Model Pembelajaran Jigsaw - Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Ulasan mengenai pengertian model pembelajaran jigsaw, tujuan penerapan model pembelajaran jigsaw, karakteristik model pembelajaran Jigsaw, kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Jigsaw.

Model pembelajaran yang satu ini juga tak kalah asingnya di telinga, namun kerap digunakan saat proses pembelajaran karena desain model pembelajaran ini dibuat untuk meningkatkan kemampuan sosial peserta didik.

Model Pembelajaran Jigsaw Menurut Pendapat Ahli

Model Pembelajaran Jigsaw- Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan

Model pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan pembelajaran kooperatif dimana guru membagi kelas dalam kelompok-kelompok lebih kecil ( Agus Suprijono, 2009: 89 )

Dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa belajar dengan kelompok kecil yang terdiri 4 sampai 6 orang, heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab secara mandiri (Yuzar dalam Isjoni 2010: 78)

Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw

Model Pembelajaran Jigsaw- Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw

Dari dua pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Jigsaw adalah tipe lain dari model pembelajaran kooperatif, dimana peserta didik dalam satu kelas akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil beranggotakan 4-6 peserta didik dengan heterogenitas pada gender, kemampuan dan karakter.

Didalam model pembelajaran jigsaw, peserta didik tidak hanya memiliki tanggung jawab pada penyerapan materi ajar dirinya sendiri, namun juga bertanggung jawab atas proses penyerapan maeri ajar pada diri orang lain. Hal ini diterapkan melalui kelompok pakar. Dimana pada proses pembelajaran, anggota kelompok asal yakni anggota kelompok awal yang dikumpulkan berdasarkan keputusan guru akan di utus ke dalam kelompok baru yang beranggotakan dari beberapa anggota kelompok lain, di dalam kelompok baru ini, anggota kelompok yang diutus akan mendapatkan materi ajar tertentu.

Kelompok baru ini dinamakan kelompok pakar, setelah menyerap materi ajar, anggota tersebut lalu dikembalikan ke kelompok asal, di dalam kelompok asal, anggota kelompok yang sudah diutus ini bertanggung jawab untuk menyalurkan materi ajar yang sudah diterima ke anggota kelompok lainnya.

Kemunculan kelompok pakar ini akan memunculkan rasa tanggung jawab pada peserta didik atas materi ajar yang sudah diterima, selain itu interaksi antar peserta didik, baik dikelompok pakar maupun dikelompok asal akan meningkatkan kemampuan sosial peserta didik.

Baca Juga : Model Pembelajaran - Pengertian, Fungsi, Dan Ragam Menurut Para Ahli

Tujuan Penggunaan Model pembelajaran Jigsaw

Model Pembelajaran Jigsaw- Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Tujuan Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw

Model pembelajaran ini diterapkan pada proses pembelajaran untuk memupuk rasa tanggung jawab pada diri peserta didik, meningkatkan kemampuan sosial peserta didik serta meningkatkan kemampuan menyimak dan menjelaskan kembali.

Karakteristik Model Pembelajaran Jigsaw

Model Pembelajaran Jigsaw- Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Karakteristik Model Pembelajaran Jigsaw

Model pembelajaran Jigsaw memiliki karakteristik yang unik, yakni adanya rasa tanggung jawab yang dibebankan pada peserta didik, jika tidak dikelola dengan benar, beban menyalurkan materi ajar kepada anggota lain malah akan menghambat proses pembelajaran karena tidak semua peserta didik memiliki daya serap yang sama.Pengelolaan beban ini dilakukan guru dengan memberikan saran dan bimbingan pada peserta didik yangt mengalami kesulitan.

Karakteristik lain yang dapat terlihat adalah di dalam model pembelajaran jigsaw adalah peserta didik akan dikelompokkan menjadi kelompok - kelompok kecil dengan anggota kelompok 4 sampai 6 peserta didik.

Kelompok pakar adalah salah satu karakteristik yang paling menonjol pada model pembelajaran Jigsaw. Kelompok ini dibuat oleh guru sebagai wadah penyerapan materi ajar.

Langkah Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw

Model Pembelajaran Jigsaw- Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Langkah Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw

Sebelum menerapkan model pembelajaran jigsaw, guru mengkondisikan peserta didik dalam kelas, kedalam kelompok kelompok kecil beranggotakam 4-6 anggota dengan keragaman pada gender, kemampuan dan karakter. Kelompok ini disebut sebagai kelompok asal.

Masing masing anggota kelompok asal ini akan diberi tugas sebagai utusan ke kelompok baru, yang dibentuk oleh guru berdasarkan pembagian materi ajar. Kelompok ini disebut kelompok pakar dimana nantinya anggota kelompok asal akan diberikan materi ajar tertentu. Hal ini berlaku pada semua anggota kelompok asal, namun masing masing anggota kelompok asal akan di tempatkan ke dalam kelompok baru dengan materi ajar yang berbeda satu sama lain, sehingga ketika kembali ke kelompok asal, maka masing - masing anggota kelompok asal ini akan memiliki materi ajar yang berbeda satu sama lain.

Proses pembelajaran jigsaw pun dimulai, masing - masing anggota keolompok asal akan diberikan tugas untuk menjelaskan dan menguraikan kembali materi ajar yang sudah dipelajari dan diserap ketika berada di dalam kelompok pakar kepada anggota kelompok asal, secara bergantian masing - masing anggota akan menjelaskan kepada rekan - rekannya mengenai materi yang sudah diserap di kelompok pakar. Dengan demikian maka masing masing peserta didik akan mendapatkan materi ajar secara utuh yang didapatkan dari rekan – rekannya.

Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi guna mengukur tingkat keterserapan materi ajar pada peserta didik.

Kelebihan Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw

Model Pembelajaran Jigsaw- Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan Model Pembelajaran Jigsaw

Kelebihan penggunaan model pembelajaran jigsaw dalam proses pembelajaran diantaranya adalah pemerataan penyerapan materi ajar pada peserta didik dapat dilakukan dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan model pembelajaran yang lainnya, hal ini terkait dengan kelompok pakar yang memiliki tugas untuk menguraikan dan menjelaskan kembali materi ajar kepada anggota kelompok asal.

Kelebihan lainnya dari penggunaan model pembelajaran jigsaw adalah kemampuan berbicara, menjelaskan peserta didik model pembelajaran jigsaw jauh lebih tinggi dibanding dengan model pembelajaran lainnya dimana hal ini muncul dari kebiasaan peserta didik yang dibiasakan untuk menjelaskan kembali materi ajar yang sudah diterimanya dalam kelompok pakar.

Kelemahan Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw

Model Pembelajaran Jigsaw- Pengertian, Tujuan, Karakteristik, Kelebihan dan Kelemahan
Kelemahan Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw

Kelemahan utama penggunaan model pembelajaran Jigsaw terletak pada tingkat kemampuan menjelaskan, menyerap, dan menyimak peserta didik. Jalannya proses pembelajaran model pembelajaran jigsaw ini akan terhambat apabila peserta didik dengan kemampuan menjelaskan dan berbicara yang rendah ditunjuk sebagai tenaga pakar yang akan menerima materi ajar dan bertugas menjelaskan kembali pada rekan sesama anggota kelompok asal.

Dapat terjadi dominansi pada saat berjalannya diskusi, baik pada kelompok asal maupun kelompok pakar, hal ini timbul dari kebiasaan sehari hari peserta didik, sehingga guru perlu melakukan pengawasan penuh pada saat berjalannya diskusi baik pada kelompok asal maupun kelompok pakar setiap kelompok.

Demikian ulasan mengenai pengertian model pembelajaran jigsaw, tujuan penerapan model pembelajaran jigsaw, karakteristik model pembelajaran Jigsaw, kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Jigsaw.

Baca Juga