Pengertian Kloning, Sejarah Perkembangan, Manfaat, Jenis, dan Tekniknya
Kloning merupakan proses reproduksi yang sifatnya aseksual, yang dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan tiruan atau replika yang tepat bagi suatu organisme. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian kloning berikut ini.

Banyak orang yang mengatakan kalau kloning itu memiliki tujuan yang bermanfaat. Kendati demikian, ada juga sebagian orang yang menentang kloning karena alasan agama. Lantas, apa itu pengertian kloning yang sebenarnya? Simak pembahasan lengkap tentang pengertian kloning, sejarah perkembangan kloning, manfaat kloning, jenis kloning, dan teknik kloning berikut ini.

Pengertian Kloning

Pengertian Kloning, Sejarah Perkembangan, Manfaat, Jenis, dan Tekniknya
Pengertian Kloning

Kloning merupakan proses reproduksi yang sifatnya aseksual, yang dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan tiruan atau replika yang tepat bagi suatu organisme. Teknik kloning biasanya akan menghasilkan spesies baru yang sama persis dengan induknya. Berikut ini adalah pengertian kloning menurut para ahli:

1. Menurut Pratiwi Sudarsono

Pengertian kloning menurut Pratiwi Sudarsono adalah proses memperbanyak sel atau organisme secara aseksual. Proses ini akan menghasilkan spesies baru yang dinamakan dengan istilah klon.

2. Menurut Dr. Abdul Aziz Muhammad

Pengertian kloning menurut Dr. Abdul Aziz Muhammad adalah penemuan baru dalam dunia kedokteran.

3. Menurut Wikipedia

Pengertian kloning menurut Wikipedia adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis atau populasi yang sama, di mana hasilnya akan sama persis secara genetik dengan induknya.

Sejarah Perkembangan Kloning

Pengertian Kloning, Sejarah Perkembangan, Manfaat, Jenis, dan Tekniknya
Sejarah Perkembangan Kloning

Istilah kloning pertama kali dikenalkan oleh Gurdon. Ia melakukan percobaan kloning pada berudu di tahun 1960. Dalam percobaannya, Gurdon berhasil menciptakan berudu baru yang sama dengan induknya. Akan tetapi, berudu tersebut tidak bisa bermetamorfosis menjadi berudu dewasa.

Percobaan kedua pun dilakukan pada tahun 1980 oleh sekelompok ilmuwan di Granada. Mereka menerapkan teknik kloning dengan cara transfer nukleus pada hewan sapi untuk memperbanyak jumlah produksi daging sapi. Dari beberapa ilmuwan tersebut, ada seorang ilmuwan bernama Steen Willdsen yang mencoba untuk mengembangkan teknik kloning yang sebelumnya dilakukan Gurdon.

Ia melakukan kloning pada domba dengan menanamkan embrio domba pada sel telur domba tertentu dan membuang nukleusnya. Hasilnya, Willdsen sukses mendapatkan lima embrio domba. Teknik kloning tersebut kemudian diterapkan pada hewan sapi dengan bekerja sama dengan orang-orang yang bekerja di sebuah perusahaan ternak di Texas (Dr. Charles, Dr. Frank Barnes, dan Dr. Ian Willmuth).

Hasilnya tak berjalan sesuai harapan. Sebab, spesies sapi yang dihasilkan malah abnormal. Ada yang beratnya mencapai 180 pound, lalu ada sapi yang terkena penyakit diabetes, dan lain sebagainya. Di tahun 1997, setelah melakukan 277 kali percobaan, Dr. Ian Willmuth akhirnya berhasil melakukan kloning pada mamalia dewasa, yaitu domba Dolly. Domba jenis ini dihasilkan tanpa bantuan domba jantan, karena bisa diciptakan dari kelenjar susu yang diambil dari seekor domba betina. Teknik kloning domba inilah yang sampai sekarang dijadikan referensi bagi para ahli untuk melakukan pengembangan teknik kloning.

Manfaat Kloning

Pengertian Kloning, Sejarah Perkembangan, Manfaat, Jenis, dan Tekniknya
Manfaat Kloning

Kloning sebenarnya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, khususnya yang berkaitan dengan bidang medis. Berikut ini adalah beberapa manfaat kloning yang perlu kamu ketahui:

1. Memberi manfaat bagi pasangan yang tidak subur agar bisa memiliki anak.

2. Organ manusia bisa dikloning secara selektif sehingga mampu memperkecil resiko penolakan ketika digunakan sebagai organ pengganti bagi pemilik organ itu sendiri.

3. Sel-sel yang dikloning bisa menggantikan jaringan tubuh manusia yang rusak, seperti urat syaraf dan jaringan otot.

4. Teknologi kloning membuat para ilmuwan bisa menghidupkan dan mematikan sel. Hal ini sangat berguna untuk mengatasi kanker dan menghambat proses penuaan.

5. Teknologi kloning membuat ilmuwan bisa melakukan penelitian, pengujian, dan penyembuhan untuk penyakit-penyakit keturunan.

Jenis-Jenis Kloning

Pengertian Kloning, Sejarah Perkembangan, Manfaat, Jenis, dan Tekniknya
Jenis-Jenis Kloning

Meski belum ada yang sempurna, teknik kloning terus menjadi topik perbincangan di kalangan publik. Seiring perkembangannya, ada banyak jenis kloning yang telah dikenalkan para ilmuwan, antara lain sebagai berikut:

1. Kloning DNA Rekombinan

Kloning DNA Rekombinan merupakan jenis kloning yang memindahkan sebagian rantai DNA yang diinginkan dari suatu organisme pada sebuah elemen replikasi genetik. Contohnya seperti penyisihan DNA plasmid bakteri dengan maksud untuk mengklon satu gen.

2. Kloning Reproduktif

Kloning reproduktif merupakan jenis kloning yang menghasilkan spesies baru yang identik dengan sel induknya. Contohnya seperti teknik kloning pada domba Dolly yang dilakukan melalui proses SCNT (Somatic Cell Nuclear Transfer).

3. Kloning Terapeutik

Kloning terapeutik merupakan jenis kloning yang memiliki tujuan berbeda daripada dua teknik kloning sebelumnya. Jenis kloning ini bukan dilakukan untuk menghasilkan spesies baru, tapi untuk menghasilkan embrio manusia yang nantinya akan digunakan sebagai bahan penelitian dalam hal perkembangan manusia dan penyembuhan penyakit.

Baca Juga: Pengertian Bahasa, Sejarah Terbentuknya, Fungsi, dan Strukturnya.0

Teknik Kloning

Pengertian Kloning, Sejarah Perkembangan, Manfaat, Jenis, dan Tekniknya
Teknik Kloning

Kloning memiliki dua teknik yang berbeda, yaitu teknik roslin dan teknik honolulu. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Teknik Roslin

Teknik Roslin merupakan teknik kloning yang dikembangkan di Roslin Institute. Percobaannya dilakukan dengan cara membuat boneka dengan menerapkan teknik kloning. Tahapannya dimulai dengan sel-sel somatik yang dibiarkan tumbuh dan membelah sehingga kehilangan nutrisi untuk menginduksi sel ke tahap tidak aktif.

Sel somatik ini kemudian didekatkan dengan sel telur yang intinya telah dilepaskan, dengan menggunakan pulsa listrik. Proses ini memungkinkan terbentuknya embrio yang kemudian ditanamkan ke pengganti.

2. Teknik Honolulu

Teknik Honolulu merupakan teknik kloning yang dikembangkan di University of Hawaii oleh Dr Teruhiko Wakayana. Caranya dilakukan dengan menghapus inti dari sel somatik, lalu memasukkannya ke dalam sel telur yang intinya telah dihilangkan. Sel telur tersebut kemudian ditetesi larutan kimia tertentu sehingga berkembang menjadi embrio.

Berikutnya, embrio ini ditanamkan ke pengganti dan dibiarkan agar berkembang. Teknik ini diharapkan bisa digunakan untuk meneliti dan mengobati penyakit manusia, serta mengubah genetik hewan untuk menghasilkan organ transplantasi manusia.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian kloning, sejarah perkembangan kloning, manfaat kloning, jenis kloning, dan teknik kloning yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai kloning.

Baca Juga