Pengertian HAM - Sejarah, Ciri, Tujuan, Jenis dan Contoh Pelanggaran HAM
Hak asasi manusia merupakan hak yang dimiliki oleh setiap insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian HAM, sejarah, ciri HAM, tujuan HAM, jenis dan contoh pelanggaran HAM berikut ini.

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau semua orang memiliki hak asasi manusia (HAM). Bahkan hak asasi manusia sampai dilindungi dalam Undang-Undang. Lantas apakah kamu tahu apa itu pengertian HAM yang sebenarnya? Simak pembahasan lengkap tentang pengertian HAM, sejarah, ciri HAM, tujuan HAM, jenis dan contoh pelanggaran HAM berikut ini.

Pengertian HAM

Pengertian HAM - Sejarah, Ciri, Tujuan, Jenis dan Contoh Pelanggaran HAM
Pengertian HAM

Adapun pengertian HAM menurut sejumlah ahli adalah sebagai berikut:

1. Pengertian HAM menurut Oemar Seno Adji

HAM merupakan hak yang dimiliki oleh setiap insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi ini tidak boleh dilanggar oleh siapapun, baik itu manusia ataupun sekelompok manusia lain.

2. Pengertian HAM menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto

HAM diartikan sebagai hak yang bersifat asasi atau mendasar. Hak-hak ini dimiliki oleh semua orang sesuai kodratnya dan tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.

3. Pengertian HAM menurut Komnas HAM

HAM merupakan hak-hak yang dimiliki manusia dalam berbagai bidang, seperti bidang politik, bidang ekonomi, sipil, sosial dan juga kebudayaan.

4. Pengertian HAM menurut Jack Donney

Hak asasi manusia melekat pada diri manusia sebagai pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa, bukan karena hukum ataupun karena pemberian masyarakat.

5. Pengertian HAM menurut Mahfudz M.D

HAM merupakan hak yang dimiliki seorang manusia sejak lahir di dunia ini, sehingga hak tersebut bersifat kodrat.

Sejarah HAM

Pengertian HAM - Sejarah, Ciri, Tujuan, Jenis dan Contoh Pelanggaran HAM
Sejarah HAM

Awalnya manusia berpegang pada hukum alam, di mana pihak yang kuat adalah pihak yang berkuasa. Tak heran bila masyarakat pun ditindas oleh pihak penguasa. Untunglah pada tahun 1215, ada Magna Charta yang memberikan aturan hukum bagi para penguasa di Inggris. Kemudian pada tahun 1689, dikeluarkan Bill of Right. Isinya tak lain tentang pembatasan kekuasaan raja, atau dengan kata lain raja tidak boleh melakukan kekuasaan secara sewenang-wenang tanpa alasan yang jelas.

Setelah perang dunia kedua, dibentuklah PBB. Organisasi ini memiliki pengaruh besar bagi perkembangan hak asasi manusia. Terlebih pada tahun 1966, dihasilkan suatu perjanjian internasional bernama International Bill of Human Rights. Di dalamnya, berisi tentang mekanisme pengawasan dan perlindungan HAM, serta hak-hak apasaja yang dilindungi.

Ciri-Ciri HAM

Hak asasi manusia (HAM) memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan hak biasa. Berikut ini adalah ciri-ciri HAM:

1. Tidak bisa dicabut, dihilangkan ataupun diberikan kepada orang lain.

2. Tidak bisa dibagi pada orang lain. Semua orang memiliki hak asasi manusia tanpa terkecuali.

3. Bersifat hakiki, artinya sudah ada sejak manusia berada di dalam kandungan.

4. Universal, artinya HAM dimiliki semua orang tanpa terkecuali. Tidak memandang adanya perbedaan status, suku, jenis kelamin, ataupun perbedaan lain.

Tujuan HAM

Pengertian HAM - Sejarah, Ciri, Tujuan, Jenis dan Contoh Pelanggaran HAM
Tujuan HAM

Istilah HAM sengaja dibuat dan dilindungi dalam Undang-Undang dengan tujuan sebagai berikut:

  • Melindungi masyarakat dari kekerasan dan perbuatan yang sewenang-wenang.
  • Agar manusia lebih bisa menghargai orang lain.
  • Agar manusia tidak sembarangan dalam bertindak. Perlindungan HAM diharapkan membuat orang sadar kalau ia tidak boleh melanggar hak asasi orang lain. Jika ia melakukannya, ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum.

Jenis-Jenis HAM

Secara garis besar, hak asasi manusia dikelompokkan menjadi enam macam:

1. Hak asasi pribadi

Hak asasi pribadi merupakan hak yang berkaitan dengan kehidupan pribadi seseorang. Contoh hak asasi pribadi adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk bergerak dan berpindah-pindah tempat.
  • Hak untuk menyatakan pendapat.
  • Hak untuk memilih dan aktif dalam berorganisasi.
  • Hak untuk memilih dan menjalankan keyakinan.

2. Hak asasi politik

Sesuai dengan namanya, hak asasi politik merupakan hak asasi yang berkaitan dengan kehidupan politik. Contoh dari hak asasi politik:

  • Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan umum.
  • Hak untuk terlibat dalam berbagai kegiatan politik / pemerintahan.
  • Hak untuk membuat dan menjalankan partai politik
  • Hak untuk mengusulkan suatu petisi, dan lain sebagainya

3. Hak asasi ekonomi

Hak asasi ekonomi merupakan hak asasi yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan ekonomi. Contoh dari hak asasi ekonomi adalah sebagai berikut:

  • Hak kebebasan dalam melakukan jual-beli produk.
  • Hak kebebasan untuk melakukan perjanjian atau kontrak tertentu.
  • Hak kebebasan untuk melakukan kegiatan sewa menyewa (utang piutang).
  • Hak kebebasan untuk memiliki barang atau mengumpulkan kekayaan.
  • Hak untuk mendapatkan pekerjaan serta jumlah gaji yang layak

5. Hak asasi peradilan

Hak asasi peradilan meliputi sejumlah hak agar diperlakukan secara adil di mata hukum. Contohnya:

  • Hak untuk mendapatkan pengacara saat terkena kasus hukum.
  • Hak untuk mendapat perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan, ataupun penyelidikan yang sama dengan orang lain (tidak dibeda-bedakan).

6. Hak asasi sosial budaya

Hak asasi sosial budaya adalah hak yang berkaitan dengan kehidupan sosial budaya di kalangan masyarakat. Contoh hak asasi sosial budaya adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
  • Hak untuk mengembangkan bakat atau keahlian tertentu.

Contoh Pelanggaran HAM

Pengertian HAM - Sejarah, Ciri, Tujuan, Jenis dan Contoh Pelanggaran HAM
Contoh Pelanggaran HAM

1. Melakukan penindasan serta merampas hak asasi orang lain dengan cara brutal / sewenang-wenang.

2. Membatasi kebebasan rakyat dalam berkumpul dan menyatakan pendapat.

3. Memperlakukan tersangka secara tidak adil dan tidak manusiawi, seperti memberi hukuman yang tidak adil, dan lain sebagainya.

4. Hasil dari pemilihan umum dimanipulasi sesuai keinginan dari penguasa atau partai otoriter (tidak adil karena sengaja menguntungkan pihak tertentu).

5. Petugas penegak hukum melakukan kekerasan terhadap rakyat.

6. Melakukan diskriminasi atau pelecehan, entah itu secara langsung ataupun tidak langsung, kepada orang yang memiliki perbedaan dari segi suku, ras, agama, etnis, dan lain sebagainya.

7. Melakukan penyiksaan hingga menimbulkan rasa sakit secara fisik ataupun mental.

Baca Juga: Pengertian Penelitian - Ciri, Tujuan dan Jenisnya.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian HAM, sejarah HAM, ciri HAM, tujuan HAM, jenis dan contoh pelanggaran HAM yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai HAM.

Baca Juga