Pengertian Bunyi - Syarat, Sifat dan Jenisnya
Bunyi dapat diartikan sebagai suara yang bisa merambat ke segala arah, yang bentuknya berupa gelombang longitudinal. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian bunyi, syarat terdengarnya bunyi, sifat dan jenis bunyi berikut ini.

Bunyi bukanlah istilah yang asing di telinga kita. Terlebih setiap hari kita pasti mendengar bunyi atau suara yang berasal dari benda-benda yang ada di sekitar kita. Lantas apakah kamu sudah paham apa itu pengertian bunyi yang sebenarnya? Simak pembahasan lengkap tentang pengertian bunyi, syarat terdengarnya bunyi, sifat dan jenis bunyi berikut ini.

Pengertian Bunyi

Pengertian Bunyi - Syarat, Sifat dan Jenisnya
Pengertian Bunyi

Bunyi merupakan jenis gelombang yang hanya dapat dirasakan oleh indera pendengaran (telinga). Bunyi juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang disebabkan oleh benda yang bergetar. Pada saat suatu benda bergetar, molekul atau partikel udara di sekitarnya juga ikut bergetar. Hal inilah yang menyebabkan munculnya bunyi atau yang sering disebut dengan suara.

Sedangkan menurut para ahli, pengertian bunyi adalah sebagai berikut:

1. Pengertian bunyi menurut Sears dan Zemansky

Bunyi atau sound termasuk jenis gelombang longitudinal yang merambat dalam suatu medium, entah itu medium padat, cair, ataupun gas.

2. Pengertian bunyi menurut Agus Taranggono dan Hari Subagya

Bunyi dapat diartikan sebagai suara yang bisa merambat ke segala arah, yang bentuknya berupa gelombang longitudinal.

3. Pengertian bunyi menurut Gabriel

Bunyi didefinisikan sebagai sejumlah gelombang yang merambat dari sumber tertentu sebagai hasil perubahan kerapatan dan tekanan udara.

4. Pengertian bunyi menurut Sarwono

Bunyi merupakan suatu gelombang yang berisi getaran dari molekul / zat-zat tertentu, dan memiliki sifat dapat dipantulkan.

5. Pengertian bunyi menurut Harrington dan Gill

Bunyi merupakan perubahan tekanan udara yang ditangkap oleh indera pendengaran kita dan kemudian disalurkan ke bagian otak.

Syarat Terdengarnya Bunyi

Pengertian Bunyi - Syarat, Sifat dan Jenisnya
Syarat Terdengarnya Bunyi

Agar suatu bunyi bisa didengar oleh manusia, syarat-syarat berikut ini harus dipenuhi seperti:

1. Adanya benda yang bergetar (sumber bunyi). Contohnya gendang yang dipukul, gitar yang dipetik, dan lain sebagainya.

2. Adanya medium atau media untuk merambatkan suara.

3. Ada penerima yang berada dalam jangkauan sumber bunyi (lokasi penerima berdekatan dengan lokasi sumber bunyi).

4. Frekuensi bunyinya termasuk dalam jenis frekuensi yang bisa didengar oleh manusia (20 Hz - 20.000 Hz).

Sifat-Sifat Bunyi

Pengertian Bunyi - Syarat, Sifat dan Jenisnya
Sifat-Sifat Bunyi

Bunyi memiliki ciri-ciri atau sifat tertentu yang membedakannya dengan hal lain. Berikut adalah sifat bunyi yang perlu kamu ketahui:

1. Bunyi termasuk jenis gelombang logitudinal

Artinya bunyi membutuhkan sebuah medium atau media untuk perambatannya. Media tersebut bisa bermacam-macam, seperti zat padat, zat cair ataupun gas.

2. Bunyi tidak dapat merambat dalam ruang hampa

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, bunyi membutuhkan media untuk perambatannya. Karena itulah, bunyi tidak dapat merambat dalam ruang hampa.

3. Kecepatan rambatnya suara dipengaruhi oleh tingkat kerapatan suatu medium perambatannya

Suara paling cepat merambat pada medium yang memiliki tingkat kerapatan yang tinggi (benda yang padat).

4. Suara dapat mengalami resonansi serta pemantulan

Apa kamu tahu apa yang dimaksud dengan resonansi? Resonansi merupakan kejadian di mana suatu benda ikut bergetar karena terpengaruh getaran dari benda lain. Hal ini bisa terjadi karena frekuensi benda yang bergetar sama dengan frekuensi benda lain yang ikut bergetar. Bunyi juga bisa mengalami pemantulan, bahkan proses pemantulan bunyi sering dimanfaatkan oleh manusia. Contohnya:

  • Untuk mengukur cepat rambatnya bunyi di udara.
  • Untuk kacamata tunanetra. Kacamata ini dibuat dengan meniru prinsip penglihatan yang digunakan kelelawar. Seperti yang kita ketahui bersama, kelelawar bisa terbang di malam hari yang gelap gulita tanpa menabrak benda-benda yang ada di sekitarnya karena kelelawar mengirimkan dan menerima gelombang ultrasonic. Prinsip inilah yang digunakan dalam pembuatan kacamata tunanetra.
  • Untuk mendeteksi adanya cacat dan retak pada pipa logam.
  • Untuk survei dalam bidang geofisika.
  • Untuk mengukur ketebalan yang dimiliki pelat logam.
  • Untuk mengetahui kedalaman suatu tempat seperti kedalaman lautan.
  • Untuk mengetahui perkembangan janin melalui alat USG, seperti berapa beratnya, berapa usianya, apa jenis kelaminnya, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Bunyi

Pengertian Bunyi - Syarat, Sifat dan Jenisnya
Jenis-Jenis Bunyi

Secara umum, ada beberapa jenis bunyi yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari:

1. Bunyi infrasonik

Bunyi infrasonik merupakan jenis bunyi yang memiliki frekuensi di bawah 20 Hz. Bunyi ini hanya dapat didengar oleh hewan-hewan seperti jangkrik, angsa, kuda dan lain sebagainya.

2. Bunyi audiosonik

Pengertian Bunyi - Syarat, Sifat dan Jenisnya
Bunyi audiosonik

Bunyi audiosonik merupakan jenis bunyi yang memiliki frekuensi antara 20 Hz hingga 20.000 Hz. Jenis bunyi ini termasuk bunyi yang bisa didengar oleh manusia dan makhluk hidup lainnya.

Baca Juga: Pengertian Grafik - Ciri, Tujuan, Fungsi, Jenis dan Cara Membaca Grafik.

3. Bunyi ultrasonik

Bunyi ultrasonik merupakan jenis bunyi yang memiliki frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Bunyi ini hanya dapat didengar oleh hewan seperti kelelawar dan lumba-lumba. Kendati demikian, manusia sering memanfaatkan bunyi ultrasonik ini untuk berbagai macam hal, di antaranya yaitu untuk mengukur kedalaman laut ataupun untuk melakukan pemeriksaan USG.

4. Nada

Nada merupakan jenis bunyi yang memiliki frekuensi beraturan.

5. Desah

Berbeda dengan nada, desah merupakan jenis bunyi yang memiliki frekuensi tidak beraturan (frekuensinya naik-turun).

6. Gaung (kerdam)

Gaung sebenarnya adalah bunyi pantul yang timbul secara bersamaan dengan bunyi asli. Jenis bunyi seperti ini dapat mengganggu bunyi asli.

7. Gema

Gema sering disamakan dengan gaung, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Gema merupakan bunyi pantul yang muncul setelah bunyi asli. Jenis bunyi ini tidak mengganggu, melainkan justru memperkuat bunyi asli.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian bunyi, syarat terdengarnya bunyi, sifat dan jenis bunyi yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai bunyi.

Baca Juga