Model Pembelajaran Kooperatif - Pengertian, Pendapat Ahli, Tujuan, karakteristik, kelebihan dan kelemahan
Ulasan mengenai pengertian model pembelajaran kooperatif, tujuan penerapan model pembelajaran kooperatif, konsep dasar pembelajaran kooperatif, karakteristik model pembelajaran kooperatif, kelemahan dan kelebihan model pembelajaran kooperatif.

Model pembelajaran yang satu ini tak kalah menarik dengan model pembelajaran lainnya dan dapat diterapkan dalam semua tingkat pendidikan. Model pembelajaran ini menitik beratkan pada perkembangan kemampuan bersosialisasi peserta didik sehingga model pembelajaran ini diajurkan untuk selalu diterapkan pada sekolah dasar terutama kelas tinggi ( kelas 4-5-6) untuk memupuk sikap menghargai satu sama lain, keberanian menyatakan pendapat dan saling bantu untuk dapat menyelesaikan masalah sedari dini.

Menurut Pendapat Ahli

Model Pembelajaran Kooperatif- Pengertian, Pendapat Ahli, Tujuan, karakteristik, kelebihan dan kelemahan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif atau pembelajaran gotong royong adalah sistem pengajaran yang memberi kesempatan siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur (Lie, 2010: 12).

Dalam pembelajaran kooperatif para siswa akan duduk bersama dalam kelompok yang beranggotakan empat orang untuk menguasai materi yang disampaikan oleh guru ( Slavin 2010,8)

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif- Pengertian, Pendapat Ahli, Tujuan, karakteristik, kelebihan dan kelemahan
Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Dengan mengacu pada dua definisi ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dimana guru menyajikan materi ajar dengan mengelompokkan siswa dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang anggota dimana mereka dapat saling bekerjasama satu sama lain.

Dalam penerapan model pembelajaran ini, guru menyajikan materi ajar searah kepada peserta didik sama seperti penerapan metode ceramah, namun setelah menyajikan materi ajar, proses pembelajaran akan dilanjutkan dengan diskusi peserta didik yang dilakukan dalam kelompok - kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Setelah dilakukan kerja kelompok akan diakhiri dengan pelaporan hasil kerja kelompok.

Dalam model pembelajaran ini peserta didik tidak hanya mendapatkan informasi mengenai materi dari penjelasan guru diawal, namun dapat juga menggali informasi dari anggota kelompok melalui diskusi atau dapat juga menambah perbendaharaan informasi atau materi dari buku pelajaran.

Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif- Pengertian, Pendapat Ahli, Tujuan, karakteristik, kelebihan dan kelemahan
Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif memiliki tujuan untuk membiasakan dan memberanikan diri peserta didik mengemukakan pendapat pribadi dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Munculnya keanekaragaman pendapat dalam satu kelompok akan menimbulkan kesadaran untuk menyamakan cara pandang pada diri peserta didik. Tujuan lain model pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi peserta didik yang dilatih melalui interaksi langsung antar peserta didik dalam satu kelompok. Interaksi sosial sangat penting bagi peserta didik jika sudah kembali ke masyarakat.

Baca Juga : Metode Demonstrasi - Pengertian, Tujuan, karakteristik, kelebihan dan Kelemahan

Konsep Dasar Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif- Pengertian, Pendapat Ahli, Tujuan, karakteristik, kelebihan dan kelemahan
Konsep Dasar Model Pembelajaran Kooperatif

Kosep dasar model pembelajaran kooperatif adalah pengembangan model pembelajaran yang menitik beratkan interaksi langsung peserta didik satu sama lain guna menaikkan kemampuan sosialisasi.

Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif- Pengertian, Pendapat Ahli, Tujuan, karakteristik, kelebihan dan kelemahan
Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif

karakteristik model pembelajaran kooperatif diantara adalah sebagai berikut ini :

Adanya Ketergantungan positif Antar Peserta Didik

Dalam metode pembelajaraan kooeratif akan terjadi interaksi ketergantungan positif antar peserta didik untuk saling membantu menyelesaikan tugas yang sudah diberikan, guru memiliki peran sebagai pendorong bagi peserta didik untuk dapat saling berinteraksi satu sama lain.

Adanya Akuntabilitas Individual Peserta Didik

Kemampuan individu peserta didik dalam melakukan penyerapan materi ajar akan nampak saat pengambilan nilai rata - rata kelompok pada akhir pembelajaran, dimana nilai rata - rata kelompok dapat dijadikan standar penguasaan materi dalam kelompok tersebut. Dengan batasan rata - rata nilai kelompok, anggota kelompok yang lain dapat mengetahui siapa yang mengalami kesulitan dalam menyerap materi ajar dan dapat membantunya. Disanalah inti dari model pembelajaran ini akan nampak, yakni interaksi positif antar peserta didik untuk menyelesaikan masalah.

Adanya Interaksi Antar Peserta Didik

Ciri yang paling terlihat dalam model pembelajaran kooperatif adalah adanya interaksi dan tatap muka langsung antar peserta didik selama proses pembelajaran. Interaksi ini sejalan dengan tujuan model pembelajaran kooperatif yaitu untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi peserta didik.

Ketrampilan Menjalin Hubungan Antar Peserta didik

Dalam penggunaan model pembeljaran kooperatif akan dapat juga ditemui adanya peningkatan ketrampilan menjalin hubungan antar peserta didik yang tergabung dalam satu kelompok. Dengan pengelompokkan ini guru dapat mengawasi, mengamati dan menganalisa jika ada anggota kelompok yang mengalami masalah sosial seperti sulit berkomunikasi dengan peserta didik lainnya. Jika hal ini ditemukan, guru dapat melakukan tindakan khusus dan metode khusus pada peserta didik yang dimaksud.

Kelebihan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif- Pengertian, Pendapat Ahli, Tujuan, karakteristik, kelebihan dan kelemahan
Kelebihan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif

kelebihan menggunakan model pembelajaran kooperatif antara lain adalah efisiensi waktu untuk penyelesaian masalah yang membutuhkan pemikiran banyak orang. Mampu memunculkan sikap saling membutuhkan dan menghargai antara peserta didik. Keleluasaan saling berbagi informasi antara peserta didik yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan tugas, sehingga penyerapan materi ajar pada peserta didik dapat lebih efektif.

Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif- Pengertian, Pendapat Ahli, Tujuan, karakteristik, kelebihan dan kelemahan
Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran ini memiliki kelemahan ketika peserta didik tidak dapat bekerjasama dengan sesama anggota kelompok, hal ini akan menimbulkan potensi perdebatan dan perselihan dalam satu kelompok yang dapat menimbulkan kegaduhan. Jika pembagian anggota kelompok tidak tepat akan terjadi pembiasaan sistem dominansi dimana peserta didik yang memiliki sifat dominan akan selalu membuat keputusan dan peserta didik yang memiliki sifat pendiam akan terus mengikuti keputusan, meski keputusan yang dibuat salah.

Selain itu,waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan model pembelajaran kooperatif ini cenderung lama, hal ini terkait dengan proses penyampaian pendapat yang memunculkan persetujuan dan pertentangan dari kelompok lain. Guru pengajar juga harus selalu mengkoreksi dan meluruskan setiap kali sanggahan atau penyampaian informasi yang dilakukan oleh peserta didik sulit dimegerti oleh peserta didik lainnya.

Demikianlah ulasan mengenai pengertian model pembelajaran kooperatif, tujuan penerapan model pembelajaran kooperatif, konsep dasar pembelajaran kooperatif, karakteristik model pembelajaran kooperatif, kelemahan dan kelebihan model pembelajaran kooperatif. Semoga bermanfaat.

Baca Juga