Pengertian Motif Ekonomi, Tujuan, Jenis, dan Contohnya
Motif ekonomi merupakan dorongan, alasan, atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang, kelompok, atau organisasi untuk melakukan suatu tindakan ekonomi. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian motif ekonomi berikut ini.

Pada dasarnya, setiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang didasari oleh motif tertentu. Seperti misalnya tindakan ekonomi. Tindakan ekonomi biasanya dilakukan seseorang karena adanya motif ekonomi. Lantas, apa itu pengertian motif ekonomi yang sebenarnya? Simak pembahasan lengkap tentang pengertian motif ekonomi, tujuan motif ekonomi, jenis-jenis motif ekonomi, dan contoh motif ekonomi berikut ini.

Pengertian Motif Ekonomi

Pengertian Motif Ekonomi, Tujuan, Jenis, dan Contohnya
Pengertian Motif Ekonomi

Motif ekonomi diartikan sebagai dorongan, alasan, atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang, kelompok, atau organisasi untuk melakukan suatu tindakan ekonomi. Dengan kata lain, motif ekonomi adalah alasan mendasar yang membuat seseorang melakukan tindakan ekonomi. Berikut ini adalah pengertian ekonomi menurut para ahli:

1. Menurut Wikipedia

Pengertian motif ekonomi menurut Wikipedia adalah alasan atau tujuan seseorang hingga melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu motif intrinsik dan motif ekstrinsik.

2. Menurut Ali Hamdan

Pengertian motif ekonomi menurut Ali Hamdan adalah sebab-sebab tertentu yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi demi memenuhi keinginan atau kebutuhan hidupnya.

3. Menurut Laurensius Steven

Pengertian motif ekonomi menurut Laurensius Steven adalah suatu keinginan yang menjadi pendorong bagi manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi.

Tujuan Motif Ekonomi

Berikut ini adalah tujuan dari motif ekonomi yang perlu kamu ketahui:

1. Untuk meningkatkan kemakmuran.

2. Untuk mendapatkan apresiasi gelar associate dari masyarakat.

3. Untuk mendapatkan kekuasaan di kalangan masyarakat.

4. Untuk mencoba hal-hal yang lebih bersifat sosial.

Pada dasarnya, semua orang memiliki keinginan yang tak terbatas. Setelah keinginan yang satu terpenuhi, maka keinginan yang lain akan muncul. Padahal, alat untuk memenuhi kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.

Jenis-Jenis Motif Ekonomi

Secara umum, motif ekonomi dibedakan menjadi dua jenis, antara lain sebagai berikut:

1. Motif Intrinsik

Motif intrinsik adalah motif yang timbul dari dalam diri seseorang tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal. Dengan kata lain, motif instrinsik adalah motif yang timbul karena hasrat atau keinginan tersendiri. Contohnya seperti ketika kita lapar, kita tentu saja akan memasak atau membeli makanan.

2. Motif Ekstrinsik

Motif ekstrinsik merupakan motif yang timbul karena adanya pengaruh dari faktor-faktor eksternal. Pada umumnya, motif ekstrinsik ini tak sepenuhnya timbul dalam diri seseorang. Sebagai contoh, ada teman yang memamerkan HP terbaru kepadamu. Setelah itu, kamu jadi ingin membeli HP baru. Atau bisa juga sekolah menerapkan peraturan untuk memakai sepatu hitam putih, sehingga mau tidak mau kamu akhirnya membeli sepatu berwarna hitam putih.

Sedangkan berdasarkan faktor yang mendasari timbulnya suatu motif, motif ekonomi dikelompokkan menjadi motif individu dan motif organisasi.

1. Motif Individu

Motif individu timbul karena adanya keinginan untuk mensejahterakan diri sendiri dan keluarga. Motif individu dibagi lagi menjadi beberapa jenis:

a. Motif untuk mencapai kemakmuran (meningkatkan taraf hidup)

Setiap orang tentu saja akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik itu kebutuhan jasmani ataupun rohani dengan tujuan untuk mencapai kemakmuran (adanya keseimbangan antara kebutuhan dengan pemuas kebutuhan).

b. Motif mendapatkan penghargaan (aktualisasi diri)

Tahukah kamu, manusia sebenarnya selalu membutuhkan penghargaan atau pengakuan dari pihak lain. Oleh karena itulah, setiap orang akan berusaha untuk memperoleh pengakuan dari orang lain. Contohnya seperti menggunakan mobil mewah untuk mendapat pengakuan dari orang lain kalau dirinya telah sukses dan lain sebagainya.

c. Motif mencapai kekuasaan ekonomi

Bagi sebagian orang yang terjun ke dunia bisnis, mencapai kekuasaan ekonomi adalah sebuah tujuan. Seorang pelaku bisnis akan berusaha untuk menguasai pasar, baik itu secara nasional ataupun internasional, demi meraih keuntungan besar.

d. Motif sosial (demi membantu sesama)

Tak semua orang melakukan tindakan ekonomi karena kepentingan diri sendiri. Ada juga sebagian orang yang melakukannya karena kepentingan sosial atau orang banyak. Seperti mendirikan yayasan untuk orang miskin, mendirikan koperasi untuk kesejahteraan masyarakat, dan lain-lain.

2. Motif Organisasi (Perusahaan)

Tak hanya individu saja, organisasi atau perusahaan juga memiliki motif-motif ekonomi, antara lain sebagai berikut:

a. Motif memproduksi barang dengan harga murah

Untuk memenangkan persaingan bisnis, perusahaan umumnya berusaha untuk memproduksi barang dengan harga yang lebih murah namun tetap berkualitas tinggi.

b. Motif mencari keuntungan

Salah satu alasan utama yang mendasari perusahaan melakukan tindakan ekonomi adalah untuk meraih keuntungan. Dengan kata lain, perusahaan selalu memprioritaskan keuntungan. Karena keuntunganlah yang selama ini menjadi motivasi bagi perusahaan dalam menjalankan usahanya.

c. Motif menjaga kontinuitas perusahaan
Tak semua perusahaan bisa mempertahankan eksistensinya. Maka dari itu, perusahaan akan selalu berusaha untuk menjaga kontinuitas usahanya agar perusahaan bisa mendapat keuntungan secara terus-menerus. Dengan demikian, seluruh kegiatan karyawan dalam perusahaan bisa terus berjalan.

Baca Juga: Pengertian Imunisasi, Tujuan, Manfaat, Jenis, dan Cara Pemberiannya.

Contoh Motif Ekonomi

Untuk lebih jelasnya, simak beberapa contoh motif ekonomi berikut ini:

1. Seorang petani bekerja dengan rajin agar mendapatkan hasil panen yang baik.

2. Seorang pemulung bekerja hingga malam hari agar mendapatkan uang yang banyak.

3. Seorang pebisnis sengaja mempromosikan produknya di TV agar produknya bisa terjual habis.

4. Portugis menjajah Timor-Timor agar bisa menguasai dan mengelola kekayaan alamnya.

5. Seorang siswa rajin belajar agar mendapat nilai ujian yang bagus.

6. Seorang pedagang bersikap ramah dan memberikan pelayanan yang baik agar pembeli nyaman dan mau menjadi pelanggan tetap.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian motif ekonomi, tujuan motif ekonomi, jenis-jenis motif ekonomi, dan contoh motif ekonomi yang perlu kau ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai motif ekonomi.

Baca Juga