Pengertian PDB, Komponen, Pendekatan Perhitungan, Rumus Perhitungan, dan Manfaatnya
PDB atau Produk Domestik Bruto merupakan jumlah produksi barang atau jasa yang telah dihasilkan oleh unit-unit produksi di suatu daerah pada saat tertentu. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian PDB berikut ini.

Ada beberapa komponen untuk menghitung pendapatan nasional, salah satunya adalah PDB atau Produk Domestik Bruto. Sayangnya, masih banyak yang belum paham tentang pengertian PDB. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian PDB, komponen PDB, pendekatan perhitungan PDB, rumus menghitung PDB, dan manfaat PDB berikut ini.

Pengertian PDB

Pengertian PDB, Komponen, Pendekatan Perhitungan, Rumus Perhitungan, dan Manfaatnya
Pengertian PDB

Apa itu pengertian PDB? PDB / Produk Domestik Bruto / GDP merupakan jumlah produksi barang atau jasa yang telah dihasilkan oleh unit-unit produksi di suatu daerah pada saat tertentu. Bisa dikatakan PDB merupakan salah satu indikator ekonomi suatu negara untuk mengukur jumlah total nilai produksi di mana jumlah total ini dihasilkan oleh semua orang atau perusahaan baik itu perusahaan lokal atau perusahaan asing yang ada dalam suatu negara. Berikut ini adalah pengertian PDB menurut para ahli:

1. Menurut Mankiw

Pengertian PDB menurut Mankiw adalah nilai pasar semua barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam satu perekonomian dalam kurun waktu tertentu.

2. Menurut O’Sullivan

Pengertian PDB menurut O’Sullivan adalah nilai pasar dari seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu perekonomian selama satu tahun.

3. Menurut Arnold

Pengertian PDB menurut Arnold adalah ukuran nilai pasar dari barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam satu tahun dalam batas suatu negara.

4. Menurut David N. Weil

Sedangkan pengertian PDB menurut David N. Weil adalah ukuran nilai barang dan jasa yang diproduksi pada suatu negara dalam satu tahun yang bisa dihitung baik dengan nilai output yang diproduksi atau setara dengan total pendapatan dalam bentuk gaji, sewa, dan laba yang diperoleh suatu negara.

Komponen PDB

Pengertian PDB, Komponen, Pendekatan Perhitungan, Rumus Perhitungan, dan Manfaatnya
Komponen PDB

Komponen PDB bisa dibagi menjadi empat, yaitu:

1. Konsumsi privat (private consumption)

Menghitung konsumsi dari individu atau rumah tangga untuk beberapa jenis barang, seperti:

a. Durable Goods

Durable goods merupakan barang yang awet atau tidak cepat rusak, dan memiliki umur yang relatif panjang (lebih dari tiga tahun). Contohnya seperti motor, mobil, barang elektronik, dan lain sebagainya.

b. Non-Durable Goods

Non-durable goods merupakan barang yang langsung dikonsumsi dan habis kegunaannya. Contohnya adalah makanan, minuman, sepatu, dan lain sebagainya.

c. Service

Service merupakan konsumsi untuk jasa. Contohnya adalah jasa dokter.

2. Investasi (investment)

Menghitung dana yang dikeluarkan untuk barang modal. Contohnya pembelian rumah, pembangunan pabrik baru, dan berbagai jenis kegiatan investasi lainnya.

3. Pengeluaran Pemerintah (Government Spending)

Menghitung semua pengeluaran yang dilakukan pemerintah. Contohnya membayar gaji pegawai negeri, membangun jalan, membangun fasilitas umum, membeli peralatan militer, dan lain sebagainya.

4. Ekspor Bersih (Net Export)

Menghitung ekspor bersih dilakukan dengan cara mengurangi total ekspor dengan total impor.

Pendekatan Perhitungan PDB

Pengertian PDB, Komponen, Pendekatan Perhitungan, Rumus Perhitungan, dan Manfaatnya
Pendekatan Perhitungan PDB

Secara konseptual, perhitungan PDB  atau GDP menggunakan tiga jenis pendekatan, yakni pendekatan produksi, pendekatan pengeluaran, dan pendekatan pendapatan.

1. Pendekatan Produksi

Pada pendekatan ini, unit-unit produksi dikelompokkan menjadi 9 lapangan usaha (sektor) antara lain:

a. Pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan.

b. Pertambangan dan penggalian.

c. Industri pengolahan.

d. Listrik, gas, dan air bersih.

e. Konstruksi.

f. Perdagangan, hotel, dan restoran.

g. Pengangkutan dan komunikasi.

h. Keuangan, real estate, dan jasa perusahaan.

i. Jasa-jasa (termasuk jasa pemerintah).

2. Pendekatan pengeluaran

Untuk pendekatan pengeluaran, adalah semua komponen permintaan akhir yang terdiri atas:

a. Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta nirlaba.

b. Konsumsi pemerintah.

c. Pembentukan modal tetap domestik bruto.

d. Perubahan inventori.

e. Ekspor bersih (total ekspor dikurangi dengan total impor).

3. Pendekatan pendapatan

PDB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang terlibat dalam proses produksi di suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Balas jasa yang dimaksud tentu saja adalah upah, gaji, bunga, modal, dan keuntungan. Semuanya akan dipotong dengan pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya.

Rumus Menghitung PDB

Pengertian PDB, Komponen, Pendekatan Perhitungan, Rumus Perhitungan, dan Manfaatnya
Rumus Menghitung PDB

Ada rumus yang digunakan untuk menghitung PDB, yaitu sebagai berikut:

PDB = C + I + G + (X-M)

Keterangan:

PDB = Produk Domestik Bruto

C = Konsumsi Rumah Tangga

I = Investasi

G = Konsumsi Pemerintah

X = Total Ekspor

M = Total Impor

Selain rumus tersebut, ada juga yang menghitung PDB dengan rumus yang sederhana, yaitu harga dikalikan dengan volume. Sebagai contoh, ada negara A yang memproduksi, menjual, dan mengonsumsi apel. Tahun lalu, terdapat 1 milyar apel yang sudah terjual, di mana satu apel dihargai dengan 500 rupiah. Dengan demikian, GDP negara A di tahun lalu bisa dinilai dengan 500 milyar rupiah.

Lalu di tahun ini, negara A memproduksi 1,2 milyar apel. Sebanyak 1,1 milyar apel dikonsumsi oleh penduduk negara tersebut sehingga tersisa apel dengan jumlah 100 juta. Sisa apel ini kemudian dijual ke negara lain dengan harga 600 rupiah per apel. Dengan demikian, GDP negara tersebut adalah 600 milyar rupiah, dan pertumbuhan GDP di negara A adalah 20% karena PDB di tahun ini mengalami peningkatan sebesar 100 milyar rupiah.

Baca Juga: Pengertian Pemerintah Daerah, Ciri, Syarat, Asas, Tugas dan Kewenangan, Serta Hak dan Kewajibannya.

Manfaat PDB

Pengertian PDB, Komponen, Pendekatan Perhitungan, Rumus Perhitungan, dan Manfaatnya
Manfaat PDB

PDB atau GDP adalah indikator utama untuk mengukur keadaan perekonomian suatu negara dan standar hidup atau kesejahteraan. PDB juga memiliki peran penting dalam menentukan kebijakan pembangunan ekonomi negara dan daerah. Tak hanya itu saja, PDB juga bermanfaat sebagai indikator tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pendapatan per kapita, kemakmuran, kenaikan dan penurunan daya beli masyarakat, menggambarkan struktur ekonomi dan potensi ekonomi daerah, dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian PDB, komponen PDB, pendekatan perhitungan PDB, rumus menghitung PDB, dan manfaat PDB yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai PDB.

Loading...

Baca Juga