Pengertian Kelenturan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya
Kelenturan merupakan kemampuan seseorang untuk menggerakkan tubuh atau bagian-bagian tubuh dalam satu ruang gerak yang seluas mungkin, tanpa mengalami luka atau cedera pada bagian persendian dan otot di sekitar persendian. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian kelenturan berikut ini.

Kelenturan atau yang biasa dikenal dengan istilah fleksibilitas termasuk salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Gerakan kelenturan terlihat mudah dan sering kali disepelekan. Padahal, tak semua orang bisa melakukannya dengan baik. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian kelenturan, faktor-faktor yang mempengaruhi kelenturan, manfaat memiliki kelenturan yang baik, dan cara meningkatkan kelenturan berikut ini.

Pengertian Kelenturan

Pengertian Kelenturan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya
Pengertian Kelenturan

Kelenturan merupakan kemampuan seseorang untuk menggerakkan tubuh atau bagian-bagian tubuh dalam satu ruang gerak yang seluas mungkin, tanpa mengalami luka atau cedera pada bagian persendian dan otot di sekitar persendian. Sedangkan pengertian kelenturan menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Menurut Harsono

Pengertian kelenturan menurut Harsono adalah kemampuan untuk melakukan gerakan dalam ruang gerak sendi. Kelenturan ini dipengaruhi oleh sejumlah hal, seperti elastisitas otot, tendon, dan ligamen.

2. Menurut Claude Bochard

Pengertian kelenturan menurut Claude Bochard adalah kualitas yang memungkinkan suatu bagian tubuh untuk bergerak semaksimal mungkin menurut kemungkinan gerak (range of movement).

3. Menurut Rusli Lutan

Pengertian kelenturan menurut Rusli Lutan adalah kemampuan sendi, otot, dan tali sendi yang ada di sekitarnya untuk bisa bergerak dengan nyaman dan leluasa dalam suatu ruang gerak maksimal yang diharapkan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelenturan

Pengertian Kelenturan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelenturan

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kelenturan seseorang, seperti umur, jenis kelamin, jenis sendi, latihan fisik, kehamilan, dan jumlah lemak pada tubuh.

1. Umur

Semakin bertambahnya umur maka semakin berkurang kelenturan yang dimiliki seseorang. Hal ini terjadi karena dengan bertambahnya umur maka kelenturan jaringan ikat pada otot akan mengalami pemendekan. Karena itulah, kalangan lansia lebih rentan mengalami cedera akibat aktivitas fisik yang terlalu berat dan melibatkan banyak gerakan sendi.

2. Jenis Kelamin

Tahukah kamu, kaum wanita sebenarnya memiliki tubuh yang lebih lentur daripada laki-laki. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dari segi variasi dan anotami struktur sendi.

3. Jenis Sendi

Luas pergerakan sendi bersifat spesifik dan berbeda-beda tergantung pada jenis sendi dan juga individunya. Sebagai contoh, sendi tubuh bagian atas seperti bahu dan pinggul mempunyai kelenturan yang lebih baik daripada tubuh bagian bawah seperti kaki. Setiap orang juga memiliki tingkat keleluasaan gerak sendi yang bervariasi.

4. Latihan Fisik

Orang yang melakukan latihan fisik dengan rutin, khususnya peregangan tubuh, tentunya akan memiliki kelenturan tubuh yang lebih baik. Apalagi bagi mereka yang rajin melakukan olahraga yang mengutamakan kelenturan tubuh, seperti misalnya yoga.

5. Kehamilan

Selama masa kehamilan, sendi panggul dan ligamentum berada dalam kondisi relaksasi dan mempunyai ruang gerak sendi yang lebih besar. Hal ini bisa terjadi karena tubuh yang memproduksi hormon relaxin selama masa kehamilan. Setelah kehamilan, produksi hormon ini akan mengalami penurunan dan ligamentum akan kembali ke kondisi normal (tidak rileks).

6. Jumlah Lemak Tubuh

Faktor lain yang bisa mempengaruhi kelenturan seseorang adalah jaringan lemak yang ada di sekitar sendi dan jaringan otot tubuh. Kelebihan jaringan lemak akan meningkatkan tahanan pergerakan dan juga menghambat keleluasaan gerak sendi sehingga menurunkan tingkat kelenturan tubuh.

Manfaat Memiliki Kelenturan Tubuh Yang Baik

Pengertian Kelenturan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya
Manfaat Memiliki Kelenturan Yang Baik

Selain mempermudah dalam melakukan kegiatan sehari-hari, kelenturan tubuh juga memiliki sejumlah manfaat, antara lain sebagai berikut: 

1. Kelenturan yang baik membuat sendi dan otot menjadi lebih sehat. Meningkatnya kelenturan otot dan jaringan ikat yang ada di sekitar sendi membuat kebebasan bergerak menjadi lebih besar. Individu juga lebih mampu untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis olahraga dan kegiatan rekreasi. 

2. Mengurangi stres pada otot dan juga melepaskan ketegangan selama latihan (berolahraga). 

3. Membantu membentuk postur dengan menyeimbangkan ketegangan otot-otot di seluruh tubuh. Postur tubuh yang baik akan meminimalkan stres sekaligus memaksimalkan kekuatan gerakan tubuh. 

4. Mengurangi resiko terjadinya cedera saat melakukan olahraga atau aktivitas sehari-hari karena otot yang lebih lentur. 

Baca Juga: Pengertian Obligasi, Keuntungan, Pihak yang Menerbitkan, dan Jenis-Jenisnya.

Cara Meningkatkan Kelenturan

Pengertian Kelenturan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya
Cara Meningkatkan Kelenturan

Untuk meningkatkan kelenturan tubuh, kamu harus melakukan beberapa latihan seperti peregangan statis dan peregangan dinamis secara rutin. Kedua jenis peregangan ini sebaiknya dilakukan setelah kamu melakukan pemanasan terlebih dahulu (saat suhu tubuh mulai meningkat).

1. Peregangan Statis

Pengertian Kelenturan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya
Peregangan Statis

Peregangan statis dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi stretch reflex, atau pengetatan otomatis ketika otot membentang setelah peregangan sekitar 20 detik untuk melatih sendi agar bisa bergerak dengan lebih fleksibel. Contoh dari peregangan statis adalah duduk di lantai dengan kedua kaki diluruskan ke depan. Kemudian, secara perlahan usahakan kedua tangan menggapai ujung kaki dengan posisi punggung membungkuk. 

Posisi ini akan melibatkan paha bagian belakang, pinggul, dan tulang belakang. Peregangan ini tergolong sebagai jenis peregangan sederhana. Kamu tidak memerlukan peralatan apapun. Kamu juga bisa melakukannya di manapun dan kapanpun tanpa bantuan orang lain. Akan tetapi, peregangan statis hanya bisa melatih kelenturan dari bagian tubuh tertentu saja, tidak bisa melatih kelenturan tubuh secara keseluruhan.

2. Peregangan Dinamis

Peregangan dinamis akan meningkatkan perluasan gerak sendi. Peregangan jenis ini mengembangkan ROM aktif melalui proses timbal balik, di mana otot agonis adalah kontraktor, sedangkan otot antagonis atau otot yang berlawanan akan melalui proses pemanjangan. Contoh dari peregangan dinamis adalah berdiri dengan satu kaki. 

Dalam posisi ini, fleksor pinggul akan berperan sebagai antagonis dan akan menghambat relaksasi pada paha bagian belakang. Gerakan ini sangat bermanfaat bagi para atlet, khususnya untuk jenis olahraga yang memerlukan ROM yang lebar dan mempertimbangkan faktor kecepatan.

Kombinasi latihan dengan kedua jenis peregangan di atas bisa memaksimalkan latihan kelenturan tubuh. Hanya saja, kamu perlu berhati-hati dalam melakukan peregangan dinamis. Jika salah dalam melakukan gerakan, kamu akan lebih rentan terhadap cedera.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian kelenturan, faktor-faktor yang mempengaruhi kelenturan, manfaat memiliki kelenturan yang baik, dan cara meningkatkan kelenturan yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai kelenturan.

Baca Juga