Komunikasi Persuasif - Pengertian, Fungsi, Teknik dan Faktor Penghambat
Istilah komunikasi dalam bahasa Inggris “communication” berasal dari bahasa Latin “communis” yang berarti “sama”, communico, communicatio, atau communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama communis adalah istilah yang paling sering dipakai sebagai asal-usul kata komunikasi. Secara umum komunikasi adalah proses penyampaian pesan antara komunikator dan komunikan menggunakan media tertentu untuk mendapatkan umpan balik.

Salah satu bentuk komunikasi adalah komunikasi persuasif. Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang bertujuan untuk membujuk, mengajak, atau merayu. Ada tiga faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi persuasif yang tujuannya adalah merubah sikap yaitu: 1. Karateristik sumber (komunikator)

Ada tiga karateristik sumber komunikasi (komunikator) yang mempengaruhi yaitu kredibilitas, daya tarik, dan kekuasaan. Kredibilitas atau dipercaya (believability) dari komunikator tergantung terutama pada dua faktor yaitu keahlian (expertise) dan keterandalan (trustworthiness). Keahlian adalah luasnya pengetahuan yang kelihatan/ nampak dimiliki komunikator, sedangkan keterandalan merujuk pada niat komunikator yang nampaknya tulus dan tidak memiliki keinginan untuk memperoleh sesuatu untuk kepentingan pribadinya yang berasal dari perubahan sikap audiens yang mungkin terjadi.

Daya   tarik   komunikator   berdasarkan   pada   beberapa   faktor   yaitu penampilan fisik, menyenangkan, disukai dan kesamaan dengan komunikan. Masing-masing aspek ini berkaitan erat satu sama lain, karena tiap-tiap aspek dari daya tarik mempengaruhi persepsi tentang aspek lainnya. Komunikator yang tidak disukai pada umumnya tidak efektif dalam merubah sikap orang. Bahkan dapat menimbulkan efek negatif yakni komunikan merubah sikapnya dalam arah yang berlawanan dengan  komunikator yang tidak disukai. Sebaliknya komunikator yang disukai menghasilkan perubahan sikap. Faktor lain yang berkaitan dengan efektivitas komunikator adalah kekuasaan. Jika komunikator memiliki kekuasaan untuk memberi ganjaran/ imbalan atau menghukum kepada komunikan, maka komunikan akan menyetujui dan dapat dipengaruhi.  

Karakteristik pesan

Pesan yang disampaikan jika itu sesuai dengan pandangan atau nilai-nilai dari audiens akan cenderung lebih diterima. Namun adanya kesenjangan antara isi pesan yang disampaikan dengan pendapat komunikan dapat pula menimbulkan perubahan sikap. Hal ini sesuai dengan teori disonansi kognitif, bahwa semakin besar kesenjangan, semakin besar tekanan potensial untuk berubah. Meskipun demikian,  tekanan  yang  semakin  kuat  dengan  semakin  besarnya  kesenjangan, tidak selalu menghasilkan lebih banyak perubahan.

Karakteristik audiens (komunikan)

Harga diri dan intelegensi berhubungan dengan perubahan sikap. Orang dengan harga diri tinggi pada umumnya sulit untuk dipersuasi, karena mereka memiliki keyakinan dengan pendapat mereka. Evaluasi diri mereka yang tinggi membuat komunikator yang kredibel dipersepsi menjadi kurang kredibel dalam perbandingannya. Sedangkan subyek dengan harga diri rendah pada opininya sehingga tidak menghargai opininya sendiri, agak segan mempertahankannya dan kemungkinan besar akan mengubahnya bila dipersuasi. 

Fungsi Komunikasi Persuasif

Komunikasi Persuasif-Pengertian, Fungsi, Teknik dan Faktor Penghambat 2

fungsi komunikasi persuasif


Ada tiga fungsi utama komunikasi persuasif adalah sebagai berikut:

a. Control Function atau fungsi pengawasan, yaitu pengawasan persuasif untuk mengkontruksi pesan dan membangun citra diri (image) agar dapat mempengaruhi orang lain.

b. Consumer Protection Function atau fungsi perlindungan konsumen yaitu salah  satu  fungsi  komunikasi persuasif melalui pengkajian komunikasi persuasif yang akan membuat kita lebih cermat dalam menyaring  pesan-pesan  persuasif yang banyak “berkeliaran” disekitar kita.

c. Knowledge Function atau fungsi ilmu pengetahuan. Komunikasi persuasif berfungsi sebagai ilmu pengetahuan, yaitu  dengan  mempelajari komunikasi persuasif, kita akan memperoleh  wawasan  tentang peranan persuasi dalam masyarakat dan dinamika psikologi persuasi.

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan komunikator dalam merubah sikap dan dalam mengajak komunikan untuk berbuat sesuatu akan bergantung pada pemanfaatan fungsi-fungsi komunikasi persuasif.

Baca Juga : Pengertian Budaya

Teknik Komunikasi Persuasi

Komunikasi Persuasif-Pengertian, Fungsi, Teknik dan Faktor Penghambat 3
teknik komunikasi persuasif

Untuk menuai kemampuan berbicara persuasif, diperlukan beberapa teknik komunikasi persuasif yaitu sebagai berikut :

a. Leveling

Leveling (tingkatan) inilah yang menjadi kekuatan besar dalam proses persuasif, karena dengan leveling anda telah menyesuaikan secara langsung ataupun tidak langsung. Dan bermula dari sinilah titik kemenangan anda.

b. Gunakan Nama

Ternyata penggunaan nama ketika sedang berbicara dengan orag sangat besar pengaruhnya terhadap kondisi psikologis lawan bicara anda. Menyebutkan nama dalam sesi bicara akan menjadikan sesi bicara anda sangat persuasif.

c. Gunakan Kata-Kata Motivasi

Upayakan menggunakan kata-kata motivasi untuk mengingatkan kepercayaan lawan bicara. Jangan sekali-kali menggunakan kalimat yang membuat lawan bicara anda harus berpikir.

d. Gunakan Kata-Kata Lawan Bicara Anda

Anda harus peka terhadap ungkapan dari lawan bicara anda. Minimal anda harus ingat satu kata saja yang lawan anda bicara sering ucapkan.

e. Jadilah Bunglon

Gunakanlah kata dan bahasa yang persis menyerupai atau berimplikasi sama dengan kata dan bahasa yang digunakan oleh lawan bicara, termasuk ekspresi mereka.

f. Gunakan Infleksi

Infleksi disini mengandung arti “sebuah penekanan kata”. Dalam berbicara infleksi dibutuhkan untuk membuat lawan bicara anda lebih agresif dan mantap dalam berbicara. Pada umumnya, orang selalu dalam keadaan huristic atau proses pemikiran pasif, bahkan lebih cenderung tidak berpikir dan mudah dibujuk. Bujukan tersebut demikian manjur karena merupakan keyakinan umum. Berdasarkan beberapa teknik diatas, dapat terlihat bahwa cara untuk mempengaruhi seseorang memiliki berbagai macam teknik yang dapat digunakan oleh seorang persuader. Persuasi merupakan tindakan memanipulasi simbol untuk mengahasilkan perubahan melalui tingkah laku evaluatif dan tingkah laku pendekatan-penghindaran atau sikap.

Faktor Penghambat Komunikasi Persuasif

Komunikasi Persuasif-Pengertian, Fungsi, Teknik dan Faktor Penghambat 4
faktor penghambat komunikasi persuasif

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahawa komunikasi persuasif bertujuan untuk membentuk, memperkuat, mengubah sikap, pendapat dan perilaku sasaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam mencapai tujuan tersebut, banyak hambatan yang dihadapi. Ada tiga faktor yang dapat menghambat berjalannya komunikasi persuasif diantaranya adalah:

a. Faktor Motivasi

Sudah dikemukakan bagaimana motivasi seseorang atau sesuatu kelomopok dapat mempengaruhi opini. Kepentingan seseorang akan mendorong orang itu untuk berbuat dan bersikap sesuai dengan kebutuhannya.  

b. Faktor Prejudice atau Prasangka

Bila seseorang sudah dihinggapi dan perasaan Prejudice terhadap sesuatu, misalnya golongan, suku, ras, dan sebagaiannya orang itu dalam penilaiannya terhadap hal tersebut tidak akan objektif lagi.

c. Faktor Sematic

Kata-kata yang mempunyai arti  tidak  sama  dengan komunikator dan komunikan atau ejean yang berbeda, tapi bunyinya hampir sema, dapat menimbulkan salah pengertian dan sangat mengganggu.  

d. Noise Factor

Noise Factor yaitu gangguan yang disebabkan oleh suara. Ini dapat terjadi  dengan  disengaja dan tidak disengaja. Hambatan komunikasi persuasif secara psikologis bersifat internal. Indikasinya adalah distorsi makna dari pesan yang disampaikan. Hal ini dapat disebabkan oleh bias kultur, konflik peran, konflik dalam sistem sosial dan lain-lain. Jadi, hambatan psikologis disebabkan oleh ketidakcocokan filter konseptual dalam diri peserta komunikasi persuasif.

Baca Juga