Model Pembelajaran STAD – Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
​Ulasan mengenai pengertian model pembelajaran STAD, model pembelajaran STAD menurut pendapat ahli, tujuan penggunaan, karakteristik, kelebihan dan kelemahan model pembelajaran STAD.

Model pembelajaran ini memang kurang akrab ditelinga, namun model pembelajaran Student Teams Achievement Division atau yang biasa disingkat STAD ini kerap digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam menghadapi persaingan, persaingan ini terkait dengan kompetisi antar kelompok yang dibangun oleh guru pengajar dengan harapan persaingan yang terjadi adalah persaingan positif. Selain persaingan antar tim, anggota tim juga akan berusaha saling membatu menjadi yang terbaik dengan meningkatkan kemampuannya masing -masing dalam menguasai materi ajar, anggota tim yang memiliki kemampuan dan keterampilan lebih tinggi akan membantu anggota tim yang memiliki kemampuan lebih rendah untuk dapat menguasai materi ajar.

Model Pembelajaran STAD Menurut Pendapat Ahli

Model Pembelajaran STAD – Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Model Pembelajaran STAD Menurut Pendapat Ahli

STAD (Student Teams Achievement Division) didesain untuk memotivasi siswa-siswa supaya kembali bersemangat dan saling menolong untuk mengembangkan keterampilan yang diajarkan oleh guru (Nur Citra Utomo dan C. Novi Primiani, 2009: 9)

Model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) merupakan variasi pembelajaran kooperatif yang memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang diajarkan oleh guru (Slavin dalam Rusman, 2012:214)

Pengertian Model Pembelajaran STAD

Model Pembelajaran STAD – Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Pengertian Model Pembelajaran STAD

Mengacu pada dua pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STAD adalah model pembelajaran yang didesain untuk memotivasi, memacu , membantu peserta didik satu sama lain untuk menguasai materi ajar yang disajikan oleh guru. Seperti halnya pada model pembelajaran kooperatif, pada model pembelajaran STAD juga akan ditemukan pembagian kelas menjadi kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 4 hingga 5 peserta didik dengan keragaman karakter, gender dan kemampuan. Kelompok inilah nantinya yang akan disebut sebagai tim dan akan mengikuti proses pembelajaran. Jika dilakukan dan diterapkan dengan benar maka akan muncul kompetisi positif antar tim yang akan meningkatkan motivasi bagi masing masing anggota kelompok untuk menjadi yang terbaik.

Tujuan Penggunaan Model Pembelajaran STAD

Model Pembelajaran STAD – Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Tujuan Penggunaan Model Pembelajaran STAD

Penggunaan model pembelajaran STAD pada proses pembelajaran memiliki tujuan untuk menanamkan sikap gotong royong serta saling membantu dalam menyelesaikan masalah, sikap gotong royong ini tercermin pada proses pembelajaran dimana pada model pemelajaran STAD peserta didik akan berkompetisi dengan peserta didik lain melalui tim. Di dalam tim, anggota tim akan berusaha saling membatu satu sama lain menyelesaikan permasalahan yang disajikan, mekanisme penyajian materi dapat dilakukan dengan kuis maupun tugas presentasi.

Karakteristik Model Pembelajaran STAD

Model Pembelajaran STAD – Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Karakteristik Model Pembelajaran STAD

Salah satu karateristik yang menonjol dari penggunaan model pembelajaran STAD di dalam proses pembelajaran adalah adanya kerjasama tim. Kerjasama tim ini terbentuk oleh proses pembelajaran dimana dalam proses pembelajaran model pembelajaran STAD, penyajian materi serta evaluasi yang dilakukan melibatkan tim dan juga individu, pada tugas selama proses pembelajaran guru akan memberikan tugas pada tim, dengan mekanisme presentasi atau kuis. Dalam kerjasama tim, anggota tim dibolehkan saling membantu satu sama lain, saling bantu seperti ini tentu akan sulit ditemui pada model atau metode pembelajaran lainnya.

Langkah Penggunaan Model Pembelajaran STAD

Model Pembelajaran STAD – Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Langkah Penggunaan Model Pembelajaran STAD

Guru menyiapkan materi ajar sebelum menerapkan model pembelajaran STAD. Pada awal penyajian materi ajar, guru akan membagi kelas kedalam kelompok kelompok kecil terdiri dari 4 sampai 6 peserta didik dengan keragaman gender, karakter dan kemampuan.

Guru menyajikan materi ajar dengan mekanisme presentasi, lalu dilanjutkan dengan pembahasan yang melibatkan peserta didik yang sudah terkelompk dalam tim. Guru menciptakan suasana kompetisi dalam kelas sehingga setiap tim memiliki motivasi untuk lebih baik dari tim lain. Untuk menjadi tim terbaik, setiap anggota tim akan berusaha meningkatkan kemampuan dan keterampilan pada dirinya.

Pada tahap akhir proses pembelajaran model pembelajaran STAD, guru akan melakukan evaluasi pada individu peserta didik untuk mengukur keterserapan materi ajar yang diberikan dan juga sebagai metode untuk mengukur kemampuan peserta didik setelah dilakukannya proses pembelajaran.

Baca Juga : Model Pembelajaran Kooperatif - Pengertian, Pendapat Ahli, Tujuan, karakteristik, kelebihan dan kelemahan

Kelebihan Penggunaan Model Pembelajaran STAD

Model Pembelajaran STAD – Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan Penggunaan Model Pembelajaran STAD

Penggunaan model pembelajaran STAD pada proses pembelajaran memiliki kelebihan dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya, kelebihan itu diantaranya adalah model pembelajaran STAD mampu meningkatkan kemampuan kerja sama tim yang dibentuk oleh peserta didik, dalam kerja sama tim akan terjadi interaksi antar peserta didik yang disisi lain interaksi ini menjadi awal dari peningkatan kemampuan sosial peserta didik.

Meningkatkan kemampuan individu dalam kelompok, karena perlahan tapi pasti akan muncul kompetisi positif di dalam tim, dimana masing masing anggota kelompok akan berusaha meningkatkan kemampuan dan keterampilannya untuk dapat menyelesaikan tugas atau kuis yang diberikan.

Penggunaan model pembelajaran ini mampu meningkatkan rasa tanggung jawab dan interaksi positif serta ketergantungan positif antar anggota tim, yang akan menuntun mereka menuju peningkatan kemampuan sosial. Kemampuan bersosialisasi sangat diperlukan ketika mereka kembali ke masyarakat.

Kelemahan Penggunaan Model Pembelajaran STAD

Model Pembelajaran STAD – Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Kelemahan Penggunaan Model Pembelajaran STAD

Penggunaan model pembelajaran STAD memiliki kelemahan saat diterapkan dalam proses pembelajaran, kelemahan tersebut diantara adalah, kompetisi terjadi antar tim, dimana kemampuan tim tertumpu pada peserta didik yang memiliki keterampilan dan kemampuan tinggi, sehingga kontribusi peserta didik akan didominasi oleh peserta didik dengan kemampuan tinggi. Hal ini jika tidak diantisipasi maka akan memunculkan rasa keegoisan dan rasa individualisme pada peserta didik yang berkemampuan tinggi, rasa rendah diri dan mengucilkan diri juga akan muncul pada peserta didik yang memiliki kemampuan rendah karena kesempatannya untuk membatu tim berkurang dan tersingkirkan oleh peserta didik berkemampuan tinggi.

Demikian ulasan mengenai pengertian model pembelajaran STAD, pendapat menurut ahli mengenai model pembelajaran STAD, tujuan penggunaan model pembelajaran STAD, karakteristik, kelebihan dan kelemahan model pembelajaran STAD.

Baca Juga