HAKI - Pengertian, Sifat, Sejarah, Tujuan, Jenis dan Undang-Undang yang Mengatur HAKI
HAKI merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada seseorang, sekelompok orang, ataupun lembaga tertentu agar mereka bisa menggunakan dan memperoleh manfaat dari suatu kekayaan intelektual. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian, sifat, sejarah, tujuan, jenis dan undang-undang yang mengatur HAKI berikut ini.

HAKI adalah singkatan dari Hak Atas Kekayaan Intelektual. Hak yang satu ini sering kali kita dengar dalam kehidupan kita, tapi mungkin masih banyak yang belum paham dengan pengertian HAKI. Karena itulah, ada baiknya jika kamu simak pembahasan lengkap tentang pengertian, sifat, sejarah, tujuan, jenis dan undang-undang yang mengatur HAKI berikut ini.

Pengertian HAKI

HAKI - Pengertian, Sifat, Sejarah, Tujuan, Jenis dan Undang-Undang yang Mengatur HAKI
Pengertian HAKI

HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada seseorang, sekelompok orang, ataupun lembaga tertentu agar mereka bisa menggunakan dan memperoleh manfaat dari suatu kekayaan intelektual. Istilah HAKI merupakan terjemahan dari Intellectual Property Right yang ada dalam UU No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan WTO.

Intellectual Property Right berarti pemahaman mengenai hak kekayaan yang ditimbulkan dari kemampuan intelektual manusia. Hak ini berhubungan erat dengan hak yang dimiliki seseorang secara pribadi, yakni hak asasi manusia (human right).

Sifat-Sifat HAKI

HAKI - Pengertian, Sifat, Sejarah, Tujuan, Jenis dan Undang-Undang yang Mengatur HAKI
Sifat-Sifat HAKI

Hak atas kekayaan intelektual memiliki dua buah sifat, yaitu:

1. Memiliki jangka waktu tertentu

Hak atas kekayaan intelektual memiliki jangka waktu tertentu (terbatas). Apabila jangka waktunya suatu habis, hasil penemuan tersebut akan menjadi milik umum. Akan tetapi, ada juga HAKI yang jangka waktunya bisa diperpanjang. Contohnya adalah hak merek.

2. Bersifat eksklusif dan mutlak

HAKI bersifat eksklusif dan mutlak, artinya tidak ada satu orang pun yang boleh melanggar hak kekayaan intelektual milik orang lain. Pemilik hak bisa mengajukan tuntutan jika mengetahui adanya pelanggaran yang dilakukan pihak lain. Tak hanya itu saja, pemilik HAKI memperoleh hak monopoli. Ia berhak melarang orang untuk membuat ciptaan yang sama dengan ciptaan miliknya.

Sejarah HAKI

HAKI - Pengertian, Sifat, Sejarah, Tujuan, Jenis dan Undang-Undang yang Mengatur HAKI
Sejarah HAKI

Undang-Undang pertama yang mengatur tentang HAKI berada di Venice, Italia pada tahun 1470. Undang-Undang ini mengatur tentang masalah hak paten, di mana penemu memperoleh hak monopoli atas penemuan mereka. Aturan ini kemudian diadopsi oleh kerajaan Inggris dan Amerika Serikat.

Tahun 1883, dibentuklah Paris Convention untuk masalah hak paten, merek dagang dan desain. Lalu tahun 1886, dibentuk Berne Convention untuk masalah hak cipta (copyright). Kedua konvensi ini kemudian membentuk sebuah biro administratif bernama World Intellectual Property Organisation (WIPO). WIPO merupakan badan administrasi khusus yang bertugas menangani permasalahan HAKI anggota PBB. Sebagai tambahan, 26 April diperingati sebagai Hari Hak Kekayaan Intelektual Sedunia.

Tujuan Penerapan HAKI

Berikut ini adalah tujuan dari penerapan HAKI:

1. Mencegah adanya kemungkinan pelanggaran HAKI milik orang lain.

2. Meningkatkan daya saing dan pangsa pasar.

3. Bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi penelitian, bisnis dan industri di Indonesia.

Jenis-Jenis HAKI

HAKI - Pengertian, Sifat, Sejarah, Tujuan, Jenis dan Undang-Undang yang Mengatur HAKI
Jenis-Jenis HAKI

Secara umum, HAKI dibedakan menjadi beberapa jenis:

1. Hak Cipta

Menurut UU No. 19 Tahun 2002, hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta untuk mempublikasikan dan memperbanyak hasil ciptaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pencipta bisa terdiri dari satu orang atau sekelompok orang yang bekerja sama dalam menuangkan kemampuan pikiran, imajinasi dan keterampilan hingga lahirlah suatu hasil karya / ciptaan tertentu.

2. Hak Kekayaan Industri

Hak kekayaan industri dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Hak Paten

Hak paten merupakan hak khusus yang diberikan oleh negara kepada pencipta atas hasil penemuannya di bidang teknologi selama periode waktu tertentu, di mana ia bisa melaksanakan sendiri penemuannya atau memberikannya kepada orang lain untuk dilaksanakan.

  • Merek (Trademark)

Merek merupakan tanda yang berbentuk gambar, huruf, susunan warna, atau kombinasi dari beberapa unsur yang berfungsi sebagai pembeda. Biasanya merek digunakan suatu organisasi dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.

  • Rancangan (Industrial Design)

Rancangan di sini artinya rancangan produk industri. Rancangan ini merupakan kreasi tentang bentuk, garis, warna, atau gabungan ketiganya yang memiliki nilai estetika, serta dapat digunakan untuk menghasilkan suatu produk / kerajinan tangan.

  • Informasi Rahasia (Trade Secret)

Sesuai namanya, informasi rahasia merupakan jenis informasi di bidang teknologi / bisnis yang tidak diketahui masyarakat. Informasi ini biasanya berguna dalam kegiatan usaha dan dijaga rapat-rapat oleh pemiliknya.

  • Indikasi Geografi (Geographical Indication)

Indikasi geografi merupakan tanda yang menunjukkan asal muasal suatu barang. Biasanya hal ini dilihat dari faktor geografis seperti faktor alam dan faktor manusia yang memberikan ciri kualitas tertentu.

  • Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

Desain tata letak sirkuit terpadu adalah rancangan tata letak suatu produk yang berbentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat sejumlah elemen yang terpadu dan berkaitan satu sama lain. Hak desain ini diberikan negara secara eksklusif kepada pembuatnya selama periode waktu tertentu untuk melaksanakan sendiri atau memberikannya kepada pihak lain atas persetujuannya.

  • Perlindungan Varietas Tanaman (PVT)

Perlindungan varietas tanaman merupakan hak khusus yang diberikan kepada pemilik tanaman atas varietas tanaman yang diproduksinya selama periode waktu tertentu. Ia bisa mengelola sendiri varietas tersebut atau memberikannya kepada orang lain untuk dikelola atas persetujuannya.

Baca Juga: Lompat Jauh - Pengertian, Sejarah, Faktor Yang Mempengaruhi, dan Tekniknya.

Undang-Undang Yang Mengatur HAKI

HAKI - Pengertian, Sifat, Sejarah, Tujuan, Jenis dan Undang-Undang yang Mengatur HAKI
Undang-Undang Yang Mengatur HAKI

Adapun undang-undang yang mengatur HAKI di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Hak Cipta (Copyrights) diatur dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2002.

2. Hak Paten (Patent) diatur dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2001.

3. Hak Merek (Trademark) diatur dalam Undang-Undang No. 15 Tahun 2001.

4. Rahasia Dagang (Trade Secrets) diatur dalam Undang-Undang No. 30 Tahun 2000.

5. Desain Industri diatur dalam Undang-Undang No. 31 Tahun 2000.

6. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu diatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2000.

7. Perlindungan Varietas Tanaman diatur dalam Undang-Undang No. 29 Tahun 2000.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian, sifat, sejarah, tujuan, jenis HAKi, serta undang-undang yang mengatur HAKI. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai HAKI.

Baca Juga