Pengertian Pajak - Jenis, Fungsi, dan Manfaat
Pajak memiliki peranan yang sangat penting dalam mengatur stabilitas ekonomi dan sosial. Namun masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya pajak, karena tidak memahami apa itu pajak. Silahkan simak pembahasan tentang pengertian pajak, jenis, fungsi dan manfaatnya berikut ini!

Pajak merupakan sebuah alat atau metode yang digunakan pemerintah untuk mengontrol, menjalankan, dan mendapatkan penghasilan dalam rangka mendanai pembangunan berbagai macam infrastruktur. Pembangunan yang ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur yang sepenuhnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui pajak pemerataan pembangunan dapat dilakukan.

Untuk memahami pajak lebih lanjut, silahkan simak pembahasan tentang pengertian pajak, jenis-jenis pajak, fungsi pajak, dan manfaat pajak berikut ini.

Pengertian Pajak

Pengertian Pajak - Jenis, Fungsi, dan Manfaat
Pengertian Pajak

Pengertian pajak diatur dalam undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Menurut UU KUP NOMOR 28 TAHUN 2007, pasal 1, ayat 1, pengertian Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Jadi pajak merupakan kewajiban masyarakat berdasarkan nilai dari subjek pajak yang dimiliki dan juga besarnya penghasilan dari objek pajak. Jadi pajak berlaku bagi seluruh warga negara Indonesia berdasarkan kepemilikan barang, aktivitas transaksi jual beli, dan juga jumlah penghasilan.

Baca juga: Pengertian Bank - Jenis dan Fungsinya.

Jenis Pajak Berdasarkan Sifat

Pengertian Pajak - Jenis, Fungsi, dan Manfaat
Jenis Pajak Berdasarkan Sifat

Berdasarkan sifata atau cara penarikan pajak dibedakan menjadi dua jenis yaitu pajak langsung dan pajak tak langsung.

1. Pajak Langsung

Pajak langsung adalah pajak yang memiliki periode pemutungan, biasanya dilakukan satu kali dalam setahun. Pajak langsung diberlakukan berdasarkan objek pajak. Contoh pajak langsung adalah pajak penghasilan (Pph).

2. Pajak Tak Langsung

Pajak tak langsung adalah pajak yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu, tanpa adanya aturan periode pemungutan. Pajak tak langsung bisa dilakukan kapan saja tergantung dari subjek pajak yang dikenai pajak. Contoh pajak tak langsung adalah pajak pertambahan nilai (PPN). 

Jenis Pajak Berdasarkan Kewenangan Pemungut

Pengertian Pajak - Jenis, Fungsi, dan Manfaat
Jenis Pajak Berdasarkan Kewenangan Pemungut

Jenis pajak berdasarkan kewenangan pemungut jenis pajak dibagi menjadi dua yaitu pajak pusat dan pajak daerah.

1. Pajak Pusat

Pajak pusat adalah pajak yang dipungut dan dikelola oleh pemerintah pusat. Pengadministrasian pajak pusat dilakukan di kantor pelayanan pajak (KPP) atau kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan. Sementara untuk pengelolaan sebagian besar dilakukan oleh Direktorat Jendral pajak dan kementerian keuangan.

2. Pajak Daerah

Pajak daerah adalah pajak yang dipungut dan dikelola oleh pemerintah daerah. Penarikan pajak daerah dilakukan oleh kantor pendapatan daerah atau kantor pajak daerah atau kantor sejenisnya yang dibawahi oleh pemerintah daerah.

Jenis Pajak Berdasarkan Sifatnya

Pengertian Pajak - Jenis, Fungsi, dan Manfaat
Jenis Pajak Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatanya jenis pajak dibedakan menjadi dua yaitu pajak objektif dan pajak subjektif.

1. Pajak Objektif

Pajak objektif adalah pajak yang ditarik berdasarkan objek pajak. Besarnya penarikan pajak didasarkan pada jumlah penghasilan objek pajak.

2. Pajak Subjektif

Pajak subjektif adalah pajak yang ditarik berdasarkan subjek (barang/ benda) yang dikenai pajak. Besarnya pajak ditentukan dari nilai barang yang dikenai pajak tersebut.

Baca juga: Pengertian Asuransi - Unsur, Jenis dan Manfaat.

Jenis Pajak Berdasarkan Objek dan Subjek Pajak

Pengertian Pajak - Jenis, Fungsi, dan Manfaat
Jenis Pajak Berdasarkan Objek dan Subjek Pajak

Pembagian jenis pajak yang ditarik pemerintah melalui direktorat pajak dilihat dari subjek dan objek pajak dapat dibedakan menjadi tujuh. Berikut ini adalah penjelasannnya.

1. Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak bumi dan bangunan adalah pajak yang ditarik berdasarkan kepimilikan tanah dan bangunan. Setiap bangunan yang didirikan wajib mendapatkan izin mendirikan bangunan untuk mendapatkan pencatatan jenis bangunan yang didirikan berikut penentuan jumlah pajaknya.

2. Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan adalah pajak yang ditarik berdasarkan penghasilan seseorang setiap tahunnya. Besarnya pajak tergantung dari jumlah penghasilan seseorang. Pajak penghasilan juga memperhatikan status wajib pajak apakah sudah berkeluarga atau belum.

3. Pajak Pertambahan Nilai

Pajak pertambahan nilai adalah pajak yang ditarik berdasarkan peredaran barang atau jasa dari produsen, distributor, dan konsumen. 

4. Pajak Penjualan Barang Mewah

Pajak penjualan barang mewah adalah pajak tambahan (Selain PPN) untuk peredaran barang dari produsen ke konsumen yang sifatnya merupakan barang mewah atau hanya dikonsumsi (digunakan) oleh orang-orang tertentu.

5. Pajak Perdagangan International

Pajak perdagangan international adalah pajak dikenakan untuk perdagangan antar negara. Pajak ini dikenakan pada penjualan barang keluar negeri (ekspor) dan pembelian barang dari luar negeri (impor).

6. Pajak Kendaraan Bermotor

Pajak kendaraan bermotor adalah pajak yang dikenakan atas penggunaan kendaraan bermotor. Besarnya pajak yang dikenakan kendaraan bermotor biasanya tergantung pada harga kendaraan, tahun pengeluaran, dan juga kapasitas kendaraan.

7. Bea Materai

Bea materai adalah jenis pajak yang ditujukan pada dokumen yang memuat perjanjian hukum dan atau berhubungan dengan dokumen keuangan dengan jumlah nominal tertentu.

Fungsi Pajak

Pengertian Pajak - Jenis, Fungsi, dan Manfaat
Fungsi Pajak

Penarikan pajak dilakukan untuk menjalankan fungsi pemerintah sebagai penanggungjawab dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Berikut ini fungsi penarikan pajak oleh pemerintah.

1. Fungsi Anggaran

Pajak merupakan salah satu sumber penghasilan negara melalui dana yang terkumpul dari penarikan 

2. Fungsi Regulasi

Melalui pajak pemerintah melakukan proteksi (perlindungan) terhadap hasil produksi barang dalam negeri, menghambat laju inflasi, dan menarik investasi modal yang dapat meningkatkan perekonomian.

3. Fungsi Distribusi

Hasil penarikan pajak didistribukan secara merata ke masyarakat melalui pembangunan infrastruktur sehingga hasilnya dapat dinikmati secara bersama-sama.

4. Fungsi Stabilisasi

Pajak digunakan untuk menstabilkan perekenomian dalam hal ini penekanan laju inflasi dan deflasi.

Manfaat Pajak

Pengertian Pajak - Jenis, Fungsi, dan Manfaat
Manfaat Pajak

Manfaat pajak dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu pemerintah (Negara) sebagai penarik pajak dari masyarakat dan masyarakat sebagai penikmat hasil pengelolaan pajak.

1. Manfaat Untuk Negara

Pajak memiliki manfaat untuk negara sebagai sumber penghasilan negara. Melalui pajak pemerintah dapat membiayai belanja pegawai dan menjalankan pembangunan. Melalui pajak pemerintah melakukan pengaturan terhadap rumah tangga negara yaitu besarnya pemasukan dan pengeluaran.

2. Manfaat Untuk Masyarakat

Manfaat pajak untuk masyarakat adalah merasakan pemerataan pembangunan. Jadi, melalui pajak masyarakat secara umum dapat menikmati fasilitas-fasilitas yang dibangun oleh pemerintah tanpa memandang kaya dan miskin seseorang.

Demikian pembahasan tentang pengertian pajak, Jenis-jenis pajak, Fungsi dan manfaat pajak. Semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan khususnya mengenai pajak.

Baca Juga