Hukum - Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh Lembaga Hukum
Hukum merupakan aturan yang mengatur tingkah laku masyarakat, dan dijadikan sebagai pedoman bagi penguasa dalam melakukan tugasnya. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian hukum, tujuan hukum, jenis-jenis hukum, dan contoh lembaga hukum berikut ini.

Jika mau tinggal di suatu negara, kita harus menaati hukum yang berlaku di negara tersebut. Lantas, apa itu pengertian hukum yang sebenarnya? Simak pembahasan lengkap tentang pengertian hukum, tujuan hukum, jenis-jenis hukum, dan contoh lembaga hukum berikut ini.

Pengertian Hukum

Hukum - Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh Lembaga Hukum
Pengertian Hukum

Berikut ini adalah pengertian hukum menurut para ahli:

1. Menurut Prof. E. M. Meyers

Hukum merupakan aturan yang mengatur tingkah laku masyarakat, dan dijadikan sebagai pedoman bagi penguasa dalam melakukan tugasnya.

2. Menurut Drs. E. Uttres, S.H.

Hukum merupakan kumpulan peraturan, baik itu perintah ataupun larangan, yang mengatur tata tertib masyarakat. Maka dari itu, hukum harus ditaati oleh semua orang tanpa terkecuali.

3. Menurut J.C.T. Simorangkir

Hukum merupakan peraturan-peraturan yang sifatnya memaksa, yang dibuat oleh badan-badan berwajib untuk mengatur tingkah laku masyarakat. Jika melanggar hukum, seseorang akan mendapat sanksi atau hukuman sesuai dengan jenis perbuatannya.

Tujuan Hukum

Hukum - Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh Lembaga Hukum
Tujuan Hukum

Ada banyak sekali tujuan hukum menurut para ahli:

1. Menurut Prof. Soebekti, S.H.

Tujuan hukum adalah melaksanakan keadilan dan ketertiban sehingga masyarakat bisa makmur dan hidup bahagia.

2. Menurut Prof. I. J. Apeldron

Hukum dibuat dengan tujuan untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat agar bisa hidup dengan damai.

3. Menurut Prof. Notohamidjoyo

Ada tiga tujuan hukum, yaitu mewujudkan kedamaian dalam masyarakat, mewujudkan keadilan, dan menjaga agar manusia memang diperlakukan secara layak sebagai seorang manusia.

Jenis-Jenis Hukum

Hukum - Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh Lembaga Hukum
Jenis-Jenis Hukum

Ada banyak sekali jenis hukum jika dilihat dari berbagai sudut pandang.

1. Jenis-jenis hukum berdasarkan bentuknya

Jika dilihat dari bentuknya, hukum dibedakan menjadi 2 yaitu hukum tertulis dan hukum tidak tertulis.

2. Jenis-jenis hukum berdasarkan wilayah berlakunya

Jika dilihat dari wilayah berlakunya, hukum dibagi menjadi tiga jenis yaitu hukum lokal, hukum nasional, dan hukum internasional.

3. Jenis-jenis hukum berdasarkan fungsinya

Jika dilihat dari fungsinya, hukum dibedakan menjadi dua jenis yaitu hukum material dan hukum formal.

4. Jenis-jenis hukum berdasarkan waktu berlakunya

Berdasarkan waktu berlakunya, hukum dibagi menjadi tiga jenis yaitu hukum positif (hukum yang berlaku pada zaman sekarang), hukum yang berlaku pada masa yang akan datang, serta hukum antar waktu (hukum transitor).

5. Jenis-jenis hukum berdasarkan isi masalah

Berdasarkan isi masalah, hukum dibedakan menjadi dua jenis yaitu hukum privat (hukum sipil), dan hukum publik (hukum negara).

6. Jenis-jenis hukum berdasarkan sumbernya

Jika dilihat dari sumbernya, hukum dibagi menjadi empat jenis yaitu Undang-Undang, kebiasaan, traktat, dan yurisprudensi.

Baca Juga: Prosa - Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya.

Contoh Lembaga Hukum

Hukum - Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh Lembaga Hukum
Contoh Lembaga Hukum

Berikut ini adalah contoh lembaga hukum yang berada di Indonesia:

1. Mahkamah Agung (MA)

Mahkamah Agung merupakan lembaga tertinggi dari semua lembaga hukum yang ada. Dalam melakukan tugasnya, Mahkamah Agung tidak bisa dipengaruhi oleh pemerintah ataupun pihak lain. 

Susunan MA terdiri atas Pimpinan, Hakim Agung, panitera, dan seorang sekretaris. MA memiliki wewenang untuk memeriksa dan memutuskan permintaan kasasi, sengketa tentang kewenangan mengadili, serta permohonan peninjauan kembali keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum yang tetap.

2. Mahkamah Konstitusi (MK)

MK merupakan lembaga hukum yang melakukan kekuasaan kehakiman secara merdeka untuk menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia. Mahkamah Konstitusi berada di ibukota negara Indonesia. Menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2003, Mahkamah Konstitusi memiliki wewenang sebagai berikut:

  • Menguji Undang-Undang agar tidak bertentangan dengan isi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  • Memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  • Bisa membubarkan partai politik.
  • Bisa memutuskan hasil pemilihan umum.
  • Memberikan keputusan terhadap pendapat DPR yang mencurigai presiden atau wakil presiden telah melakukan pelanggaran hukum.

MK juga memiliki prinsip cheks and balances, artinya semua lembaga ditempatkan dalam kedudukan setara (semuanya sama di mata MK).

3. Komisi Yudisial (KY)

Hukum - Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh Lembaga Hukum
Komisi Yudisial

Komisi Yudisial sengaja dibentuk dengan tujuan untuk mewujudkan lembaga hukum yang independen, dan bebas dari pengaruh pemerintah atau pihak lain. Sama seperti MK, Komisi Yudisial juga berada di ibukota negara RI.

Komisi Yudisial memiliki wewenang untuk:

  • mengusulkan pengangkatan hakim agung kepada DPR.
  • menjaga dan menegakkan martabat hakim, dengan cara mengawasi perilaku hakim. Komisi Yudisial bisa saja menerima laporan dari masyarakat tentanh perilaku hakim tertentu. Nantinya lembaga ini akan memeriksa, meminta laporan tentang perilaku hakim, kemudian memanggil, dan meminta keterangan dari hakim yang dianggap melanggar kode etik perilaku hakim. Setelah melakukan pemeriksaan, Komisi Yudisial akan membuat laporan hasil pemeriksaan dan menyampaikannya ke MA atau MK.

4. Peradilan Umum

Peradilan umum merupakan tempat bagi rakyat untuk mendapatkan keadilan. Peradilan umum dibagi menjadi dua jenis:

  • Pengadilan negeri

Pengadilan negeri terletak di kota madya atau ibukota kabupaten. Biasanya, susunan pengadilan negeri terdiri dari Pimpinan, Hakim Anggota, Panitera, sekretaris, dan juru sita. Tugas pengadilan negeri adalah melakukan pemeriksaan, memutuskan, dan menyelesaikan kasus hukum pidana dan perdata di tingkat pertama.

  • Pengadilan tinggi

Pengadilan tinggi berada di ibu kota provinsi. Susunan pengadilan tinggi terdiri atas Pimpinan, Hakim Anggota, Panitera, dan Sekretaris. Pengadilan tinggi bertugas mengadili kasus pidana dan perdata di tingkat banding.

5. Pengadilan Agama

Pengadilan agama di sini maksudnya adalah pengadilan agama Islam. Tugasnya adalah melakukan pemeriksaan, memutuskan, dan menyelesaikan kasus umat yang beragama Islam. Contohnya seperti kasus perkawinan, warisan, wakaf, dll.

6. Peradilan Militer

Peradilan militer merupakan lembaga yang melaksanakan kekuasaan kehakiman di lingkungan Angkatan Bersenjata untuk menegakkan keadilan dan juga hukum di Indonesia.

7. Peradilan Tata Usaha Negara

Peradilan ini merupakan lembaga di mana rakyat bisa memperoleh keadilan atas sengketa tata usaha negara.

Baca Juga