Pengertian Ikebana, Asal-Usul dan Cara Membuatnya
Pengertian Ikebana adalah sebuah seni dan teknik merangkai bunga yang berasal dari Jepang. Ini adalah penjelasan lengkap mengenai asal-usul Ikebana serta bagaimana cara membuatnya.

Pengertian Ikebana adalah sebuah seni dan teknik merangkai bunga yang berasal dari Jepang. Sebagai suatu hobi, Ikebana sangat lekat dengan kultur masyarakat. Sebab seringkali rangkaian bunga yang dibuat itu menyimbolkan kejadian tertentu. Tidak hanya perempuan saja yang gemar menekuni Ikebana, bahkan lelaki Jepang juga banyak yang suka dan karyanya pun amat indah.

Meskipun disebut sebagai seni merangkai bunga, namun pengertian Ikebana secara luas juga mencakup seni merangkai tanaman dan rerumputan. Berbagai jenis dedaunan juga akan dipakai untuk menghasilkan buket bunga yang mewah dan cantik.

Ikebana
Ikebana

Yang perlu diperhatikan dalam Ikebana adalah bahwa seluruh bahan yang digunakan itu asli, jadi tidak ada tanaman atau bunga artificial, tetapi semuanya adalah tanaman dan bunga segar. Meskipun kini di era modern, Ikebana juga mulai ada yang gunakan tanaman dan bunga palsu.

Selayaknya seni kerajinan tangan yang mendulang daya cipta dan karsa senimannya, maka para seniman Ikebana juga mendedikasikan jiwanya secara utuh. Mereka akan mencurahkan segala perasaannya untuk bisa menghasilkan kuntum bunga yang nampak hidup, meskipun sudah tercabut dari akarnya dan terpatahkan dari batangnya.

Konon ada 3 pusat kekuatan yang hendak disalurkan melalui rangkaian bunga Ikebana yang sudah jadi. Yaitu kekuatan bumi, langit dan manusia. Maka tak heran bilamana para seniman Ikebana sering memadukan berbagai bunga, rumput, daun dan tanaman yang berbeda-beda warnanya dan aromanya. Agar terpancarkan 3 kekuatan utama dalam Ikebana ini.

Asal-Usul dan Sejarah Lahirnya Seni Ikebana

Seni merangkai bunga Ikebana
Seni merangkai bunga Ikebana

Pengertian Ikebana memang tidak bisa lepas dari Jepang, sebab istilah Ikebana itu sendiri berasal dari bahasa Jepang. Di sana, Ikebana juga dikenal dengan nama Ka Do, yang artinya bunga itu jalan kehidupan.

Sejarah lahirnya Ikebana terkait dengan hobi masyarakat Jepang di masa lampau, di mana mereka gemar memetik bunga dan tanaman. Memang negeri matahari terbit ini terkenal dengan berbagai macam jenis bunga cantik yang bermekaran dan berguguran di tiap musim gugur dan semi. Termasuk bunga Sakura yang jadi simbol negara Jepang juga sejak dulu dimanfaatkan dalam tradisi Ikebana ini.

Sedangkan seni merangkai bunga yang secara tradisional serta “teknis” itu muncul sekitar abad ke-6 pada lingkungan masyarakat Buddha di Jepang. Mereka merangkai bunga dalam rangka persembahan dalam ritus dan seremoni yang diadakan oleh Kuil Buddha.

Ikebana Flower Arrangement
Ikebana Flower Arrangement


Sebuah riset menunjukkan bahwa pengertian Ikebana secara terorganisir sebagai “sebuah aliran seni merangkai bunga” itu juga tidak bisa lepas dari tradisi animisme dan dinamisme yang kental di Jepang tempo dulu. Masyarakat Jepang di zaman dulu percaya bahwa tanaman meskipun sudah dipetik, mereka akan bisa tetap hidup andai manusia tahu simpul-simpul kehidupannya.

Baca Juga: 18 Unsur Unsur Seni Rupa yang Membentuk Karya Seni

Salah satu langkah untuk membuka simpul kehidupan tanaman yang sudah tercabut dari akarnya itu adalah dengan memasukkannya ke dalam vas yang berisi air. Tentu saja teknik demikian sangatlah simple untuk mewakili seni Ikebana di era modern. Sebab, seiring berjalannya waktu, para seniman Ikebana juga mulai berpikir bagaimana untuk membuat bunga tetap mekar dan segar, meskipun tanpa air.

Lahirnya seni Ikebana modern itu diiringi dengan pembenahan dan peningkatan teknik. Misalnya dengan teknik pengikatan batang tanaman dan irisan tertentu yang dibuat saat memetik bunga dari pohonnya. Sehingga meskipun tanpa air, rangkaian bunga Ikebana masih akan harum dan segar dalam waktu lama. Makanya di era modern seperti sekarang, pengertian Ikebana dijuluki sebagai “seni merangkai bunga keabadian”, sebab walau tanpa air, ternyata bunga Ikebana bisa tetap hidup.

Cara Membuat Rangkaian Bunga Ikebana

Cara merangkai bunga Ikebana
Cara merangkai bunga Ikebana

Seni merangkai bunga ini tidak hanya terjadi di Jepang, di Indonesia pun ada, begitu pula di negara-negara Barat dan Timur Tengah. Hanya saja pengaruh aliran seni Ikebana sangat kuat serta mendapatkan pengakuan tersendiri sebagai sebuah seni yang metodis.

Setelah mengetahui tentang pengertian Ikebana beserta asal-usul sejarah kelahirannya. Maka kini tinggal membahas tentang bagaimana cara membuat Ikebana. Sebelum membahas tentang cara ini, alangkah baiknya sedikit mengetahui dulu teknik dasarnya.

Di dalam seni merangkai bunga Ikebana ini, ada 2 teknik sudut pandang yang bisa dicoba, yaitu:

  • Dua dimensi
  • Tiga Dimensi

Ikebana 2 dimensi maka akan menghasilkan bunga yang nampak hidup hanya dari depannya saja. Biasanya ditujukan untuk bunga-bunga yang dipasang pada papan atau ditempelkan ke media tertentu.

Sedangkan Ikebana 3 dimensi adalah teknik Ikebana yang menghasilkan rangkaian bunga yang terlihat penuh dan hidup dari segala sisi. Ini biasanya untuk membuat karangan bunga besar yang bertujuan untuk bunga tangan (buket), bunga pot, bunga yang digantung atau bunga persembahan yang mengharuskan dilihat dari semua sisi.

Kedua teknik itu adalah teknik dasarnya saja yang umum. Sedangkan pada prakteknya, pengertian Ikebana juga diperluas dengan gayanya, misalnya gaya Rikka yang akan menghasilkan rangkaian standing flower atau bunga berdiri. Ini adalah sebuah aliran Ikebana yang ramai diminati di abad ke-16.

Berikut adalah peralatan dan perlengkapan yang harus disiapkan untuk membuat rangkaian bunga ala Ikebana:

Bahan-bahan untuk Ikebana
Bahan-bahan untuk Ikebana
  • Bunga-bungaan
  • Dedaunan
  • Rerumputan
  • Batang tanaman
  • Akar-akar tanaman
  • Gunting
  • Selotip
  • Vas
  • Kenzan (alas untuk menancapkan batang-batang tanaman dalam Ikebana)
  • Air

Itulah kiranya bahan-bahan yang harus disiapkan dalam latihan Ikebana untuk pemula. Simple saja memang, namun perlu diketahui bahwa seni merangkai bunga Ikebana ini sangat bergantung pada filosofi dan matematika juga.

Jadi rangkaian bunganya harus memenuhi proporsi tertentu, terutama pada batangnya yang disebut Shin (batang terpanjang yang melambangkan langit), Soe (batang yang sedang panjangnya melambangkan bumi), serta Hikae (batang terpendek yang melambangkan manusia).

Baca Juga