Pengertian Kliring, Jenis, Sistem, Warkat dan Dokumen Kliring, Serta Tata Cara Penyelenggaraan Kliring Manual
Kliring merupakan transaksi yang digunakan sebagai lalu lintas pembayaran dengan tujuan untuk memudahkan penyelesaian utang-piutang antar bank yang muncul akibat transaksi giral. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian kliring berikut ini.

Dalam dunia perbankan, kita sering sekali mendengar istilah kliring. Akan tetapi, masih banyak yang belum paham apa itu pengertian kliring yang sebenarnya. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian kliring, jenis-jenis kliring, sistem kliring, warkat dan dokumen kliring, serta tata cara penyelenggaraan kliring manual berikut ini.

Pengertian Kliring

Pengertian Kliring, Jenis, Sistem, Warkat dan Dokumen Kliring, Serta Tata Cara Penyelenggaraan Kliring Manual
Pengertian Kliring

Kliring merupakan transaksi yang digunakan sebagai lalu lintas pembayaran dengan tujuan untuk memudahkan penyelesaian utang-piutang antar bank yang muncul akibat transaksi giral. Kliring juga bisa diartikan sebagai tata cara perhitungan hutang-piutang yang berbentuk surat dagang dan surat-surat berharga dari suatu bank kepada bank lain agar penyelesaiannya bisa terjadi dengan aman dan mudah, serta memperlancar dan memperluas lalu lintas pembayaran giral. Berikut ini adalah pengertian kliring menurut para ahli:

1. Menurut Kasmir

Pengertian kliring menurut Kasmir adalah penyelesaian utang-piutang antar bank dengan cara memberikan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring.

2. Menurut Ir. Ade Arthesa

Pengertian kliring menurut Ir. Ade Arthesa adalah alat perhitungan warkat antar bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia, di mana Bank Indonesia bertugas memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral.

3. Menurut Drs. H. Malayu S. P Hasibuan

Pengertian kliring menurut Drs. H. Malayu S. P Hasibuan adalah proses perhitungan, pelunasan, penyelesaian, dan pertukaran warkat antar bank yang dikoordinasi oleh bank sentral.

Jenis-Jenis Kliring

Pengertian Kliring, Jenis, Sistem, Warkat dan Dokumen Kliring, Serta Tata Cara Penyelenggaraan Kliring Manual
Jenis-Jenis Kliring

Terdapat tiga jenis kliring yang bisa dilakukan, antara lain kliring lokal, kliring umum, dan kliring antara cabang. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Kliring umum

Kliring umum merupakan alat perhitungan warkat-warkat antar bank, di mana proses pelaksanaannya diawasi dan diatur oleh bank sentral.

2. Kliring lokal

Kliring lokal merupakan alat perhitungan warkat antar bank yang berada dalam wilayah kliring atau yang telah ditentukan.

3. Kliring antar cabang (interbranch clearing)

Kliring antar cabang merupakan alat perhitungan warkat antar bank yang biasanya berada dalam satu wilayah kota. Kliring jenis ini dilakukan dengan mengumpulkan semua perhitungan yang dilakukan suatu kantor cabang.

Sistem Kliring

Pengertian Kliring, Jenis, Sistem, Warkat dan Dokumen Kliring, Serta Tata Cara Penyelenggaraan Kliring Manual
Sistem Kliring

Berdasarkan sistem penyelenggaraannya, kliring bisa menggunakan dua jenis sistem:

1. Sistem manual

Sistem manual merupakan sistem penyelenggaraan kliring yang dilakukan secara manual oleh setiap peserta kliring, baik itu dalam pembuatan bilyet saldo kliring ataupun pemilihan warkat.

2. Sistem semi otomasi

Sistem semi otomasi merupakan sistem penyelenggaraan kliring lokal yang dilakukan secara otomasi untuk melaksanakan perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring, dan dilakukan secara manual oleh setiap peserta untuk memilih warkat.

3. Sistem otomasi

Sistem otomasi merupakan sistem penyelenggaraan kliring lokal yang dilakukan pihak penyelenggara secara otomasi dalam melakukan perhitungan, pembuatan bilyet saldo kliring, serta pemilihan warkat.

Warkat dan Dokumen Kliring

Pengertian Kliring, Jenis, Sistem, Warkat dan Dokumen Kliring, Serta Tata Cara Penyelenggaraan Kliring Manual
Warkat dan Dokumen Kliring

1. Warkat

Warkat merupakan alat pembayaran non-tunai untuk rekening nasabah atau bank melalui kliring atau yang diperhitungkan atas beban.

a. Cek

Sebagaimana yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), cek di sini memiliki beragam jenis, seperti cek perjalanan, cek dividen, cek cinderamata, dan cek jenis lain yang penggunaannya dalam kliring telah disetujui oleh bank sentral.

b. Bilyet Giro

Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank yang menyimpan dana untk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening tertarik kepada rekening pemegang yang disebut namanya.

c. Wesel Bank Untuk Transfer (WBUT)

Wesel bank untuk transfer merupakan jenis wesel yang diterbitkan oleh bank khusus sebagai alat transfer yang telah diatur dalam KUHD.

d. Surat Bukti Penerimaan Transfer (SBPT)

Surat bukti penerimaan transfer merupakan surat bukti penerimaan transfer yang berasal dari luar kota yang bisa ditagihkan kepada bank peserta penerima uang transfer yang dilakukan melalui kliring lokal.

e. Warkat Debet

Warkat debet merupakan jenis warkat yang digunakan untuk menagih sejumlah dana pada bank lain untuk bank atau nasabah yang menyampaikan warkat tersebut. Warkat debet yang sudah dikliringkan sebaiknya telah dikonfirmasi terlebih dahulu oleh bank yang menyampaikan warkat debet kepada bank yang akan menerima warkat debet tersebut.

f. Warkat Kredit

Warkat kredit merupakan jenis warkat yang digunakan untuk menyampaikan sejumlah dana kepada bank lain untuk bank atau nasabah yang menerima warkat tersebut.

2. Dokumen Kliring

Dokumen kliring merupakan jenis dokumen yang berfungsi sebagai alat bantu dalam proses perhitungan kliring di tempat penyelenggara. Selain dokumen kliring, juga terdapat formulir kliring yang digunakan untuk proses manual perhitungan kliring lokal. Formulir kliring ini meliputi:

a. Neraca kliring penyerahan / pengembalian gabungan

Kedua formulir ini disediakan dan digunakan oleh pihak penyelenggara untuk menyusun rekapitulasi neraca kliring penyerahan / pengembalian dari seluruh peserta.

b. Neraca kliring penyerahan / pengembalian

Formulir ini disediakan dan digunakan oleh peserta untuk menyusun neraca kliring penyerahan / pengembalian yang berdasarkan daftar warkat kliring penyerahan / pengembalian.

c. Bilyet saldo kliring

Formulir ini disediakan oleh pihak penyelenggara dan digunakan peserta untuk menyusun bilyet saldo kliring berdasarkan neraca kliring penyerahan dan juga neraca kliring pengembalian.

Baca Juga: Pengertian Jurnalistik, Sejarah, Produk Utama, Aktivitas, dan Jenisnya.

Tata Cara Penyelenggaraan Kliring Manual

Pengertian Kliring, Jenis, Sistem, Warkat dan Dokumen Kliring, Serta Tata Cara Penyelenggaraan Kliring Manual
Tata Cara Penyelenggaraan Kliring Manual

Proses penyelenggaraan kliring terdiri dari dua tahap yang harus diikuti oleh peserta, antara lain kliring penyerahan (kliring 1) dan kliring pengembalian (kliring 2).

1. Kliring penyerahan. Warkat kliring yang diserahkan oleh setiap peserta adalah WDK (Warkat Debet Keluar) dan WKK (Warkat Kredit Keluar). WDK disetor oleh nasabah bank untuk keuntungan dari rekening nasabah tersebut, sedangkan WKK merupakan jenis warkat yang dibebankan ke rekening nasabah yang menyetorkan keuntungan rekening nasabah.

2. Kliring pengembalian. Warkat kliring yang diterima setiap peserta adalah WDM (Warkat Debet Masuk) dan WKM (Warkat Kredit Masuk). WDM merupakan jenis warkat yang dikumpulkan peserta lain atas beban nasabah bank yang menerima warkat, sedangkan WKM merupakan jenis warkat yang dikumpulkan peserta lain untuk keuntungan nasabah dari suatu bank yang menerima warkat.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian kliring, jenis-jenis kliring, sistem kliring, warkat dan dokumen kliring, serta tata cara penyelenggaraan kliring manual yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai kliring.

Baca Juga