Pengertian PBB, Sejarah, Asas, Tujuan, dan Struktur Organisasinya
PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan organisasi internasional yang anggotanya mencakup hampir seluruh negara di dunia. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian PBB berikut ini.

PBB bukanlah istilah yang asing lagi dalam kehidupan kita. Pasalnya, negara kita merupakan salah satu anggota PBB. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian PBB, sejarah PBB, asas PBB, tujuan PBB, dan struktur organisasi PBB berikut ini.

Pengertian PBB

Pengertian PBB, Sejarah, Asas, Tujuan, dan Struktur Organisasinya
Pengertian PBB

Apa yang dimaksud dengan pengertian PBB? PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan organisasi internasional yang anggotanya mencakup hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi persoalan hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Sejarah PBB

Pengertian PBB, Sejarah, Asas, Tujuan, dan Struktur Organisasinya
Sejarah PBB

Pada tahun 1915, Amerika Serikat berhasil menuangkan suatu konsep yang dirumuskan oleh beberapa tokoh di Inggris tentang pembentukan suatu liga dengan tujuan untuk menghindari dunia dari ancaman peperangan. Konferensi yang digagas oleh beberapa negara besar berpendapat kalau kehadiran organisasi internasional bisa menjamin perdamaian internasional. Atas usul Presiden AS, Woodrow Wilson, dibentuklah organisasi internasional yang diberi nama Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations).

Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk mempertahankan perdamaian internasional dan meningkatkan kerjasama internasional. Sedangkan tugasnya adalah menyelesaikan sengketa secara damai sehingga bisa mencegah peperangan. Ada beberapa hasil yang ditunjukkan Liga Bangsa-Bangsa, yaitu Perjanjian Locarno dan Perjanjian Kallog Briand. Akan tetapi, Liga Bangsa-Bangsa tidak bisa menciptakan perdamaian dunia. Hal ini terbukti dari meletusnya Perang Dunia II yang mengkhianati isi kesepakatan Liga Bangsa-Bangsa.

Karena dunia semakin kacau akibat perang, Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Inggris kemudian memprakarsai pertemuan yang menghasilkan Piagram Atlantik. Pokok-Pokok Piagam Atlantik ini selanjutnya menjadi dasar konferensi internasional dalam rangka penyelesaian perang dunia kedua. Konferensi ini menjadi jalan menuju pembentukan organisasi baru PBB. Tanggal 21 Agustus 1944, diadakan Konferensi Dumbarton Oaks yang membahas tentang rencana pendirian PBB. Tanggal 7 Oktober 1945, dipersiapkan piagam PBB. Piagam PBB kemudian ditandatangani pada 26 Juni 1945 dan mulai berlaku sejak 24 Oktober 1945. Di dalam Piagam PBB, terdapat Mukadimah (14 alinea) dan Batang Tubuh (19 bab dan 111 pasal). Isinya memuat tentang tujuan, asas, alat perlengkapan PBB, badan khusus, tugas dan kewajiban alat perlengkapan, serta keanggotaan PBB.

Asas PBB

Pengertian PBB, Sejarah, Asas, Tujuan, dan Struktur Organisasinya
Asas PBB

Berikut ini adalah asas PBB yang perlu kamu ketahui:

1. Berdasarkan persamaan kedaulatan dari semua anggotanya.

2. Semua anggota harus memenuhi kewajiban mereka dengan ikhlas sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB.

3. Semua anggota wajib menyelesaikan persengketaan internasional dengan jalan damai tanpa membahayakan perdamaian, keamanan, dan keadilan.

4. Dalam hubungan internasional, semua anggota harus menjauhi penggunaan ancaman atau kekerasan terhadap orang lain.

Tujuan PBB

Pengertian PBB, Sejarah, Asas, Tujuan, dan Struktur Organisasinya
Tujuan PBB

Tujuan dibentuknya PBB adalah sebagai berikut:

1. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.

2. Mengembangkan hubungan persaudaraan di antara bangsa-bangsa.

3. Menciptakan kerja sama dalam memecahkan permasalahan internasional dalam bidang ekonomi, sosial budaya, dan hak asasi.

4. Menjadikan PBB sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan tujuan bersama.

Baca Juga: Pengertian Pemerintah Daerah, Ciri, Syarat, Asas, Tugas dan Kewenangan, Serta Hak dan Kewajibannya.

Struktur Organisasi PBB

Pengertian PBB, Sejarah, Asas, Tujuan, dan Struktur Organisasinya
Struktur Organisasi PBB

Dalam Bab III Pasal 7 Piagam PBB, ada 6 bagian struktur organisasi utama PBB, antara lain:

1. Majelis Umum (General Assembly)

Setiap negara bisa menunjuk lima orang wakil untuk hadir dalam sidang umum, akan tetapi mereka hanya berhak untuk mengeluarkan satu suara. Setiap bulan September, diadakan sidang umum biasa oleh Majelis Umum, dan sewaktu-waktu bisa diadakan sidang luar biasa jika dikehendaki oleh Dewan Keamanan atau sebagian besar anggota PBB. Majelis Umum memiliki tugas dan kekuasaan sebagai berikut:

a. Berkaitan dengan perdamaian dan keamanan nasional.

b. Berkaitan dengan kerja sama ekonomi, kebudayaan, pendidikan, kesehatan, dan perikemanusiaan.

c. Berkaitan dengan perwakilan internasional termasuk daerah yang belum memiliki pemerintahan sendiri yang bukan daerah strategis.

d. Berkaitan dengan keuangan.

e. Melakukan perubahan piagam.

f. Memilih anggota tidak tetap Dewan Keamanan, Ekonomi dan Sosial, Dewan Perwakilan, Hakim Mahkamah Internasional, dan lain sebagainya.

2. Dewan Keamanan (Security Council)

Dewan Keamanan terdiri atas lima anggota tetap yang memiliki hak veto, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Perancis, dan Cina, serta ditambah dengan 10 anggota tidak tetap yang dipilih untuk masa dua tahun oleh Majelis Umum. Dewan Keamanan diberi hak dan wewenang untuk menentukan hal atau masalah yang dianggap mengganggu perdamaian. Selanjutnya, ada komite staf militer yang diperbantukan pada Dewan Keamanan yang terdiri dari Kepala Staf dari negara anggota tetap yang dimaksudkan agar bisa mempersiapkan tindakan segera jika terdapat ancaman perdamaian.

3. Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council)

Dewan Ekonomi dan Sosial memiliki anggota 18 negara. Setelah amandemen tahun 1971, jumlahnya bertambah menjadi 54 negara. Dewan Ekonomi dan Sosial dipilih oleh Sidang Umum untuk masa tiga tahun dan bersidang minimal tiga kali dalam setahun. Adapun tugas dari Dewan Ekonomi dan Sosial adalah:

a. Bertanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan ekonomi dan sosial yang digariskan PBB.

b. Mengembangkan ekonomi, sosial, dan politik.

c. Memupuk HAM.

d. Mengkoordinasi kegiatan dari bidang khusus dengan berkonsultasi dan menyampaikannya pada Sidang Umum dan anggota PBB.

4. Dewan Perwalian

Dewan Perwalian terdiri dari anggota yang menguasai daerah perwalian, anggota tetap Dewan Keamanan, dan sejumlah anggota yang dipilih selama tiga tahun oleh Sidang Umum. Fungsinya adalah mengupayakan kemajuan penduduk daerah perwalian dalam negara untuk mencapai kemerdekaan sendiri, memberi dorongan untuk menghormati hak-hak manusia, melaporkan hasil pengawasan kepada Sidang Umum PBB.

5. Mahkamah Internasional

Mahkamah Internasional merupakan badan perlengkapan PBB yang berkedudukan di Den Haag (Belanda). Anggotanya terdiri dari ahli hukum dari berbagai negara, dengan tugas yaitu memberikan saran dan pendapat kepada Dewan Keamanan dan Majelis Umum saat diminta.

6. Sekretaris

Sekretaris terdiri atas:

a. Sekretaris Jenderal yang dipimpin oleh sidang umum berdasarkan usul Dewan Keamanan dan bisa dipilih kembali.

b. Sekretaris jenderal pembantu. Terdapat 8 sekretaris jenderal pembantu yang mengepalai satu departemen. Tugasnya mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka penyelenggaraan pertemuan yang diadakan Majelis Umum dan badan utama lainnya, serta melaksanakan keputusan yang dihasilkan PBB dengan sebaik-baiknya.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian PBB, sejarah PBB, asas PBB, tujuan PBB, dan struktur organisasi PBB yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai PBB.

Loading...

Baca Juga