Pengertian Paradigma - Fungsi, Unsur dan Jenisnya
Paradigma merupakan cara pandang kita dalam memecahkan suatu masalah. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian paradigma, fungsi paradigma, unsur paradigma dan jenis-jenis paradigma berikut ini.

Paradigma termasuk istilah kata yang jarang kita gunakan dalam percakapan sehari-hari. Kendati demikian, ada baiknya kita mengetahui apa itu paradigma yang sebenarnya. Agar kita tidak salah paham ketika ada orang lain yang menggunakan istilah paradigma ini. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian paradigma, fungsi paradigma, unsur paradigma dan jenis-jenis paradigma berikut ini.

Pengertian Paradigma

Pengertian Paradigma - Fungsi, Unsur dan Jenisnya
Pengertian Paradigma

Berikut ini adalah pengertian paradigma yang diutarakan oleh sejumlah ahli:

1. Pengertian paradigma menurut Robert Freidrichs

Menurut Robert Freidrichs, paradigma adalah kumpulan nilai-nilai yang membentuk pola pikir seseorang sehingga terbentuklah citra yang subjektif terhadap suatu realita.

2. Pengertian paradigma menurut Thomas Kuhn

Paradigma dapat diartikan sebagai landasan berpikir atau cara ilmuan dalam berpikir dan memanfaatkan studi-studi keilmuan yang dimilikinya.

3. Pengertian paradigma menurut C. J. Ritzer

Paradigma merupakan pandangan para ilmuan terhadap apa yang menjadi inti permasalahan yang sebaiknya dipelajari dalam suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu.

4. Pengertian paradigma menurut Guba

Paradigma merupakan kumpulan keyakinan yang mengarahkan manusia untuk melakukan suatu tindakan.

5. Pengertian paradigma menurut George Ritzer

Menurut George Ritzer, paradigma merupakan suatu pendekatan dalam melakukan investigasi terhadap suatu objek atau yang biasa disebut dengan titik awal point of view. Paradigma juga bisa diartikan sebagai kumpulan sistem kepercayaan, nilai-nilai dan teknik-teknik yang digunakan bersama oleh suatu kelompok / komunitas ilmiah.

Fungsi Paradigma

Pengertian Paradigma - Fungsi, Unsur dan Jenisnya
Fungsi Paradigma

Di bawah ini adalah beberapa fungsi yang dimiliki oleh paradigma:

1. Untuk merumuskan hal apasaja yang akan dipelajari.

2. Untuk merumuskan persoalan apasaja yang harus dipecahkan

3. Untuk menentukan aturan apasaja yang harus diikuti dalam menginterprestasikan data-data yang telah dikumpulkan dengan tujuan agar bisa memecahkan persoalan tersebut secara konsisten.

Unsur-Unsur Paradigma

Pengertian Paradigma - Fungsi, Unsur dan Jenisnya
Unsur-Unsur Paradigma

Menurut Ahimsa Putra, ada beberapa unsur yang harus dimiliki suatu paradigma yaitu unsur implisit dan unsur eksplisit.

Unsur implisit adalah unsur-unsur yang dimiliki sebuah paradigma tapi tidak terlihat secara jelas dan nyata seperti halnya unsur eksplisit. Kendati demikian, unsur implisit ini sangat berpengaruh atau berkaitan erat dengan unsur eksplisit.

Adapun unsur-unsur implisit terdiri dari asumsi dasar, model dan juga nilai-nilai. Asumsi dasar merupakan pendapat atau anggapan seseorang dalam melakukan penelitian. Model merupakan jenis atau metode yang diambil penelitian dalam melakukan studi kaji, sedangkan nilai-nilai merupakan tinjauan yang berkaitan dengan inti yang akan diperoleh dari hasil penelitian tersebut.

Jenis-Jenis Paradigma

Pengertian Paradigma - Fungsi, Unsur dan Jenisnya
Jenis-Jenis Paradigma

Secara umum, ada tiga jenis paradigma yang perlu kamu ketahui:

1. Aliran positivisme

Aliran positivisme adalah jenis aliran yang memandang semua hal secara positif. Aliran ini biasa disebut dengan empirisme logis, empirisme nasional, dan juga neo-positivisme. Menurut aliran ini, ilmu alam merupakan satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, dan menolak semua aktivitas yang berhubungan dengan metafisika.

Aliran positivisme juga tidak mengenal yang namanya spekulasi / dugaan. Semua hal harus berdasarkan data empiris. Bisa dikatakan positivisme merupakan empirisme yang cukup ekstrim karena spekulasi tidak bisa dijadikan sebagai ilmu pengetahuan.

Ada banyak tokoh yang menganut aliran positivisme ini, seperti Moritz Schlick, Otto Neurath, A.J Ayer Krl Popper dan lain sebagainya. Tokoh-tokoh ini sangat berminat pada sains tapi tidak peduli terhadap ilmu agama atau hal lain yang berkaitan dengan metafisika. Menurut mereka, ilmu pengetahuan harus berdasarkan fakta / sumber referensi yang jelas.

2. Aliran Konstruktivisme

Aliran Konstruktivisme adalah aliran yang menganggap semua hal bisa terjadi karena adanya rekayasa. Jenis aliran ini menganggap kalau kehidupan sosial yang terjadi di dunia ini bukanlah realita yang natural, melainkan terbentuk dari hasil konstruksi. Karena itulah, orang yang menganut jenis paradigma konstruktivisme ini akan fokus pada bagaimana peristiwa tersebut dikonstruksi.

Aliran konstruktivisme juga bertolak belakang dengan aliran positivisme yang memisahkan subjek dengan objek komunikasi. Aliran ini menganggap subjek komunikasi adalah faktor utama dalam melakukan komunikasi yang pada akhirnya membentuk hubungan-hubungan sosial.

3. Aliran Kritis

Aliran kritis merupakan jenis aliran yang menganggap semua hal terjadi karena ada sebab akibatnya. Aliran ini menebak (membuat spekulasi) terhadap semua hal yang telah terjadi di dunia ini. Sebenarnya aliran kritis ini lahir sebagai bentuk kritikan terhadap aliran positivisme. Karena para penganut aliran ini merasa kalau aliran positivisme itu sangat bermasalah.

Baca Juga: Pengertian AMDAL - Tujuan, Fungsi, Jenis AMDAL, Jenis Usaha Wajib AMDAL dan Dokumen AMDAL.

Ada juga yang membedakan paradigma menjadi dua jenis, yaitu paradigma penelitian kuantitatif dan paradigma penelitian kualitatif.

1. Paradigma penelitian kuantitatif

Pengertian Paradigma - Fungsi, Unsur dan Jenisnya
Paradigma penelitian kualitatif

Paradigma kuantitatif mengutamakan pengujian teori dengan cara mengukur variabel penelitian dan melakukan analisa data dengan prosedur statistik. Paradigma ini sering disebut sebagai paradigma tradisional, paradigma positivis, atau paradigma eksperimental. Dalam paradigma ini, terdapat pendekatan deduktif untuk menguji hipotesis.

2. Paradigma penelitian kualitatif

Paradigma kualitatif fokus pada sejumlah masalah yang sering sekali kita temukan dalam kehidupan sosial. Paradigma ini memakai pendekatan induktif untuk menyusun dugaan atau hipotesis berdasarkan fakta-fakta yang ada. Terkadang paradigma ini disebut dengan pendekatan konstruktifis, naturalistik atau pendekatan interpretatif.

Paradigma kualitatif juga dikatakan sebagai salah satu model dalam penelitian humanistik, karena memposisikan manusia sebagai subjek pokok dalam suatu peristiwa sosial. Menurut Max Weber, tingkah laku manusia sangat dipengaruhi oleh pandangan hidup yang ada dalam kepalanya.

Tak hanya itu, paradigma kualitatif juga meyakini kalau ada keteraturan dalam suatu masyarakat. Maka dari itu, ilmuan sudah seharusnya mencari dan menemukan keteraturan itu berdasarkan teori-teori yang ada. Singkatnya, menurut paradigma kualitatif, proses penelitian itu lebih penting daripada hasil akhir yang diperoleh.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian paradigma, fungsi paradigma, unsur paradigma dan jenis-jenis paradigma yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai paradigma.

Baca Juga