Pengertian Kurikulum, Komponen, Fungsi, dan Manfaatnya
Kurikulum merupakan program pendidikan yang di dalamnya berisi tentang materi pelajaran yang telah direncanakan atau diprogramkan secara sistematis berdasarkan norma yang berlaku. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian, komponen, fungsi, dan manfaat kurikulum berikut ini.

Kita sering sekali mendengar istilah kurikulum. Biasanya istilah ini digunakan di dunia pendidikan. Lantas, apa itu pengertian kurikulum yang sebenarnya? Simak pembahasan lengkap tentang pengertian, komponen, fungsi, dan manfaat kurikulum berikut ini.

Pengertian Kurikulum

Pengertian Kurikulum, Komponen, Fungsi, dan Manfaatnya
Pengertian Kurikulum

Kata kurikulum sebenarnya berasal dari bahasa Latin "currere", yang artinya lapangan perlombaan lari. Kendati demikian, kurikulum ternyata juga berasal dari bahasa Inggris "curriculum", yang artinya a running course.

Secara umum, kurikulum diartikan sebagai program pendidikan yang di dalamnya berisi tentang materi pelajaran yang telah direncanakan atau diprogramkan secara sistematis berdasarkan norma yang berlaku, serta menjadi pedoman bagi guru untuk meraih tujuan pendidikan. Dengan kata lain, kurikulum ini menjadi acuan tentang mata pelajaran apasaja yang harus dikuasai siswa agar bisa lulus dan memperoleh ijazah.

Kurikulum merupakan hal yang sangat penting bagi keberhasilan dunia pendidikan. Jika kurikulumnya tidak tepat, guru akan kesulitan dalam meraih tujuan pendidikan yang diinginkan.

Komponen Kurikulum

Pengertian Kurikulum, Komponen, Fungsi, dan Manfaatnya
Komponen Kurikulum

Kurikulum terdiri dari berbagai komponen, seperti:

1. Komponen tujuan

Komponen tujuan di sini dibagi menjadi tiga, yaitu tujuan jangka panjang, tujuan jangka menengah, dan tujuan jangka dekat.

  • Tujuan jangka panjang

Tujuan jangka panjang merupakan tujuan hidup yang diharapkan, yang berdasarkan pada nilai yang diambil dari filsafat. Biasanya tujuan ini berbeda dengan tujuan sekolah. Sebab, tujuan jangka panjang merupakan tujuan atau target setelah siswa menyelesaikan sekolahnya.

  • Tujuan jangka pendek

Tujuan jangka pendek merupakan tujuan sekolah berdasarkan jenjang pendidikannya, seperti SD, SMP, SMA, dan lain sebagainya.

  • Tujuan jangka dekat

Tujuan jangka dekat merupakan tujuan siswa saat belajar di kelas. Contohnya seperti menguasai penambahan, pengurangan, perkalian, dan lain sebagainya.

2. Komponen isi

Kurikulum berisi tentang semua hal yang sebaiknya diberikan kepada murid dalam proses belajar mengajar demi meraih tujuan pendidikan, seperti jenis bidang studi dan isi dari masing-masing bidang studi tersebut. Tentunya bidang studi ini disesuaikan dengan jenis, jenjang, ataupun jalur pendidikan yang ditempuh siswa.

3. Komponen media (sarana dan prasarana)

Komponen media merupakan sarana dan prasarana yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan kata lain, media menjadi perantara untuk menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa lebih mudah untuk memahami dan lebih semangat saat belajar di sekolah.

4. Komponen strategi

Strategi di sini maksudnya adalah pendekatan yang digunakan guru untuk mengajar. Strategi pengajaran meliputi berbagai hal, seperti cara penyampaian materi, melakukan penilaian, memberi bimbingan, mengatur kegiatan siswa baik yang bersifat umum ataupun khusus, dan lain sebagainya.

5. Komponen proses

Komponen proses belajar-mengajar merupakan bagian inti dari sistem pendidikan. Komponen ini diharapkan bisa mengubah tingkah laku siswa ke arah yang lebih baik lagi. Dalam komponen ini, terdapat beberapa faktor penting. Salah satunya adalah kemampuan guru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Guru harus berusaha untuk menarik perhatian dan menyampaikan materi sebaik mungkin agar murid lebih mudah dalam memahami materi pelajaran.

Fungsi Kurikulum

Pengertian Kurikulum, Komponen, Fungsi, dan Manfaatnya
Fungsi Kurikulum

Kurikulum memiliki beberapa fungsi penting. Dari sudut pandang siswa, fungsi kurikulum adalah sebagai berikut:

1. Fungsi integrasi

Fungsi integrasi merupakan fungsi kurikulum untuk mendidik siswa menjadi pribadi yang terintegrasi. Artinya, siswa akan menyumbangkan tenaga dan pikirannya demi kepentingan masyarakat.

2. Fungsi penyesuaian

Seperti yang kita ketahui bersama, manusia hidup dalam lingkungan yang senantiasa berubah (dinamis). Karena itulah, setiap manusia harus bisa beradaptasi atau menyesuaikan diri. Di sinilah kurikulum berfungsi sebagai alat pendidikan untuk mendidik individu agar bisa beradaptasi dalam situasi apapun.

3. Fungsi persiapan

Pengertian Kurikulum, Komponen, Fungsi, dan Manfaatnya
Fungsi persiapan

Kurikulum juga berfungsi dalam hal mempersiapkan mental dan pengetahuan siswa sehingga siswa mampu menempuh jenjang studi yang lebih lanjut atau siap untuk terjun dalam dunia masyarakat.

4. Fungsi pemilihan

Fungsi pemilihan merupakan fungsi kurikulum di mana siswa bisa memilih jurusan sesuai dengan minat dan bakat yang ia miliki.

5. Fungsi diagnostik

Fungsi diagnostik akan membantu siswa dalam memahami potensi, kelebihan, atau kekurangan apasaja yang ia miliki.

Selain lima fungsi di atas, kurikulum juga memiliki fungsi praktis, antara lain sebagai berikut:

1. Berfungsi untuk masyarakat sekitar dan pihak yang memakai lulusan pendidikan tersebut.

2. Berfungsi untuk sekolah yang bersangkutan, yakni sebagai alat untuk meraih tujuan pendidikan, serta dijadikan pedoman untuk mengatur kegiatan siswa saat belajar di sekolah sesuai dengan prosedur dan standarisasi yang berlaku.

3. Berfungsi untuk sekolah lain yang berada di atasnya, yakni menjamin keseimbangan dalam kegiatan belajar-mengajar.

Baca Juga: Pengertian Pegunungan, Proses Terjadinya, Jenis, dan Contohnya.

Manfaat Kurikulum

Pengertian Kurikulum, Komponen, Fungsi, dan Manfaatnya
Manfaat Kurikulum

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dimiliki kurikulum:

1. Manfaat bagi guru

  • Kurikulum dapat dijadikan sebagai pedoman untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil kegiatan belajar-mengajar.
  • Memberi pemahaman kepada guru tentang tugas apasaja yang ia miliki.
  • Mendorong guru agar lebih kreatif dalam melaksanakan program pendidikan.
  • Membantu guru agar mengajar siswa dengan sistem yang lebih baik.

2. Manfaat bagi sekolah

  • Mendorong sekolah agar sukses dalam melaksanakan pendidikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
  • Membantu sekolah dalam meraih tujuan pendidikan.

3. Manfaat bagi masyarakat

  • Dapat dijadikan sebagai pedoman standar bagi orang tua untuk ikut serta membimbing anaknya saat belajar di rumah.
  • Dengan adanya kurikulum, masyarakat bisa ikut berpartisipasi untuk mengembangkan program pendidikan. Mereka bisa memberikan kritik dan saran yang membangun dalam rangka menyempurnakan program pendidikan.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian, komponen, fungsi, dan manfaat kurikulum yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai kurikulum.

Baca Juga