Pengertian Leasing - Ciri, Pihak Yang Terlibat, Jenis dan Mekanismenya
Jika sebuah perusahaan mengalami kesulitan dalam pembelian barang-barang modal, ia bisa melakukan perjanjian sewa-menyewa dengan perusahaan leasing. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian leasing, ciri-ciri leasing, pihak yang terlibat dalam leasing, jenis dan mekanisme leasing berikut ini.

Leasing merupakan jenis lembaga yang menyewakan barang-barang modal untuk digunakan oleh perusahaan lain dalam jangka waktu tertentu. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian leasing, ciri-ciri leasing, pihak yang terlibat dalam leasing, jenis dan mekanisme leasing berikut ini.

Pengertian Leasing

Pengertian Leasing - Ciri, Pihak Yang Terlibat, Jenis dan Mekanismenya
Pengertian Leasing

1. Pengertian leasing menurut Peraturan Presiden No. 9 Tahun 2009 Pasal 1

Leasing merupakan kegiatan pembiayaan dengan menyediakan barang modal, baik itu sewa guna usaha dengan hak opsi ataupun tanpa hak opsi, untuk digunakan oleh pihak penyewa (lessee) dalam jangka waktu tertentu dan mendapat pembayaran secara angsuran.

2. Pengertian leasing menurut R Subekti

Leasing merupakan perjanjian sewa yang biasanya dilakukan di kalangan perusaha. Pihak lessor (perusahaan leasing) akan menyewakan alat perusahaan seperti mesin kepada pihak lessee (penyewa) dalam jangka waktu tertentu.

3. Pengertian leasing menurut Salim H. S

Leasing merupakan kontrak sewa antara pihak lessor dan pihak lessee. Pihak lessor merupakan pihak yang menyewakan barang produksi pada pihak lessee. Sedangkan pihak lessee merupakan pihak yang menerima barang produksi dan membayar uang sewa sesuai kesepakatan bersama. Ia memiliki hak opsi untuk membeli ataupun memperpanjang sewa.

Ciri-Ciri Leasing

Pengertian Leasing - Ciri, Pihak Yang Terlibat, Jenis dan Mekanismenya
Ciri-Ciri Leasing

1. Biasanya terdapat hubungan antara jangka waktu lease dengan masa kegunaan barang lease

2. Hak milik dari barang lease tersebut terdapat pada pihak lessor

3. Barang yang menjadi objek leasing adalah barang-barang yang digunakan untuk keperluan suatu perusahaan.

Pihak Yang Terlibat Dalam Leasing

Pengertian Leasing - Ciri, Pihak Yang Terlibat, Jenis dan Mekanismenya
Pihak Yang Terlibat Dalam Leasing

Menurut Ahmad Awari, ada sejumlah pihak yang terlibat dalam perjanjian leasing, yaitu:

1. Pihak perusahaan sewa guna usaha (lessor)

Merupakan pihak yang memberikan jasa pembiayaan dalam bentuk barang modal pada pihak lessee.

2. Perusahaan penyewa

Merupakan pihak yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk barang modal dari pihak lessor.

3. Supplier

Merupakan pihak yang bertugas menyediakan barang-barang modal. Barang-barang ini dibeli oleh pihak lessor secara tunai, untuk disewakan pada pihak lessee.

Jenis-Jenis Leasing

Pengertian Leasing - Ciri, Pihak Yang Terlibat, Jenis dan Mekanisme
Jenis-Jenis Leasing

Ada banyak sekali jenis leasing yang ditawarkan pada masyarakat, di antaranya sebagai berikut:

1. Finance Leasing (sewa guna usaha pembiayaan)

Pada jenis leasing ini, pihak penyewa (leese) akan memilih barang modal yang dibutuhkan oleh perusahaannya. Ia melakukan pemesanan dan pemeriksaan untuk barang modal yang menjadi objek transaksi leasing tersebut. Nantinya yang membayar adalah pihak lessor, dan barang kemudian diberikan pada pihak lessee.

Sebagai imbalan, pihak lessee harus memberikan pembayaran ke pihak lessor secara berkala sesuai kesepakatan bersama. Biasanya jumlah yang harus dibayar berupa harga barang yang dipesan ditambah bunga dan keuntungan untuk pihak lessor.

Jenis leasing ini dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Direct finance lease

Artinya barang-barang yang dijadikan objek lease adalah barang yang baru. Barang ini dibeli oleh pihak lessor atas permintaan lessee, dan akan digunakan oleh keperluan pihak lessee.

  • Sale and lease back

Pada jenis leasing ini, pihak lessee menjual barang miliknya pada lessor. Mereka kemudian melakukan kontrak leasing atas objek tersebut. Nantinya pihak lessee akan mendapatkan cash sesuai dengan nilai dari objek barang lease, yang bisa digunakan untuk menambah modal atau kepentingan lainnya.

2. Operating lease (sewa menyewa biasa)

Artinya pihak lessor membeli barang modal dan menyewakannya kepada pihak lessee. Nah, perbedaannya dengan jenis leasing yang lain adalah sistem perhitungan jumlah pembayaran yang harus dibayar oleh pihak lessee. Pada jenis leasing ini, jumlah pembayarannya tidak mencakup bunga.

Karena perusahaan berharap mendapatkan laba dari penjualan barang modal yang disewagunakan, atau melalui kontrak leasing lainnya. Tak hanya itu, perusahaan leasing juga biasanya bertanggung jawab untuk biaya asuransi, pajak, ataupun biaya pemeliharaan dari barang modal yang disewagunakan.

3. Sales - Typed Lease (sewa guna usaha penjualan)

Pada jenis leasing ini, produsen barang (pabrik) ikut berperan sebagai perusahaan leasing. Tak heran bila total transaksi dan juga jumlah laba ditentukan oleh pihak produsen (pabrik).

4. Leveraged Lease

Jenis leasing ini tak hanya melibatkan pihak lessor dan pihak lessee. Tapi juga melibatkan bank sebagai pihak yang membiayai sebagian besar transaksi.

5. Cross Border Lease

Artinya transaksi leasing yang dilakukan melewati batas sebuah suatu negara. Dengan kata lain, pihak lessor dan pihak lessee berada di dua negara yang berbeda.

Baca Juga: Pengertian Seni Teater - Unsur, Fungsi dan Jenisnya.

Mekanisme Leasing

Pengertian Leasing - Ciri, Pihak Yang Terlibat, Jenis dan Mekanismenya
Mekanisme Leasing

Untuk melakukan perjanjian leasing, tentunya ada sejumlah prosedur / mekanisme leasing yang harus dilakukan. Secara garis besar, mekanisme leasing adalah sebagai berikut:

1. Pihak lessee memilih barang modal yang ia inginkan, menawar harga dan memilih siapa supplier barang yang ia inginkan dalam bentuk formulir permohonan.

2. Pihak lessee memberikan formulir permohonan dan dokumen lengkap pada pihak lessor.

3. Pihak lessor mengevaluasi dan memutuskan kelayakan kredit. Jika pihak lessor setuju, mereka akan mulai menandatangani kontrak lease.

4. Pihak lessee bisa saja diminta untuk menandatangani kontrak asuransi untuk barang modal tersebut sesuai persetujuan pihak lessor. Pihak lessor kemudian membeli barang modal dari supplier.

5. Supplier mengirimkan barang modal ke pihak lessee. Biasanya pihak supplier akan menandatangani perjanjian purna jual untuk memelihara kondisi barang tersebut.

6. Pihak lessee memberikan tanda terima barang yang sudah ditandatangani pada supplier.

7. Supplier menyerahkan tanda terima barang, bukti kepemilikan dan pemindahan hak milik pada pihak lessor.

8. Pihak lessor melakukan pembayaran barang modal kepada supplier.

9. Pihak lessee harus membayar uang sewa secara berkala sesuai jadwal yang telah disepakati dalam kontrak lease.

Baca Juga