Pengertian Konvensi, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Konvensi merupakan aturan yang diterima oleh suatu negara dan dilakukan secara berulang-ulang walaupun sifatnya tak tertulis. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian konvensi berikut ini.

Kata konvensi mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, ada banyak sekali contoh konvensi, salah satunya adalah melakukan upacara bendera setiap tanggal 17 Agustus. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian konvensi, ciri-ciri konvensi, jenis-jenis konvensi, dan contoh konvensi berikut ini.

Pengertian Konvensi

Pengertian Konvensi, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Pengertian Konvensi

Konvensi sebenarnya berasal dari kata convention, yang berarti suatu aturan yang didasarkan pada kebiasaan. Meski tak diatur dalam suatu konstitusional, aturan dalam konvensi ini timbul dan dipelihara dengan baik dalam praktik ketatanegaraan suat negara. Dengan kata lain, konvensi merupakan aturan yang diterima oleh suatu negara dan dilakukan secara berulang-ulang walaupun sifatnya tak tertulis. Berikut ini adalah pengertian konvensi menurut para ahli:

1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian konvensi menurut KBBI adalah hukum dasar tak tertulis yang timbul dan terpelihara dalam praktik penyelenggaraan suatu negara dan ditaati oleh pihak penyelenggara negara sebagai suatu kewajiban moral dan etika.

2. Menurut Endra Yuda

Pengertian konvensi menurut Endra Yuda adalah aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktik penyelenggaran negara tapi sifatnya tak tertulis.

3. Menurut Sukma Yudha

Sedangkan pengertian konvensi menurut Sukma Yudha adalah kumpulan norma yang diterima masyarakat dan pemerintah secara umum.

Ciri-Ciri Konvensi

Pengertian Konvensi, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Ciri-Ciri Konvensi

Konvensi mempunyai beberapa ciri yang membedakannya dengan aturan lain:

1. Merupakan kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang.

2. Berjalan sejajar dengan UUD 1945. Artinya, isi atau praktik dari konvensi ini tidak boleh bertentangan dengan pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Sebab, UUD 1945 merupakan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Aturan lain, seperti Undang-Undang, konvensi atau Keputusan Presiden, harus sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945.

3. Pelengkap UUD 1945. Dalam sejarahnya, UUD 1945 telah mengalami sejumlah perubahan. Nah, untuk menjaga kemurnian dari UUD 1945, maka isi pasalnya tak bisa diubah. Jika ingin diubah, haruslah melalui referendum. Melestarikan UUD 1945 ini bisa dilakukan dengan sebuah konvensi agar aturan dasar ini bisa diterapkans sesuai perkembangan zaman. Dengan demikian, salah satu ciri konvensi adalah sebagai pelengkap UUD 1945.

4. Tak tertulis dan tak bisa diadili. Konvensi adalah suatu kebiasaan yang sifatnya tak tertulis. Karena itulah, jika pemerintah melanggar konvensi, pemerintah tak bisa diadili atas pelanggaran tersebut. Kendati demikian, selama ini konvensi sangat dihormati oleh bangsa Indonesia.

5. Diterima oleh Rakyat. Meski sifatnya tak tertulis, konvensi tetaplah aturan yang harus bisa diterima oleh masyarakat. Jika rakyat saja tak menerima, tak mungkin suatu konvensi bisa dijadikan kebiasaan dalam praktik penyelenggaraan negara.

Jenis-Jenis Konvensi

Pengertian Konvensi, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Jenis-Jenis Konvensi

Konvensi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu konvensi nasional dan konvensi internasional. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Konvensi Nasional

Konvensi nasional merupakan jenis konvensi yang terjadi di suatu negara dengan hanya melibatkan warga negara dan pemerintah dari negara tersebut.

2. Konvensi Internasional

Agak berbeda dengan konvensi nasional, konvensi internasional melibatkan warga negara dan pemerintah dari seluruh negara yang terlibat dalam penandatanganan konvensi tersebut. Negara yang menandatangani konvensi internasional juga bisa bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Baca Juga: Pengertian Litosfer, Fungsi, Pembagian, Komposisi, dan Macam-Macam Batuan Penyusunnya.

Contoh Konvensi

Pengertian Konvensi, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Contoh Konvensi

Berikut ini adalah beberapa contoh konvensi yang perlu kamu ketahui:

1. Upacara Bendera Setiap Tanggal 17 Agustus

Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat Indonesia seallu melakukan upacara bendera dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. Padahal, tak ada aturan tertulis yang mewajibkan pelaksanaan upacara bendera ini. Akan tetapi, kebiasaan ini telah dilakukan Indonesia sejak zaman kemerdekaan. Upacara bendera dipandang sebagai bentuk kebaktian kita kepada negara Indonesia dan sebagai bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah gugur demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

2. Pidato Presiden Setiap Tanggal 16 Agustus

Satu hari menjelang kemerdekaan Indonesia atau setiap tanggal 16 Agustus, Presiden Indonesia akan menyampaikan pidato buatannya. Hal ini telah menjadi kebiasaan Presiden sejak zaman Orde Baru.

3. Pemilihan Menteri oleh Presiden

Setelah terpilih dalam ajang pemilihan umum, Presiden dan Wakil Presiden akan memilih menteri-menteri untuk mengisi kabinetnya. Tata cara pemilihan calon menteri ini tak diatur secara tertulis dalam Undang-Undang. Presiden bisa langsung menunjuk siapa saja yang akan mengisi kabinetnya. Oleh karena itu, bisa dikatakan kalau pemilihan menteri oleh Presiden ini termasuk salah satu bentuk konvensi.

4. Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kantor Pemerintahan

Pengertian Konvensi, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kantor Pemerintahan

Jika kamu perhatikan, di setiap kantor pemerintahan, pasti terdapat foto Presiden dan Wakil Presiden yang sedang menjabat. Padahal, tak ada aturan tertulis yang mewajibkannya. Namun, kebiasaan tersebut tetap dilakukan dari dulu hingga sekarang karena dianggap baik dan menunjukkan identitas pemimpin bangsa Indonesia.

5. Konvensi Berner

Setelah mengalami beberapa kali revisi, Konvensi Berner akhirnya ditandatangani oleh 45 negara di Bern pada tanggal 9 September 1986. Konvensi internasional yang satu ini mengatur perlindungan atas karya tulis dan karya artistik.

6. Universal Copyright Convention

Untuk melindungi hasil karya seni dari orang yang tak memiliki kewarganegaraan maka dibuatlah konvensi internasional berupa Universal Copyright Convention. Konvensi ini berlaku sejak tanggal 16 September 1955. Berbeda dengan konvensi Berner, Universal Copyright Convention berusaha untuk melindungi si pencipta dan juga memberikan hak pencipta dalam bidang kepentingan umum, seperti ilmu pengetahuan, pendidikan, dan juga penelitian.

7. Konvensi Opium Internasional

Konvensi Opium Internasional dibuat untuk mengawasi penggunaan obat-obatan secara internasional. Konvensi ini ditandatangani di Den Haag oleh 13 negara pada tanggal 23 Januari 1912. Isinya mewajibkan negara-negara tersebut untuk mengawasi pihak-pihak yang membuat, mengimpor, menjual, mendistribusikan, serta mengekspor morfin, kokain, dan obat sejenisnya.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian konvensi, ciri-ciri konvensi, jenis-jenis konvensi, dan contoh konvensi yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai konvensi.

Baca Juga