Pengertian Daya Tahan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Jenis-Jenis, dan Bentuk-Bentuk Latihannya
Daya tahan merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan dalam waktu lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian daya tahan berikut ini.

Daya tahan termasuk salah satu komponen penting dalam aspek kebugaran jasmani. Banyak orang yang melakukan olahraga dengan tujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian daya tahan, faktor-faktor yang mempengaruhi daya tahan, jenis-jenis daya tahan, dan bentuk-bentuk latihan daya tahan berikut ini.

Pengertian Daya Tahan

Pengertian Daya Tahan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Jenis-Jenis, dan Bentuk-Bentuk Latihannya
Pengertian Daya Tahan

Secara umum, daya tahan diartikan sebagai kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan dalam waktu lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Berikut ini adalah pengertian daya tahan menurut para ahli:

1. Menurut Suharno

Pengertian daya tahan menurut Suharno adalah kemampuan seseorang untuk melawan kelelahan yang timbul setelah melakukan kegiatan fisik dalam waktu yang cukup lama.

2. Menurut Weineck

Pengertian daya tahan menurut Weineck adalah kemampuan seseorang untuk mengatasi kelelahan yang bersifat fisik ataupun psikis.

3. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian daya tahan menurut KBBI adalah kemampuan bertahan terhadap semua pengaruh dari luar yang bisa merugikan, seperti penyakit, godaan, serangan musuh, dan lain sebagainya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Daya Tahan

Pengertian Daya Tahan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Jenis-Jenis, dan Bentuk-Bentuk Latihannya
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Daya Tahan

Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi daya tahan seseorang:

1. Genetik. Genetik di sini maksudnya adalah tipe serabut otot yang dominan dan kadar Hemoglobin (Hb).

2. Usia. Daya tahan seseorang akan meningkat dan mencapai batas maksimal pada usia 20-30 tahun. Setelah itu, daya tahan akan terus mengalami penurunan jika tidak diimbangi dengan latihan fisik secara rutin.

3. Jenis Kelamin. Sebenarnya tak ada perbedaan daya tahan yang dimiliki kaum laki-laki dan kaum perempuan. Akan tetapi, setelah usia purbertas, daya tahan yang dimiliki perempuan sedikit lebih rendah daripada laki-laki.

4. Aktivitas Fisik. Tahukah kamu, kalau istirahat di tempat tidur selama lebih dari tiga minggu bisa menurunkan daya tahanmu, khususnya daya tahan kardiovaskuler.

Jenis-Jenis Daya Tahan

Pengertian Daya Tahan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Jenis-Jenis, dan Bentuk-Bentuk Latihannya
Jenis-Jenis Daya Tahan

Daya tahan manusia dibagi menjadi dua jenis, yakni daya tahan kardiovaskuler dan daya tahan otot.

1. Daya Tahan Kardiovaskuler

Daya tahan kardiovaskuler merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk bekerja secara terus-menerus yang melibatkan kontraksi otot dengan intensitas yang cukup tinggi dan dilakukan dalam waktu yang cukup lama.

2. Daya Tahan Otot

Sedangkan daya tahan otot merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus-menerus dalam waktu yang relatif lama dengan mengangkat atau menahan beban tertentu.

Baca Juga: Pengertian Obligasi, Keuntungan, Pihak yang Menerbitkan, dan Jenis-Jenisnya.

Bentuk-Bentuk Latihan Daya Tahan

Pengertian Daya Tahan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Jenis-Jenis, dan Bentuk-Bentuk Latihannya
Bentuk-Bentuk Latihan Daya Tahan

Ingin meningkatkan daya tahan tubuh? Sebenarnya ada banyak sekali bentuk latihan fisik yang bisa meningkatkan daya tahan. Kita bisa menggunakan bentuk latihan yang biasa dipakai oleh kalangan atlet, hanya saja kita harus menyesuaikan intensitas dan frekuensinya dengan kemampuan kita. Agar memperoleh hasil yang maksimal, maka ada baiknya lakukan olahraga minimal 3 kali dalam seminggu. Berikut ini adalah beberapa latihan yang dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh:

1. Continues Running

Ada dua pilihan untuk melakukan continues running, antara lain sebagai berikut:

a. Latihan kontinu dengan intensitas rendah, berupa 70-80% dari denyut nadi maksimal.

b. Latihan kontinu dengan intensitas tinggi, berupa 80-90% dari denyut nadi maksimal.

Sedangkan cara melakukannya adalah sebagai berikut:

a. Hitung berapa denyut nadi maksimalmu. Rumusnya adalah 220 dikurangi dengan usiamu saat ini.

b. Tentukan kecepatan larimu, apakah mau intensitas rendah atau intensitas tinggi.

c. Kemudian lakukan lari selama kurang lebih 30 menit dengan tetap mempertahankan tempo lari yang kamu pilih, baik itu 70-80% ataupun 80-90% dari denyut nadi maksimal.

2. Fartiek (Speedplay)

Fartiek diciptakan oleh Gotta Roamer dari negara Swedia. Fartiek merupakan latihan berupa lari yang dilakukan di alam terbuka selama 1 hingga 3 jam. Untuk melakukan fartiek, kamu perlu memperhatikan tempo lari, serta kapan waktu yang tepat untuk berjalan. Cara melakukannya adalah awali dengan lari lambat. Kemudian, lakukan sprint pendek yang intensif dan lari jarak menengah dengan kecepatan konstan yang cukup tinggi. Jika merasa lelah, kamu boleh lari pelan-pelan atau bahkan berjalan. Setelah merasa kuat lagi, kamu bisa berlari lagi, melakukan sprint, dan lain sebagainya.

3. Interval Training

Interval training merupakan kegiatan fisik berupa sprint beberapa putaran yang diselingi dengan istirahat. Berikut ini adalah syarat melakukan interval training:

a. Lamanya waktu latihan dan berapa jauh jarak yang ditempuh.

b. Beban dan intensitas latihan (kecepatan dalam berlari).

c. Ulangan (repetisi).

d. Waktu istirahat setelah melakukan latihan berulang-ulang.

4. Squats

Pengertian Daya Tahan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Jenis-Jenis, dan Bentuk-Bentuk Latihannya
Squats

Squats dilakukan untuk melatih daya tahan otot. Cara melakukannya adalah sebagai berikut: Letakkan beban di atas pundak di belakang kepala. Kemudian bengkokkan lutut, tapi usahakan pantat agar jangan sampai menyentuh lantai. Sebab jika hal itu terjadi, akan menimbulkan sakit pada pinggang atau cedera pada tulang rawan lutut akibat menahan beban yang terlalu berat. Latihan ini akan melatih sejumlah otot, seperti otot paha legiuteus dan biceps femoris nomiten dinoaus.

5. Rowing

Cara melakukan gerakan Rowing adalah sebagai berikut: bungkukkan badan hingga bagian punggung sejajar dengan lantai. Kemudian tangan menghadap beban lurus ke bawah. Angkat beban ke dada. Lalu dahi bisa diletakkan di atas meja. Latihan ini akan melatih sejumlah otot, seperti otot bahu, lengan, punggung, triceps, biceps, dan lain-lain.

6. Triceps stretch

Triceps stretch dilakukan untuk melatih daya tahan otot triceps. Cara melakukan triceps stretch adalah sebagai berikut: beban dipegang di belakang kepala, dan kedua siku dibengkokkan di samping telinga. Kemudian angkat beban dengan cara meluruskan kedua lengan di atas kepala dan pegang beban dengan cara tangan menghadap ke bawah.

7. Wrist roll

Latihan wrist roll dapat memperkuat otot-otot jari, pergelangan tangan, lengan bawah, dan lengan atas. Cara melakukannya adalah sebagai berikut: duduk di kursi, letakkan lengan bawah di atas paha dan telapak tangan menghadap ke atas. Gelindingkan beban melalui ujung-ujung jari ke telapak tangan dengan cara membengkokkan pergelangan tangan ke arah atas.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian daya tahan, faktor-faktor yang mempengaruhi daya tahan, jenis-jenis daya tahan, dan bentuk-bentuk latihan daya tahan yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai daya tahan.

Loading...

Baca Juga