Cyber Crime - Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis-Jenis, dan Cara Penanggulangan
Secara sederhana Cyber Crime adalah suatu tindak kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet dan komputer untuk masuk kedalam suatu sistem, mencuri data dan bahkan merusak sistem tersebut.

Pengertian Cyber Crime - Dalam era yang serba modern dan tidak terlepas dari penggunaan internet sebagai aktivitas harian, membuat kejahatan di dunia maya atau yang sering dikenal dengan istilah "Cyber Crime" semakin marak terjadi. Ditambah lagi dengan perkembangan dalam Teknologi Informasi yang kian pesat, Cyber Crime pun semakin berkembang dan meresahkan banyak orang. 

Cyber crime tidak hanya terjadi pada dunia internet saja, tetapi juga terjadi pada sistem perbankan. Pelaku cyber crime umumnya memiliki keahlian yang tinggi dalam ilmu komputer, seperti algoritma dan pemrograman komputer yang biasanya mereka gunakan untuk membuat script malware. Pelaku cyber crime dapat menemukan celah pada sistem komputer target dan melakukan kejahatan seperti pencurian data dan merusak jaringan.

Pengertian Cyber Crime Menurut Para Ahli

Pengertian Cyber Crime
Pengertian menurut para ahli

Forester dan Morrison 

Forester dan Morrison mendefinisikan cyber crime sebagai aksi kriminal yang mana komputer dan jaringannya digunakan sebagai senjata utama

Andi Hamzah

Dikutip dari bukunya, Cyber crime merupakan suatu kejahatan yang berkaitan dengan komputer, yang dalam arti lain menggunakan komputer secara ilegal

M.Yoga.P 

M.Yoga.P secara unik mendefinisikan cyber crime sebagai suatu kejahatan yang mana tindakan kriminal tersebut hanya dapat dilakukan melalui teknologi cyber dan hanya terjadi pada dunia cyber.

Girasa 

Girasa memberikan definisi terhadap cyber crime sebagai aksi kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan komputer sebagai komponen utamanya.

Jenis-Jenis Cyber Crime

Pengertian Cyber Crime
Jenis-jenis cyber crime

1. Berdasarkan karakteristik

Cyberpiracy 

Cyberpiracy adalah penggunaan perangkat komputer yang ditujukan untuk menduplikasi software atau informasi yang ada pada komputer untuk didistribusikan melalui jaringan komputer. 

Cybervandalism 

Cybervandalism adalah pemanfaatan teknologi komputer yang bertujuan untuk mengganggu transmisi informasi pada elektronik serta menghancurkan setiap data pada komputer target.

Cybertrespass 

Cybertrespass adalah pemanfaatan teknologi komputer yang bertujuan untuk mengakses sistem komputer yang dimiliki oleh individu, organisasi dan website yang menggunakan password.   

2. Berdasarkan Aktivitas

Illegal Contents

Illegal Contents adalah kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan dan menyebarkan informasi yang tidak etis, melanggar hukum ataupun mengganggu ketertiban umum melalui internet.  

Cyber Spionase

Cyber Spionase adalah suatu kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan jaringan internet dan komputer yang bertujuan untuk memata-matai pihak tertentu. 

Data Theft 

Data Theft adalah suatu kejahatan yang bertujuan untuk memperoleh sejumlah data yang ada pada komputer target secara illegal, baik untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. 

Misuse of devices 

Misuse of devices adalah penyalahgunakan perangkat komputer untuk memproduksi, menjual, mengedarkan atau menggunakannya untuk melakukan akses illegal, intersepsi tidak sah, mengganggu sistem komputer, atau perbuatan-perbuatan melanggar hukum lainnya.

Pengertian cyber crime
Cyber crime berdasarkan aktivitas

Data Forgery 

Data Forgery adalah kejahatan yang dilakukan dengan mengubah atau memalsukan data yang terdapat pada dokumen-dokumen penting melalui internet. 

DoS (Denial Of Service)

DoS adalah suatu serangan dengan tujuan membuat target sasaran mengalami crash atau hang sehingga layanan yang diberikan terganggu.

Hacking dan Cracking

Aktivitas hacking dan cracking pada jaringan internet memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Contoh aktivitas yang sering terjadi adalah pembajakan situs website, pembajakan account orang lain, menyebarkan virus dan pelumpuhan target.

Typosquatting dan Cybersquatting

Typosquatting dan Cybersquatting adalah suatu kejahatan yang berkaitan dengan nama domain. Typosquatting ialah kejahatan dengan membuat nama domain yang mirip dengan nama domain suatu perusahan ataupun orang lain untuk melakukan kegiatan yang merugikan pemilik nama domain asli. Cybersquatting tidak jauh berbeda dengan Typosquatting, hanya Cybersquatting dalam aktivitasnya melakukan pendaftarkan nama domain perusahaan tertentu untuk menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. 

BACA JUGA: Pengertian Sastra, Sejarah, Ciri, Jenis, Fungsi, dan Manfaatnya

Hijacking

Hijacking adalah suatu kejahatan dengan membajak hasil karya orang lain. Hijacking pada umumnya dilakukan untuk membajak perangkat lunak. 

Cyber Terorism

Cyber crime sendiri dapat dianggap sebagai cyber terorism apabila mengancam sistem pemerintah atau kewarganegaraan, misalnya melakukan crack terhadap situs-situs militer dan pemerintah.

Unauthorized Access to Computer System

Merupakan kejahatan dengan memasuki sistem jaringan komputer tertentu tanpa izin. Umumnya kegiatan ini dilakukan untuk mensabotase atau mencuri informasi penting.

llegal Access

llegal Access adalah kegiatan mengakses sistem komputer orang lain untuk mengambil data atau melakukan hal lainnya tanpa izin.

Penanggulangan Cyber Crime

Pengertian Cyber Crime
Penanggulangan Cyber Crime

Mengamankan sistem

Adanya pengamanan sistem sangat penting untuk mencegah perusakan sistem akibat pemakaian tidak sah. Untuk pengamanan sistem secara personal dapat dilakukan dengan instalasi sistem hingga pengamanan fisik serta pengamanan data pengguna. Pengamanan sistem pada jaringan dapat dilakukan dengan cara melakukan proteksi terhadap SMTP, FTP, Telnet dan pengamanan Server.

Diberlakukannya Cyberlaw

Pengaturan hukum sangat diperlukan mengingat aktivitas cyber crime yang semakin berkembang dan meresahkan. Sampai saat ini, banyak sekali negara yang tidak memiliki undang-undang dalam bidang teknologi informasi, baik dari segi perdata maupun pidana.

Kendala dalam membuat peraturan hukum tersebut adalah bagaimana cara menjaring kejahatan komputer agar dapat dipidanakan. Perangkat hukum dalam bidang Teknologi Informasi masih sangat lemah. Hal ini diperjelas dengan bukti bahwa dokumen elektronik belum bisa dijadikan sebagai barang bukti oleh KUHP. Undang-Undang hanya menggunakan keterangan ahli, saksi, surat, petunjuk, dan keterangan dari terdakwa saja. 

Perlunya Lembaga Khusus Penanganan Cyber Crime

Untuk menangani cyber crime agar tidak semakin merajalela sangat dibutuhkan lembaga-lembaga khusus, baik dari pemerintah ataupun non pemerintah. Sebagai contoh, Negara Amerika telah memiliki CCIPS (Computer Crime and Intellectual Property Section) yang berfungsi sebagai pemberi informasi tentang cyber crime, melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga melakukan berbagai riset untuk menanggulangi cyber crime. 

Di Indonesia telah memiliki Indonesia Computer Emergency Rensponse Team (IDCERT) yang merupakan wadah bagi masyarakat yang ingin melaporkan berbagai masalah keamanan komputer.   


Baca Juga