Pengertian Ego – Mengenali Ego, Sebelum Mengelola Cita-cita
Ego adalah salah satu aspek internal yang dapat merusak diri sendiri. Bahkan orang-orang yang sudah sukses pun bisa kehilangan semua yang mereka miliki hanya disebabkan mereka terlalu menuruti ego pribadinya

Ada banyak definisi dari ego, namun sederhananya, ego adalah bagian dari diri kita yang selalu merasa diri kita spesial. Bagian dari diri yang selalu mencari-cari pengakuan dan selalu merasa kurang terhadap beberapa hal tertentu.

Cara termudah untuk menentukan apakah ego kamu sangat berperan atau tidak adalah dengan mempertanyakan pada dirimu sendiri dua pertanyaan ini.

  • Apakah saya merasa superior dari orang lain?
  • Apakah saya merasa rendah diri dari orang lain?

Ego Bukan Sekadar Kesombongan

Ego Bukan Sekadar Kesombongan
Ego Bukan Sekadar Kesombongan

Banyak yang percaya dan yakin jika seseorang memiliki ego yang besar itu menandakan adanya sifat sombong dan terlalu percaya diri. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Ada satu gagasan bahwa keberadaan ego berhubungan dengan seberapa banyak kamu mencintai diri sendiri.

Ego turut memainkan perasaan bahwa kita lebih superior dari orang lain. Begitu pun ego juga terlibat dalam menimbulkan perasaan rendah diri.

Ego dan Sikap Rendah Diri

Ego dan Sikap Rendah Diri
Ego dan Sikap Rendah Diri

Rendah diri adalah perasaan meganggap terlalu rendah diri sendiri di hadapan orang lain. Orang yang rendah diri menganggap dirinya tidak mempunyai kemampuan yang berarti. Rasa rendah diri memiliki pengertian perasaan kurang berharga yang timbul karena ketidakmampuan psikologis atau sosial maupun karena keadaan jasmani yang kurang sempurna.

Jika kamu pernah merasa tidak cukup baik dalam suatu hal atau kamu berpikir bahwa seandainya saja kamu sebaik dan sehebat orang lain. Kamu yang pernah berpikir demikian ini berarti kamu telah masuk dalam perangkap ego yang telah mencengkeram dirimu ke dalam keminderan.

Baca juga: Pengertian Interaksi Sosial - Bentuk, Ciri-ciri dan Faktor

Ciri Kamu Dikendalikan Ego

Ciri Kamu Dikendalikan Ego
Ciri Kamu Dikendalikan Ego

Sebagai manusia, ada kalanya ego menguasai tubuh kita sehingga seringkali kita berpikir dan bertindak pun dipengaruhi ego. Lalu bagaimanakah ciri-ciri ego telah menguasai kita? Berikut di antara tanda-tandanya:

  • Terlalu sibuk memikirkan pengakuan orang lain dengan terlalu sering mencari perhatian dari orang lain yang bahkan sampai melampaui batas.
  • Gengsi tidak mau meminta bantuan dari orang lain karena merasa dirinya mampu melakukan semuanya sendirian.
  • Tidak mau untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan.
  • Enggan mengucapkan terima kasih kepada orang lain yang telah berbaik hati kepada kita.
  • Selalu membandingkan diri sendiri dan bersaing dengan orang lain.
  • Selalu ingin lebih dari orang lain, tidak pernah puas, dan keserakahan.
  • Selalu bermain dengan menjadikan diri sebagai korban (playing victim).
  • Terlalu agresif dalam menutupi kelebihan orang lain dan tidak membiarkan siapa ppun jadi lebih menonjol dari dirinya.
  • Terlalu mudah tersinggung dengan kata-kata atau perbuatan orang lain.
  • Sulit menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan atau keinginannya.
  • Selalu merasa benar sendiri dan ingin selalu dibenarkan oleh teman-teman di sekitarnya.

Cara Membuat Ego Berada dalam Kendalimu

Cara Membuat Ego Berada dalam Kendalimu
Cara Membuat Ego Berada dalam Kendalimu

Jadi apa yang bisa kamu akukan untuk memerangi egomu sendiri? Langkah pertama adalah kesadaran! Kamu harus waspada ketika egomu mulai mendominasim segeralah kamu menghentikannya sebelum terlambat. Selain itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengendalikan ego kita, di antaranya:

  • Buatlah suasana yang lebih nyaman bagi semua orang.
  • Mencoba lebih tenang dan mewaspadai setiap kecenderungan yang berlebihan.
  • Menghindari keinginan untuk selalu “benar”.
  • Berhenti mengeluh.
  • Selalu mendahulukan nalar dengan selalu merancang segala sesuatu dengan baik dan terencana.

Mengelola Cita-cita

Mengelola Cita-cita
Mengelola Cita-cita

Apabila kamu sudah cukup yakin egomu berhasil kamu kendalikan dan kelola dengan baik, maka kamu bisa mulai merancang apa yang menjadi cita-citamu.

Dalam bukunya Being Strategic, Erika Andersen mengatakan bahwa orang yang yang berpikir starategis adalah orang yang secara konsisten mengambil pilihan yang akan membawa lebih dekat dengan target yang diharapkan.

Dalam buku itu, Anderson juga menjabarkan langkah-langkah konkrit dalam membuat strategi untuk mengejar imianmu. Berikut langkah-langkahnya:

Langkah pertama: mendefinisikan cita-cita dengan baik

Mendefinisikan cita-cita dengan baik
Mendefinisikan cita-cita dengan baik

Langkah ini harus kamu ambil jika kamu masih belum tahu apa cita-citamu atau langkah konkret yang harus dilakukan untuk mencapai cita-citamu.

Bagi kamu yang belum mengetahui apa cita-citamu: tanyakanlah pada dirimu sendiri apa yang ingin kamu dapatkan dan bagaimana cara mendapatkannya.

Bagi kamu yang sudah tahu apa cita-cita atau targetmu, tetapi belum tahu langkah konkretnya, yitu: periksalah elemen apa yang belum bekerja dalam usahamu mencapai cita-cita.

Setelah itu, tutuplah definisi cita-citamu dengan pertanyaan: seperti apakah rasanya ketika aku sukses? Pertanyaan ini akan membuat kamu fokus pada satu arah tertentu.

Langkah kedua: melihat seperti apakah situasi yang kamu hadapi saat ini

Melihat situasi yang kamu hadapi
Melihat situasi yang kamu hadapi

Langkah ini adalah dengan melihat apa modal yang kamu miliki saat ini. Dengan mengatahui kekuatan dan kekuranganmu, kamu bisa tahu apa yang bisa kamu andalkan dan pada bagian mana kamu harus melakukan perbaikan.

Caranya adalah dengan menulis sebanyak-banyaknya kekuatan dan kelemahan kamu yang berhubungan dengan definisi suksesmu.

Langkah ini cukup mudah, namun harus dilakukan dengan hari-hati. Kamu harus membuat SWOT (Strenght, Weakness, Oppurtunity, Threat). Berikut langkah-langkahnya

Pertama: kamu harus melakukannya dengan objektif, yaitu dengan tidak melewatkan fakta-fakta yang tidak disukai mengenai diri kita karena kita merasa tidak nyaman.

Kedua: harus lebih sering mendapatkan pandangan yang beragam dalam membuat SWOT. Mislanya kamu memiliki satu kelebihan yang mungkin akan dinilai sebagai kesombongan oleh orang lain karena terlalu sering kamu umbar.

Ketiga: utamakanlah kekuatan dan kelemahan yang lebih berpengaruh dengan cita-citamu dan tidak menctata apa-apa hal yang tidak terlalu berhubungan dnegan cita-cita tersebut.

 

Baca Juga