Evaluasi - Pengertian, Tujuan, Asas, dan Jenisnya
Evaluasi adalah kumpulan bukti yang dijadikan dasar untuk menentukan apakah terjadi perubahan pada diri peserta didik atau tidak. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian evaluasi, tujuan evaluasi, asas-asas evaluasi, dan jenis-jenis evaluasi berikut ini.

Ketika memilih barang di supermarket, tentu saja kita harus membandingkan dan memilih dengan seksama. Contohnya saja saat membeli ikan. Kita tentu menginginkan ikan yang segar dan layak untuk dikonsumsi. Nah, salah satu ciri ikan yang segar adalah kenyal. Artinya jika ditekan, ikan tersebut akan kembali seperti sedia kala. Selain itu, bau ikan yang segar juga berbeda dengan bau ikan yang basi. Ikan yang masih segar akan memiliki bau atau aroma yang baik.

Dengan kata lain, kita harus melakukan dua jenis penilaian sebelum membeli ikan tersebut, yaitu menilai kekenyalan ikan dan juga aroma dari ikan tersebut. Jika ikan tersebut kenyal dan aromanya masih segar, barulah kita bisa memutuskan untuk membelinya atau tidak.

Penilaian seperti inilah yang dinamakan dengan evaluasi. Kalau di sekolah, guru biasanya mengadakan evaluasi dalam bentuk ujian. Baik itu ujian biasa, ujian semester, ataupun ujian nasional. Evaluasi seperti ini sifatnya wajib dan dilakukan di setiap sekolah. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian evaluasi, tujuan evaluasi, asas-asas evaluasi, dan jenis-jenis evaluasi berikut ini.

Pengertian Evaluasi

Evaluasi - Pengertian, Tujuan, Asas, dan Jenisnya
Pengertian Evaluasi

Kata evaluasi atau penilaian merupakan terjemahan dari bahasa Inggris "evaluation". Menurut Benyamin S. Bloom, evaluasi adalah kumpulan bukti yang dijadikan dasar untuk menentukan apakah terjadi perubahan pada diri peserta didik atau tidak. Berdasarkan definisi ini, kita harus melakukan dua hal agar bisa melakukan evaluasi, yaitu mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan, serta menentukan apakah terjadi perubahan pada diri peserta didik atau tidak.

Bukti-bukti ini bisa bersifat kuantitatif ataupun kualitatif. Bukti kualitatif biasanya berupa nilai siswa yang berbentuk angka, sedangkan bukti kuantitatif merupakan bukti yang menunjukkan kualifikasi siswa, seperti bagus, cukup, rajin, teliti, dan lain sebagainya.

Evaluasi memiliki hubungan yang sangat erat dengan pengukuran. Kendati demikian, keduanya memiliki arti yang berbeda. Pengukuran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui luas, dimensi, ukuran, atau kualitas sesuatu. Sedangkan evaluasi merupakan usaha untuk memberi nilai terhadap hasil pengukuran tersebut.

Tujuan Evaluasi

Evaluasi - Pengertian, Tujuan, Asas, dan Jenisnya
Tujuan Evaluasi

Secara umum, tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui apakah terjadi perubahan pada diri peserta didik atau tidak. Tapi sebenarnya, tujuan evaluasi bukan hanya itu saja. Tujuan evaluasi meliputi empat hal berikut ini:

1. Untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada guru, sehingga harapannya guru bisa memperbaiki program belajar atau proses belajar mengajar siswa ke arah yang lebih baik lagi.

2. Untuk mengetahui hasil belajar setiap siswa. Hal ini diperlukan agar guru atau wali kelas bisa memberikan laporan kepada orang tua siswa, penetapan kelulusan, penetapan kenaikan kelas, dan lain-lain.

3. Membantu guru untuk menempatkan siswa ke dalam jurusan yang pas sesuai dengan kemampuan dan karakteristik yang dimiliki siswa tersebut.

4. Untuk mengetahui apakah siswa memiliki kesulitan belajar atau tidak. Nilai siswa yang rendah menandakan kalau ia mengalami kesulitan dalam pelajaran. Seorang guru harus mencari tahu latar belakang dari siswa yang mengalami kesulitan belajar tersebut, apakah ia tertekan, trauma, sakit, atau ada faktor penyebab lain. Setelah mencari tahu apa penyebabnya, barulah guru bisa memecahkan masalah tersebut.

Asas-Asas Evaluasi

Evaluasi - Pengertian, Tujuan, Asas, dan Jenisnya
Asas-Asas Evaluasi

Agar evaluasi yang dilakukan bisa berhasil dan meraih sasaran tertentu, ada beberapa asas evaluasi yang harus ditaati:

1. Evaluasi harus dilakukan secara terus-menerus

Hal ini bertujuan agar guru memperoleh kepastian soal hasil evaluasi. Selain itu, melakukan evaluasi secara terus-menerus juga akan membantu guru dalam mengetahui perkembangan siswa.

2. Evaluasi harus menyeluruh (comprehensive)

Evaluasi menyeluruh artinya evaluasi yang dilakukan harus memproyeksikan semua aspek pola tingkah laku siswa yang diharapkan sesuai dengan sasaran evaluasi.

3. Evaluasi harus objektif (objective)

Evaluasi - Pengertian, Tujuan, Asas, dan Jenisnya
Evaluasi harus objektif (objective)

Dalam melakukan evaluasi, guru tidak boleh memberikan nilai secara subjektif kepada siswa. Hasil evaluasi harus menunjukkan fakta atau keadaan yang sebenarnya.

4. Evaluasi harus dilakukan dengan alat pengukuran yang baik

Agar bisa melakukan evaluasi secara objektif, diperlukan bukti atau informasi yang relevan. Nah, untuk mendapatkan bukti tersebut, diperlukan alat pengukur yang tepat guna. Alat pengukur tersebut harus valid dan hasilnya dapat dipercaya.

5. Evaluasi harus diskriminatif

Sebuah evaluasi bisa dikatakan diskriminatif jika hasilnya berbeda antara dua orang atau lebih. Kemampuan seseorang dengan kemampuan orang lain itu berbeda. Karena itulah, hasil evaluasi harus mengungkapkan perbedaan kemampuan yang dimiliki kedua orang tersebut.

Baca Juga: Bullying - Pengertian, Penyebab, Bentuk, Jenis, dan Dampaknya.

Jenis-Jenis Evaluasi

Evaluasi - Pengertian, Tujuan, Asas, dan Jenisnya
Jenis-Jenis Evaluasi

Berdasarkan tujuannya, evaluasi dibedakan menjadi empat jenis, antara lain sebagai berikut:

1. Evaluasi Formatif

Evaluasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki proses belajar-mengajar di sekolah. Biasanya, jenis evaluasi ini wajib dilakukan oleh guru setelah selesai mengajarkan unit bidang studi tertentu. Frekuensinya bisa 2 hingga 4 kali dalam satu semester, dan ruang lingkup evaluasinya tergolong kecil (sempit).

2. Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar atau tingkat kemajuan siswa. Biasanya evaluasi ini dilakukan guru sebanyak satu kali, setiap satu semester. Ruang lingkup evaluasi sumatif lebih besar daripada ruang lingkup evaluasi formatif. Selain itu, bobot atau kadar nilainya juga tinggi.

3. Evaluasi Penempatan

Evaluasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memposisikan siswa ke dalam situasi atau jurusan yang sesuai dengan kemampuannya.

4. Evaluasi Diagnostik

Evaluasi diagnostik dilakukan agar guru bisa mengetahui dan memecahkan masalah kesulitan belajar yang dialami para siswa.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian evaluasi, tujuan evaluasi, asas-asas evaluasi, dan jenis-jenis evaluasi yang perlu kamu ketahui. Semoga menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai evaluasi.

Baca Juga