Gurindam - Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Gurindam merupakan jenis puisi lama yang memiliki ciri khas yaitu satu baitnya terdiri dua baris kalimat berima (bersajak) sama. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian, ciri, jenis, dan contoh gurindam berikut ini.

Gurindam mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, gurindam termasuk jenis puisi lama yang di dalamnya terkandung nasehat hidup. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian, ciri, jenis, dan contoh gurindam berikut ini.

Pengertian Gurindam

Gurindam - Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Pengertian Gurindam

Gurindam merupakan jenis puisi lama yang memiliki ciri khas yaitu satu baitnya terdiri dua baris kalimat berima (bersajak) sama. Biasanya gurindam memiliki lebih dari satu bait. Pada baris pertama, gurindam menyampaikan suatu persoalan atau syarat. Sedangkan pada baris kedua, gurindam menyampaikan jawaban atas persoalan yang diajukan pada baris pertama.

Gurindam seringkali disamakan dengan pantun nasehat. Padahal, kedua karya sastra ini berbeda. Gurindam hanya memiliki dua baris dalam satu bait, sedangkan pantun bisa memiliki lebih dari empat baris.

Ciri-Ciri Gurindam

Gurindam - Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Ciri-Ciri Gurindam

Berikut ini adalah beberapa ciri khas gurindam yang membedakannya dengan karya sastra lain:

1. Tiap baris bersajak sama, misalnya a-a, b-b, dan seterusnya.

2. Gurindam hanya terdiri dari dua baris tiap baitnya. Tiap baris hanya memiliki jumlah kata sekitar 10 kata saja.

3. Gurindam berisi tentang nasehat hidup.

4. Tiap baris pada gurindam memiliki keterkaitan berupa hubungan sebab-akibat.

5. Baris kedua merupakan isi / jawaban dari baris pertama.

Jenis-Jenis Gurindam

Gurindam - Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Jenis-Jenis Gurindam

Berdasarkan baris yang dimiliki, gurindam dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

1. Gurindam Berangkai

Gurindam berangkai merupakan jenis gurindam yang memiliki kata yang sama pada baris pertama tiap baitnya. Contoh:

Lakukan saja yang menurutmu benar
Lakukan saja yang menurutmu pantas
Hidup hanya bergantung hati
Hidup hanya sesaat dan kemudian mati

2. Gurindam Berkait

Gurindam berkait merupakan jenis gurindam yang memiliki keterkaitan antara bait pertama dengan bait yang ada di bawahnya. Contoh:

Siapa tak ingin sesat dunia akhirat
Maka cepatlah taubat sebelum terlambat
Tapi siapa yang lekas bertaubat sebelum kiamat
Maka didapatlah itu yang namanya selamat

Baca Juga: Seni Lukis - Pengertian, Unsur, Alat, Bahan, Teknik dan Jenis Alirannya.

Contoh Gurindam

Gurindam - Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Contoh Gurindam

Salah satu pengarang gurindam yang banyak dikenal orang adalah Raja Ali Haji. Ia memiliki banyak karya, salah satunya yang melegenda adalah Gurindam Dua Belas. Berikut ini adalah bunyi Gurindam Dua Belas, mulai dari pasal 1 hingga pasal 12:

Pasal 1

Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama
Barang siapa mengenal yang empat
Maka dia itulah orang yang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang terpedaya
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia melarat

Pasal 2

Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia akan makna takut
Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tanpa tiang
Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat
Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji

Pasal 3

Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Apabila memelihara lidah
Niscaya akan mendapat faedah
Bersungguh-sungguh engkau pelihara tangan
Daripada segala berat dan ringan
Bila perut terlalu penuh
Maka keluarlah fi'il yang tiada senonoh
Anggota tengah hendaknya ingat
Disitulah banyak orang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

Pasal 4

Hati kerajaan di dalam tubuh
Jikalau dzalim segala anggota pun roboh
Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Disitulah banyak orang tergelincir
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekong
Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka
Bakhil jangan diberi singgah
Itupun juga perampok yang amat gagah
Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar
Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketur
Dimana tahu salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi

Pasal 5

Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa
Jika hendak mengenal orang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia
Jika hendak mengenal orang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

Pasal 6

Carilah olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Carilah olehmu seorang guru
Yang boleh tahu tiap seteru
Carilah olehmu seorang istri
Yang boleh menyerahkan diri
Carilah olehmu seorang kawan
Pilih segala orang yang setiawan
Carilah olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi

Gurindam - Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Contoh Gurindam Dua Belas

Pasal 7

Apabila banyak berkata
Disanalah banyak jalan masuk dusta
Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itulah tanda hampir duka
Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak tersesat
Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapaknya letih
Apabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang
Apabila orang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur
Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar
Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan
Apabila perkataan lemah lembut
Lekaslah orang segera mengikut
Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar
Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar

Pasal 8

Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya
Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripada syirik mengaku kuasa
Kejahatan diri disembunyikan
Kebaikan diri didiamkan
Keaiban orang jangan suka dibuka
Keaiban diri hendaklah disangka

Pasal 9

Tahu pekerjaan tak baik tetap dikerjakan
Bukannya manusia itulah syetan
Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa

Pasal 10

Dengan bapa jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka
Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat
Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kafil

Pasal 11

Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa
Hendaklah jadi kepala
Buang perangai yang cela
Hendaklah memegang amanat
Buanglah khianat
Hendak marah
Dahulukan hajat
Hendak dimulai
Jangan melalui
Hendak ramai
Mudahkan perangai

Pasal 12

Raja mufakat dengan materi
Seperti kebun berpagarkan duri
Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja
Hukum adil atas rakyat
Tanda raja beroleh inayat
Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu
Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai
Ingatkan dirinya mati
Itulah asal berbuat bakti
Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hati yang tidak buta

Loading...

Baca Juga