Pengertian Kas Kecil, Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Metode Pencatatannya
Kas kecil merupakan sejumlah dana yang digunakan untuk membiayai pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian kas kecil berikut ini.

Jika kamu pernah bekerja di bagian keuangan perusahaan, kamu tentu tidak asing lagi dengan istilah kas kecil. Biasanya kas kecil ini berupa uang tunai yang digunakan perusahaan untuk membiayai pengeluaran rutin yang nominalnya relatif kecil. Meski nominalnya relatif kecil, pengeluaran rutin ini sering terjadi sehingga totalnya cukup besar dan perlu dikontrol oleh pihak perusahaan. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian kas kecil, ciri, fungsi, tujuan, dan metode pencatatan kas kecil berikut ini.

Pengertian Kas Kecil

Pengertian Kas Kecil, Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Metode Pencatatannya
Pengertian Kas Kecil

Pengertian kas kecil adalah sejumlah dana yang digunakan untuk membiayai pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil. Biasanya kas kecil digunakan untuk membayar pengeluaran kantor yang jumlahnya tidak besar, seperti untuk membayar keperluan konsumsi saat rapat, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah pengertian kas kecil menurut para ahli:

1. Menurut Soemarso

Pengertian kas kecil menurut Soemarso adalah uang tunai yang sengaja disisihkan dalam suatu perusahaan, yang digunakan untuk membayar pengeluaran tertentu yang jumlahnya tidak besar.

2. Menurut Zaki Baridwan (1988)

Pengertian kas kecil menurut Zaki Baridwan adalah uang kas milik perusahaan yang khusus digunakan untuk membiayai pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil ataupun pengeluaran yang tidak ekonomis jika dibayar dengan cek.

3. Menurut Kusnadi

Sedangkan pengertian kas kecil menurut Kusnadi adalah dana berbentuk uang tunai yang digunakan sebagai alat pembayaran untuk keperluan perusahaan.

Ciri-Ciri Kas Kecil

Pengertian Kas Kecil, Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Metode Pencatatannya
Ciri-Ciri Kas Kecil

Adapun ciri-ciri yang dimiliki kas kecil adalah sebagai berikut:

1. Jumlahnya terbatas. Dengan kata lain, jumlahnya tidak boleh melebihi atau kurang dari jumlah tertentu yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

2. Digunakan untuk membiayai pengeluaran yang sifatnya rutin (setiap hari).

3. Dana kas kecil biasanya disimpan di tempat khusus, dengan menggunakan kotak kecil yang disebut sebagai petty cash box.

4. Dipegang oleh karyawan atau petugas keuangan yang berada di tingkat pemula.

Fungsi Kas Kecil

Pengertian Kas Kecil, Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Metode Pencatatannya
Fungsi Kas Kecil

Berikut ini adalah fungsi kas kecil yang perlu kamu ketahui:

1. Untuk membiayai pengeluaran perusahaan yang nominalnya relatif kecil.

2. Untuk membiayai pengeluaran perusahaan yang sifatnya mendadak.

3. Sebagai dana langsung untuk jenis pembayaran yang tidak praktis jika menggunakan cek.

4. Untuk mempercepat proses pembayaran. Dengan adanya dana kas kecil, proses pembayaran menjadi lebih cepat dan praktis. Sebab, tidak perlu menggunakan lampiran keuangan yang harus ditandatangani oleh pihak direktur.

Tujuan Kas Kecil

Pengertian Kas Kecil, Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Metode Pencatatannya
Tujuan Kas Kecil

Tujuan dibentuknya kas kecil adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengatasi masalah kekurangan perlengkapan kantor.

2. Untuk menghindari cara pembayaran yang tidak ekonomis (tidak praktis) atas pengeluaran yang jumlahnya sedikit dan mendadak. Dengan adanya dana dari kas kecil, karyawan perusahaan tidak perlu repot mengeluarkan cek.

3. Mempermudah karyawan dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan ataupun partner bisnis pimpinan.

4. Dana kas kecil bisa digunakan untuk membiayai keperluan atasan yang mendadak dan tidak terencana sebelumnya.

Baca Juga: Pengertian Rumusan Masalah, Ciri, Fungsi, Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan, Jenis, dan Contohnya.

Metode Pencatatan Kas Kecil

Pengertian Kas Kecil, Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Metode Pencatatannya
Metode Pencatatan Kas Kecil

Metode pencatatan kas kecil meliputi tahap-tahap pengelolaan dalam penggunaan dana kas kecil, sehingga jika diminta oleh pihak atasan, pemegang kas kecil bisa menunjukkan laporan penggunaan kas kecil dengan segera dan lengkap tanpa adanya unsur kesalahan. Ada dua jenis metode yang bisa digunakan untuk mencatat kas kecil, antara lain sebagai berikut:

1. Metode tetap (imprest fund system)

Metode tetap merupakan metode pencatatan kas kecil, di mana rekening kas kecil mempunyai jumlah yang selalu tetap (konstan). Saat terjadi pengeluaran kas, pemegang kas kecil tidak langsung mencatatnya. Ia hanya mengumpulkan bukti dari transaksi pengeluaran tersebut. Berikut ini adalah ciri-ciri metode tetap:

  • Bukti penggunaan dana kas kecil dikumpulkan oleh karyawan atau petugas yang memegang kas kecil.
  • Pengisian dana kas kecil dilakukan dengan cara melakukan penarikan cek yang jumlahnya sama dengan jumlah dana kas kecil yang telah digunakan. Hal ini akan membuat jumlah dana kas kecil kembali pada jumlah yang ditetapkan oleh pihak perusahaan.

Metode tetap memiliki sejumlah keuntungan, seperti menghemat waktu untuk melakukan pembukuan, memudahkan pihak tertentu dalam mengetahui besarnya setiap pengeluaran, serta memudahkan bendahara dalam menentukan pembagian dana untuk setiap unit per periodenya.

Sedangkan kekurangannya antara lain:

  • Saldo kas kecil tidak bisa dicek sewaktu-waktu. Saldo kas kecil hanya bisa diketahui pada akhir bulan (akhir transaksi)
  • Jika terjadi kekurangan dana kas, pemegang kas kecil tidak bisa sewaktu-waktu mengambil atau mengisi dana kas.

2. Metode berubah-ubah (fluctuating fund system)

Metode berubah-ubah merupakan metode pengisian dan pengendalian kas kecil, di mana jumlahnya akan selalu berubah sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Berikut ini adalah ciri-ciri metode berubah-ubah:

  • Pembentukan dan pengisian kembali dana kas kecil dicatat di bagian debit dalam akun kas kecil.
  • Bukti pengeluaran kas kecil dicatat dalam buku jurnal kas kecil dengan cara mendebit akun yang berkaitan dengan penggunaan kredit akun kas kecil.
  • Jumlah dana kas kecil berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Metode berubah-ubah memiliki sejumlah keuntungan antara lain:

  • Saldo kas kecil bisa diketahui setiap saat.
  • Jika dana kecil tidak cukup, pemegang kas kecil bisa meminta atau mengisi dana kas kecil.
  • Dana kas kecil per periodenya selalu sama.
  • Mempermudah dalam hal pengontrolan buku kas.

Sedangkan kekurangan metode berubah-ubah adalah kita tidak bisa mengetahui secara pasti pengeluaran terbanyak digunakan untuk membiayai keperluan apa.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian, ciri, fungsi, tujuan, dan metode pencatatan kas kecil yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai pengertian kas kecil.

Baca Juga