Partai Politik: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Klasifikasi, Ciri-ciri, dan Tujuan
Partai politik merupakan sarana bagi warga negara untuk turut serta atau berpartisipasi dalam proses pengelolaan negara. Untuk itu, penting bagi kita mengetahui segala konsep tentang partai politik. Sila baca penjelasannya di sini!

Dewasa ini, partai politik sudah sangat akrab di lingkungan kita. Sebagai lembaga politik, partai bukan sesuatu yang dengan sendirinya ada. Kelahirannya mempunyai sejarah yang cukup panjang--meskipun juga belum cukup tua. Bisa dikatakan partai politik merupakan organisasi yang baru dalam kehidupan manusia, jauh lebih muda dibandingkan dengan organisasi negara. Pada awalnya, partai politik terbentuk karena adanya anggapan bahwa dengan membentuk organisasi, mereka bisa menyatukan orang-orang yang mempunyai ide yang sama sehingga pikiran dan orientasi mereka bisa dikonsolidasikan, dengan begitu diharapkan pengaruh mereka bisa lebih besar. Selain itu, partai politik sebagai subjek penelitian ilmiah juga tergolong relatif muda. Baru pada awal abad ke-20 studi mengenai masalah ini dimulai.

Berikut penjelasan lebih rinci mengenai partai politik:

Pengertian Partai Politik

Partai Politik: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Klasifikasi, Ciri-ciri, dan Tujuan
Pengertian Partai Politik

Berikut pengertian partai politik menurut pendapat beberapa ahli:

  • Miriam Budiardjo: "Partai politik adalah suatu kelompok politik terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama."
  • Carl J. Friedrich: "Partai politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahanan bagi pimpinan partainya dan berdasarkan penguasaan ini, memberikan kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat idiil serta materiil.
  • Sigmund Neumann: "Partai politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis politik yang berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintahan serta merebut dukungan rakyat melalui persaingan dengan suatu golongan atau golongan-golongan lain yang mempunyai pandangan yang berbeda."

Sejarah Partai Politik

Partai Politik: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Klasifikasi, Ciri-ciri, dan Tujuan
Sejarah Partai Politik

Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Dengan meluaskan gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik, maka partai politik telah lahir secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain.

Pada awal perkembangannya, pada akhir dekade 18-an di negara-negara Barat seperti Inggris dan Prancis, kegiatan politik dipusatkan pada kelompok-kelompok politik dalam parlemen. Kegiatan ini mula-mula bersifat elitis dan aristokratis--mempertahankan kepentingan kaum bangsawan terhadap tuntutan-tuntutan raja.

Dengan meluasnya hak pilih, kegiatan politik juga berkembang di luar parlemen dengan terbentuknya panitia-panitia pemilihan yang mengatur pengumpulan suara para pendukungnya menjelang masa pemilihan umum (kadang-kadang dinamakan caucus party). Oleh karena dirasa perlu memperoleh dukungan dari pelbagai golongan masyarakat, kelompok-kelompok politik di parlemen lambat laun juga berusaha mengembangkan organisasi massa. Maka pada akhir abad ke-19 lahirlah partai politik, yang pada masa selanjutnya berkembang menjadi penghubung (link) antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain.

Fungsi Partai Politik

Partai Politik: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Klasifikasi, Ciri-ciri, dan Tujuan
Fungsi Partai Politik

Fungsi partai politik di negara demokratis dan di negara yang otoriter berbeda. Di negara demokratis partai politik relatif dapat menjalankan fungsinya sesuai harkatnya, yakni menjadi wahana bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam pengelolaan kehidupan bernegara dan memperjuangkan kepentingan di hadapan penguasa. Namun hal sebaliknya terjadi di negara otoriter, partai politik tidak dapat menunjukkan harkatnya melainkan lebih banyak menjalankan kehendak penguasa.

Selain itu, fungsi partai politik di negara berkembang juga sedikit berbeda. Sebenarnya partai politik di negara berkembang diharapkan dapat melaksanakan fungsi yang sama seperti di negara yang sudah mapan kehidupan politiknya, namun di negara berkembang partai politik harus berhadapan dengan berbagai masalah seperti kemiskinan, terbatasnya kesempatan kerja, pembagian pendapatan yang timpang, dsb. Sehingga fungsi yang harus dilaksanakan partai politik di negara berkembang semakin berat.

Namun secara umum, partai politik diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:

  • Partai sebagai sarana Komunikasi Politik; partai politik mempunyai tugas adalah menyalurkan aneka ragam pendapat dan inspirasi masyarakat dan mengatur daripada kesimpangsiuran pendapat dari masyarakat berkurang.
  • Partai sebagai sarana Sosialisasi Politik; partai politik memiliki peranan yaitu sebagai tempat seseorang memperoleh sikap dan orientasi terhadap fenomena politik, yang umumnya berlaku dalam masyarakat di mana ia berada.
  • Partai sebagai sarana Recruitment Politik; partai politik juga berfungsi untuk mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk turut dalam kegiatan politik sebagai anggota partai (political recruitment).
  • Partai sebagai sarana Pengatur Konflik; dalam suasana demokrasi, persaingan dan perbedaan pendapat dalam masyarakat merupakan soal yang wajar. Jika sampai terjadi konflik, partai politik berusaha dalam mengatasinya.

Baca Juga: Pemerintahan: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Sistem, dan Bentuk

Klasifikasi Partai Politik

Partai Politik: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Klasifikasi, Ciri-ciri, dan Tujuan
Kalsifikasi Partai Politik

Klasifikasi partai politik dapat didasarkan atas beberapa hal, yaitu dari segi komposisi, fungsi keanggotaan, dan dasar ideologinya. Dalam klasifikasi berdasarkan komposisi dan fungsi keanggotaan, partai politik dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu partai kader dan partai massa. Sedangkan berdasarkan ideolologinya, menurut Klaus von Beyme partai politik dapat dibagi menjadi 9 kelompok, yaitu:

  1. Partai Liberal dan Radikal.
  2. Partai Konservatif.
  3. Partai Sosialis dan Sosial Demokrat.
  4. Partai Kristen Demokrat.
  5. Partai Komunis.
  6. Partai Agraris.
  7. Partai Regional dan Etnis.
  8. Partai Ekstrem Kanan.
  9. Gerakan Ekonomi/Lingkungan.

Ciri-ciri Partai Politik

Partai Politik: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Klasifikasi, Ciri-ciri, dan Tujuan
Ciri-ciri Partai Politik

Organisasi politik dapat dikatakan partai politik jika memiliki ciri umum atau fundamental sebagai berikut:

  • Berwujud kelompok masyarakat yang beridentitas.
  • Terdiri atas beberapa orang yang terorganisasi dengan sengaja bertindak bersama-sama untuk mencapai tujuan partai.
  • Masyarakat mengakui bahwa partai politik memiliki legitimasi berupa hak untuk mengorganisasikan dan mengembangkan diri mereka.
  • Beberapa tujuannya yakni mengembangkan aktivitas, partai bekerja melalui mekanisme pemerintah yang mencerminkan pilihan rakyat.
  • Aktivitas inti partai politik yakni menyeleksi kandidat untuk jabatan publik.

Tujuan Partai Politik

Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 2008 Pasal 10, tujuan partai politik secara khusus yaitu:

  • Untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan.
  • Untuk memperjuangkan cita-cita partai politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara.
  • Untuk membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara.

Baca Juga