Identifikasi - Pengertian, Metode, Objek, dan Jenisnya
Identifikasi merupakan usaha untuk mengetahui identitas seseorang dengan melihat ciri-ciri yang terdapat pada orang tersebut. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian, metode, objek dan jenis-jenis identifikasi berikut ini.

Agar tidak ketahuan, pelaku tindak pidana biasanya akan berusaha menghilangkan barang bukti. Hal ini menyebabkan para petugas hukum sulit untuk mengetahui identitas korban. Padahal, dalam proses penyidikan, identitas korban adalah hal yang sangat penting.

Jika identitas korban telah diketahui, petugas hukum bisa melakukan proses selanjutnya. Namun jika identitas korban tidak diketahui, maka petugas hukum akan sulit untuk melakukan proses penyidikan. Salah satu cara untuk mengetahui identitas korban adalah dengan melakukan identifikasi. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian, metode, objek dan jenis-jenis identifikasi berikut ini.

Pengertian Identifikasi

Identifikasi - Pengertian, Metode, Objek, dan Jenisnya
Pengertian Identifikasi

Identifikasi merupakan usaha untuk mengetahui identitas seseorang dengan melihat ciri-ciri yang terdapat pada orang tersebut, lalu menentukan apakah orang itu sama dengan orang yang dikabarkan hilang sebelumnya atau bukan. Identifikasi juga bisa diartikan sebagai penentuan identitas pada orang yang hidup atau mati berdasarkan ciri khas yang ada pada orang tersebut. Proses ini memiliki arti penting bagi kepentingan forensik (kepentingan proses peradilan) ataupun non-forensik.

Identifikasi ini sangat penting untuk dilakukan terutama bila jenazah yang ditemukan ternyata tidak diketahui identitasnya, jenazahnya rusak, membusuk, hangus terbakar, atau terkena bencana alam. Tak hanya itu, identifikasi juga berguna dalam beberapa kasus lain, seperti kasus penculikan, bayi tertukar, atau anak yang orang tuanya diragukan. Biasanya identitas seseorang bisa dipastikan jika terdapat minimal dua metode yang memberikan hasil positif.

Metode Identifikasi

Identifikasi - Pengertian, Metode, Objek, dan Jenisnya
Metode Identifikasi

Ada berbagai macam metode pemeriksaan untuk melakukan identifikasi. Berdasarkan pihak yang melaksanakannya, metode identifikasi dibagi menjadi dua jenis:

1. Metode identifikasi konvensional

Proses identifikasi ini diselenggarakan oleh pihak penyidik (kepolisian). Contoh metode identifikasi konvensional adalah sebagai berikut:

  • Metode visual

Metode ini dilakukan dengan cara memperhatikan korban secara cermat. Biasanya pihak penyidik akan meminta pihak keluarga atau sahabat untuk melihat wajah korban sehingga identitasnya bisa diketahui. Meski metode ini tergolong sederhana, namun hanya bisa dilakukan jika wajah dan tubuh korban berada dalam kondisi baik.

  • Metode perhiasan

Jika korban memakai perhiasan, entah itu anting, kalung, gelang, atau cincin yang memiliki inisial khusus, hal ini akan sangat membantu pihak penyidik dalam menentukan identitas korban.

  • Metode dokumen

Ada banyak dokumen yang bisa menunjukkan identitas seseorang, seperti kartu tanda penduduk, surat izin mengemudi, paspor, tanda pembayaran, dan lain sebagainya. Pria pada umumnya menaruh dompet di bagian saku baju atau celana. Sedangkan wanita biasanya menaruh dompet di tasnya. Khusus untuk kecelakaan masal, penyidik harus berhati-hati. Sebab ada kemungkinan tas seseorang terlempar dan berpindah ke orang lain yang bukan pemiliknya. Jika hal ini tidak diperhatikan, penyidik bisa keliru dalam menentukan identitas, terutama bila kondisi korban sudah tak bisa dikenali lagi.

  • Metode sidik jari
Identifikasi - Pengertian, Metode, Objek, dan Jenisnya
Metode Sidik Jari

Tidak ada orang di dunia ini yang memiliki sidik jari yang sama, sekalipun mereka kembar. Berdasarkan fakta ini, bisa dikatakan kalau pemeriksaan sidik jari adalah hal terpenting bagi penyidik saat melakukan proses identifikasi. Apalagi biaya untuk melakukan pemeriksaan sidik jari tergolong murah dan mudah untuk dilakukan secara masal.

2. Metode identifikasi medis

Proses identifikasi ini diselenggarakan oleh pihak medis. Biasanya metode ini dilakukan apabila pihak kepolisian tidak bisa menggunakan metode identifikasi konvensional atau mereka merasa ragu dengan hasil identifikasi yang diperoleh. Contoh metode identifikasi medis adalah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan ciri-ciri tubuh

Pihak medis akan melakukan pemeriksaan ciri-ciri tubuh, baik itu ciri yang spesifik ataupun non-spesifik dengan melakukan pemeriksaan luar-dalam saat otopsi. Adapun ciri yang spesifik misalnya cacat bibir sumbing, bekas luka, bekas operasi, tahi lalat, tato, hilangnya bagian tubuh tertentu, dan lain sebagainya. Sedangkan ciri non-spesifik misalnya tinggi badan, warna kulit, bentuk mata, bentuk rambut, bentuk hidung, jenis kelamin, dan lain sebagainya.

  • Pemeriksaan bentuk gigi (pemeriksaan odontologis)
  • Pemeriksaan ciri-ciri badan. Pemeriksaan ini dilakukan melalui pemeriksaan antropologis, antroposkopi, dan antropometri.
  • Pemeriksaan golongan darah dengan menggunakan berbagai sistem seperti ABO, Rhesus, Keel, HLA, Duffy, MN, dan lain sebagainya.
  • Pemeriksaan ciri-ciri biologi molekuler dengan tes DNA, dan lain sebagainya.

Objek Identifikasi

Identifikasi - Pengertian, Metode, Objek, dan Jenisnya
Objek Identifikasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, objek identifikasi ada dua yaitu bisa berupa orang yang masih hidup atau orang yang telah meninggal dunia. Identifikasi terhadap orang yang masih hidup biasanya meliputi penampilan umum (jenis kelamin, ras, tinggi badan, kelainan tulang), sidik jari, jaringan parut, tato, antropometri, dll.

Sedangkan identifikasi pada jenazah bisa dilakukan terhadap:

  • Jenazah yang masih baru (kondisinya utuh)
  • Jenazah sudah membusuk tapi kondisinya utuh
  • Jenazah tidak utuh, hanya ada bagian tubuh tertentu

Baca Juga: Teks Ulasan - Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Jenis, dan Contohnya.

Jenis-Jenis Identifikasi

Identifikasi - Pengertian, Metode, Objek, dan Jenisnya
Jenis-Jenis Identifikasi

Berdasarkan pola permasalahan kasusnya, identifikasi dibagi menjadi tiga jenis:

1. Identifikasi terbuka

Identifikasi terbuka artinya identifikasi yang dilakukan secara terbuka untuk mengetahui identitas korban yang tidak dikenal. Biasanya pola permasalahan kasusnya adalah kasus kriminal yang menghasilkan korban tunggal, sulit memperoleh data ante-mortem, dan penyidik akhirnya melakukan proses identifikasi dengan cara rekonstruksi. Contohnya seperti identifikasi korban pembunuhan yang tidak diketahui identitasnya.

2. Identifikasi tertutup

Identifikasi tertutup merupakan identifikasi kasus di mana jumlah dan daftar korban yang tidak dikenal sudah diketahui. Biasanya pola permasalahan kasus ini merupakan kasus non-kriminal yang mengakibatkan banyak korban, ada kemungkinan untuk mendapat data antemortem, serta identifikasi dilakukan dengan cara melakukan perbandingan data. Contojnya seperti identifikasi korban kecelakaan pesawat yang menabrak gunung.

3. Identifikasi semi terbuka atau semi tertutup

Identifikasi semi terbuka atau semi tertutup merupakan identifikasi di mana ada korban yang sudah diketahui identitasnya, namun ada sebagian korban yang tidak dikenal. Contohnya seperti identifikasi korban kecelakaan pesawat di Malioboro.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian, metode, objek, dan jenis-jenis identifikasi yang perlu kamu ketahui. Semoga menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai identifikasi.

Baca Juga