia miliki.

2. Dana yang diberikan besar kecilnya tergantung pada nilai dari barang berharga yang digadaikan.

3. Barang yang digadaikan bisa diambil kembali oleh nasabah jika nasabah memenuhi syarat dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

4. Pegadaian memperoleh keuntungan dari sistem gadai yang berlaku.

Manfaat Pegadaian

Kehadiran pegadaian sebenarnya sangat bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah dan lembaga pegadaian itu sendiri.

1. Manfaat pegadaian bagi masyarakat (nasabah)

  • Proses gadai dilakukan secara cepat dan sederhana, sehingga masyarakat dapat melakukannya dengan mudah.
  • Layanan yang ditawarkan tidak hanya berupa jasa pegadaian, tapi juga ada jasa-jasa lain.
  • Masyarakat dapat menitipkan barang berharganya pada pihak yang dapat terpercaya.

2. Manfaat pegadaian bagi lembaga pegadaian dan pemerintah

  • Pegadaian memperoleh keuntungan dari uang sewa modal yang dibayar nasabah.
  • Memenuhi misi pegadaian sebagai BUMN yang berusaha memberi bantuan pada masyarakat yang membutuhkan dana dengan prosedur yang relatif mudah dan sederhana.
  • Keuntungan yang diperoleh pegadaian bisa digunakan untuk keperluan pembangunan, cadangan umum, cadangan tujuan dan dana sosial.

Jenis-Jenis Pegadaian

Pegadaian - Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, Ciri, Manfaat dan Jenisnya
Jenis-Jenis Pegadaian

1. Pegadaian konvensional

Pegadaian konvensional merupakan BUMN yang menjalankan sistem gadai berdasarkan UU dan hukum yang berlaku di Indonesia. Sistem gadai menurut Kitab Undang Undang Perdata Pasal 1150 adalah hak yang diperoleh seseorang yang memiliki hak piutang atas suatu aktiva bergerak. 

Pada jenis pegadaian ini, tarif jasa dan bunga pinjamannya lebih besar daripada tarif pegadaian syariah. Selain itu, jika ada sisa uang dari hasil pelelangan barang, maka uang tersebut diambil oleh pihak pegadaian.

2. Pegadaian syariah

Berbeda dengan pegadaian konvensional, pegadaian syariah menjalankan sistem gadainya berdasarkan hukum Islam. Keuntungan dari pegadaian syariah antara lain menggunakan sistem bagi hasil sesuai dengan prinsip-prinsip agama Islam, tarif jasa simpan uang dan biaya administrasinya tergolong kecil, dan lain sebagainya. Sayangnya, pegadaian syariah masih menggunakan sistem pencatatan yang manual.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian pegadaian, sejarah pegadaian, fungsi pegadaian, tujuan pegadaian, ciri, manfaat dan jenis-jenis pegadaian yang perlu kamu ketahui. Semoga menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai pegadaian.

Baca Juga